Enzo Fernández Buka Suara Soal Final Piala Dunia: Akui Keunggulan Spanyol, Singgung Penalti dan Isu Ruang Ganti
Inforiau – 01 November 2026 | Nama enzo fernández kembali menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola dunia setelah gelandang Manchester City itu tampil blak-blakan dalam sebuah wawancara panjang bersama jurnalis Argentina Gastón dan Esteban Edul. Dalam perbincangan yang dirilis akhir Oktober 2026 tersebut, pemain berusia 25 tahun itu mengupas tuntas berbagai momen penting dalam kariernya, mulai dari luka final Piala Dunia, kepergian Lionel Messi, hingga persahabatan uniknya dengan seorang streamer jelang Superclásico.
Salah satu bagian paling menyita perhatian adalah pengakuan enzo fernández mengenai final Piala Dunia 2026 yang digelar 19 Juli lalu. Dalam laga tersebut, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 1-0, sekaligus membawa La Roja meraih gelar juara dunia kedua mereka. Tanpa mencari alasan, sang gelandang secara terbuka mengakui bahwa timnya kalah dari lawan yang memang lebih baik.
“Spanyol merebut bola dari kami, mengendalikan pertandingan. Mereka pantas menang. Kita harus menerima dan mengakui bahwa lawan lebih baik,” ujar enzo fernández menegaskan. Ia juga menyoroti kondisi fisik skuad Albiceleste yang dinilainya tiba di laga puncak dalam keadaan terkuras setelah melewati rangkaian kualifikasi yang melelahkan. Menurutnya, separuh tim bermasalah secara fisik dan grup datang dengan kondisi seadanya.
Meski demikian, mantan penggawa River Plate itu tetap menyimpan satu penyesalan besar. Ia mengaku bertanggung jawab atas kartu merah yang diterimanya pada menit ke-93, momen yang membuatnya harus meninggalkan lapangan lebih awal di partai terpenting sepanjang kariernya.
“Tentu saja saya menyesali kartu merah itu. Tidak ada pemain yang suka diusir, apalagi di final Piala Dunia. Itu masih menjadi duri dalam daging,” tuturnya.
Teori Penalti dan Bantahan Isu Ruang Ganti
Di sisi lain, pernyataan enzo fernández soal peluang Argentina seandainya laga berlanjut ke adu penalti menuai reaksi beragam. Ia menyebut bahwa dengan keberadaan Emiliano ‘Dibu’ Martínez di bawah mistar, Argentina diyakini bakal menang meski sang kiper bermain dalam kondisi cedera jari.
“Kalau lewat penalti kami pasti menang. Kami punya Dibu. Kami tahu dia tidak pernah gagal di situ, meski dia bermain cedera dan jarinya tidak bisa digerakkan,” katanya. Namun, pernyataan ini bersifat hipotetis semata karena final tersebut tidak pernah mencapai babak tos-tosan.
Ia juga membantah tegas berbagai rumor yang menyebut adanya keanehan di balik kekalahan Argentina. Menurutnya, kabar bahwa tim dipaksa kalah atau ada pengaruh eksternal hanyalah isu yang dibuat-buat.
“Ayah dan ibu saya sampai menelepon menanyakan apa yang terjadi. Tidak ada apa-apa, itu semua bohong, karangan. Spanyol menang dengan baik, kita harus memberi selamat kepada lawan,” tegas enzo fernández.
Rindu Messi dan Kepercayaan pada Generasi Baru
Dalam wawancara tersebut, enzo fernández juga menyinggung soal keputusan Lionel Messi yang resmi pensiun dari tim nasional. Ia mengaku masih sulit menerima kenyataan tak lagi berbagi ruang ganti dengan sosok yang menjadi idolanya sejak kecil.
“Saya selalu bermimpi bermain dengannya. Sejak kecil saya menghitung-hitung apakah usia saya memungkinkan untuk bisa satu tim dengan Messi,” kenangnya. Ia menyebut kepergian sang kapten sebagai salah satu momen tersedih yang pernah ia alami bersama Albiceleste.
Kendati kehilangan sosok Messi, gelandang tersebut optimistis Argentina tetap kompetitif. Ia menilai pergantian generasi dengan hadirnya pemain-pemain muda berkualitas akan menjaga level tim, didukung oleh para pemain senior yang masih bertahan.
Persahabatan dan Taruhan Jelang Superclásico
Di luar urusan tim nasional, enzo fernández turut membahas persiapan menyambut Superclásico antara Boca Juniors dan River Plate yang berlangsung 1 November di La Bombonera. Meski berstatus pendukung fanatik River, ia mengakui kualitas permainan Boca yang tengah dalam performa apik, terutama berkat kontribusi Leandro Paredes.
“Boca sedang dalam momen bagus, Lean memberi kelas dan ketertiban luar biasa untuk tim,” ujarnya. Meski begitu, ia tetap percaya pada River. “River selalu, di La Bombonera banyak hal bisa terjadi, saya berharap banyak,” tambahnya.
Menariknya, laga tersebut juga menjadi ajang taruhan iseng antara enzo fernández dan streamer Davo Xeneize. Jika Boca menang, gelandang Manchester City itu harus menyerahkan jersey resmi yang ia pakai di laga Premier League atau Liga Champions. Sebaliknya, jika River menang, Davo harus menyerahkan jersey bernomor 412 yang ia kenakan saat bertanding melawan LUZU pada 15 November mendatang.
“Saya selalu menonton bersama teman-teman. Dengan Davo kami bertaruh, di derbi Manchester kemarin dia memberi saya jersey karena kami menang. Kami belum bicara soal taruhan kali ini, tapi pasti akan ada,” tutupnya sambil tersenyum.
Dari pengakuan yang jujur hingga cerita ringan soal taruhan jersey, sosok enzo fernández sekali lagi menunjukkan kedewasaannya sebagai pesepak bola papan atas. Ia tak segan mengakui keunggulan lawan, memikul tanggung jawab atas kesalahannya sendiri, sekaligus menjaga semangat dan kepercayaan pada masa depan Argentina tanpa Messi. Bagi publik sepak bola, pernyataan terbuka seperti ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap trofi, ada manusia biasa yang merasakan kehilangan, penyesalan, dan harapan yang sama besarnya.
