Guangzhou Terbuka: Duet Beda Generasi Janice Tjen/Venus Williams Melesat ke Semifinal, Selangkah Lagi Pertahankan Gelar
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Langkah impresif kolaborasi beda generasi antara petenis putri Indonesia, Janice Tjen, dan legenda tenis dunia asal Amerika Serikat, Venus Williams, terus berlanjut di ajang Guangzhou Terbuka 2026. Tampil di Nansha International Tennis Center, Guangzhou, Tiongkok, Rabu (28/10/2026) malam WIB, duet Indonesia-Amerika Serikat itu sukses mengamankan tiket ke babak semifinal ganda putri Guangzhou Terbuka setelah membantai pasangan Ukraina-Jepang, Lyudmyla Kichenok/Makoto Ninomiya, dua set langsung dengan skor 6-1 dan 6-3.
Kemenangan tersebut menjaga peluang Janice untuk mempertahankan gelar juara nomor ganda Guangzhou Terbuka yang diraihnya pada edisi sebelumnya. Kini, petenis Indonesia itu tinggal melewati dua pertandingan lagi untuk kembali mengangkat trofi bersama Venus Williams, setelah sebelumnya tersingkir dari persaingan nomor tunggal.
Sejak awal set pertama, Janice/Venus tampil dominan tanpa memberikan kesempatan bagi Kichenok/Ninomiya untuk mengembangkan permainan. Meski sempat menghadapi persaingan ketat dalam perebutan poin pada awal pertandingan, keduanya mampu menemukan ritme dan mengambil alih kendali. Kombinasi ketajaman pengembalian bola Janice serta pengalaman matang Venus di garis depan membuat mereka menyapu bersih set pembuka dengan skor telak 6-1.
Memasuki set kedua, pasangan Ukraina-Jepang itu berusaha memperbaiki permainan dan memberikan perlawanan lebih ketat dibandingkan set pembuka. Namun, ketenangan Janice/Venus di momen-momen krusial berhasil mengunci kemenangan 6-3 dalam tempo yang relatif singkat, yakni hanya 58 menit, pada perempat final turnamen WTA 250 tersebut.
Keunggulan mutlak Janice/Venus atas pasangan Ukraina-Jepang itu tergambar jelas melalui catatan statistik di lapangan. Berikut rincian dominasi keduanya:
| Statistik | Janice Tjen/Venus Williams | Kichenok/Ninomiya |
|---|---|---|
| Persentase Poin Dimenangi | 61 persen | 39 persen |
| Ace | 2 | 1 |
| Kesalahan Sendiri | 4 | 7 |
| Poin Servis Pertama | 69 persen | 43 persen |
Janice/Venus tampil sangat kokoh pada gim servis mereka dengan memenangi 69 persen poin dari servis pertama maupun servis kedua. Sebaliknya, Kichenok/Ninomiya kerap tertekan hingga melakukan tujuh kali kesalahan ganda (double fault) dan hanya memenangi 43 persen poin dari servis pertamanya.
Pada babak semifinal Guangzhou Terbuka, Janice/Williams akan menghadapi pemenang laga perempat final antara pasangan Paulina Kudermetova/Maria Timofeeva dan Andreja Klepac/Eri Hozumi. Laga tersebut diprediksi berlangsung sengit mengingat kualitas para pesaing yang tersisa di sektor ganda putri.
Keberhasilan ini membuka peluang bagi Janice untuk melanjutkan perjalanannya di Guangzhou setelah terhenti di nomor tunggal pada babak 16 besar. Janice dikalahkan petenis Inggris Harriet Dart dengan skor 4-6, 6-3, 3-6 dalam pertandingan selama dua jam 28 menit. Kekalahan itu langsung dibalasnya dengan fokus penuh ke sektor ganda bersama Venus Williams.
Di sektor ganda, Janice/Williams mengawali perjuangan mereka dengan mengalahkan pasangan Georgia-Belgia, Ekaterine Gorgodze/Kimberley Zimmerman, 6-0, 7-5 pada babak pertama, Senin (26/10). Kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi pasangan Indonesia-Amerika Serikat itu untuk mengendalikan setiap laga berikutnya di Guangzhou Terbuka.
Sinergi antara energi muda Janice dan pengalaman panjang Venus terbukti menjadi kombinasi yang sulit dibendung di turnamen ini. Venus, yang dikenal sebagai salah satu legenda tenis dunia, mampu menempatkan diri sebagai penyeimbang di garis depan, sementara Janice tampil agresif dalam pengembalian bola dan penempatan pukulan.
Dengan performa konsisten yang ditunjukkan sepanjang perjalanan di Guangzhou Terbuka, peluang Janice untuk mempertahankan gelar juara nomor ganda semakin terbuka lebar. Dua pertandingan tersisa menjadi ujian sesungguhnya bagi duet beda generasi ini untuk membuktikan bahwa kolaborasi mereka bukan sekadar kejutan, melainkan kekuatan nyata di panggung tenis internasional.
Editor: Sukri Mustakim
