Konfederasi Sepak Bola Asia di Pusat Dinamika: Persib Incar 16 Besar, Ranking Indonesia Stabil, dan Piala Asia 2027 Terancam
Inforiau – 01 November 2026 | Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kembali menjadi sorotan utama dalam peta sepak bola regional. Di tengah persaingan klub dan agenda internasional yang padat, konfederasi sepak bola asia memainkan peran krusial dalam menentukan arah kompetisi, mulai dari AFC Champions League Two (ACL Two) hingga peringkat asosiasi anggota. Bagi Indonesia, dinamika ini terasa langsung lewat performa Persib Bandung di kancah Asia serta posisi Liga Indonesia dalam ranking yang dirilis AFC.
Persib Bandung selangkah lagi menuju babak 16 besar ACL Two 2026/2027. Maung Bandung saat ini memimpin klasemen Grup E dengan sembilan poin dari tiga kemenangan beruntun. Tim asuhan Igor Tolic belum pernah kebobolan selama fase grup dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket ke fase gugur. Namun, jalan menuju kelolosan tidaklah mulus. Persib harus melewati jadwal padat yang mengadang, dimulai dari laga domestik melawan Isenmulang Kalteng FC pada pekan kedelapan Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Ahad (1/11/2026) pukul 15.30 WIB.
Pada pertandingan tersebut, Persib dipastikan tampil tanpa didampingi pelatih Igor Tolic. Pelatih asal Kroasia itu menjalani sanksi larangan mendampingi tim selama satu pertandingan setelah mengumpulkan dua kartu kuning dalam pertandingan berbeda. Kartu kuning pertama diterima saat Persib menghadapi Persik Kediri, sedangkan kartu kedua diberikan ketika melawan Garudayaksa FC pada 25 Oktober. Regulasi Super League menyebutkan akumulasi dua kartu kuning bagi ofisial berujung larangan mendampingi tim selama satu laga. Absennya Tolic membuat dua asisten pelatih, Zlatko Runje dan Achmad Jufriyanto, harus mengambil peran lebih besar dari pinggir lapangan.
Meski demikian, sanksi tersebut hanya berlaku untuk pertandingan domestik. Tolic tetap dapat memimpin Persib ketika menghadapi Melbourne Victory pada pertandingan keempat Grup E ACL Two di Melbourne Rectangular Stadium, Rabu (4/11/2026). Laga ini menjadi krusial karena kemenangan akan memastikan langkah Persib ke 16 besar. Sebelumnya, Persib berhasil mengalahkan Melbourne Victory dengan skor 2-0 di Bandung, melengkapi kemenangan atas FC Seoul dan The Cong-Viettel FC dengan skor identik 1-0. Situasi ini menuntut Persib menjaga konsistensi di kompetisi domestik sekaligus mempertahankan performa terbaik di panggung Asia dalam rentang pertandingan yang sangat berdekatan.
Di sisi lain, konfederasi sepak bola asia resmi memperbarui ranking kompetisi klub Asia musim 2026/2027 pada Jumat (30/10/2026). Berdasarkan data terbaru Men’s Club Competitions MA Ranking, Indonesia menempati peringkat ke-16 Asia dengan koleksi 31,309 poin dan berada di urutan kesembilan untuk kawasan Asia Timur. Posisi Liga Indonesia tidak berubah setelah Persib menuntaskan pertandingan ketiga fase grup ACL Two. Dalam pembaruan musim 2026/2027, Indonesia telah mengumpulkan 7,500 poin untuk musim berjalan. Catatan ini menjadi kabar positif bagi sepak bola Tanah Air setelah performa impresif wakil Indonesia di kompetisi Asia turut berkontribusi pada perhitungan ranking asosiasi.
Dinamika di tubuh konfederasi sepak bola asia juga menyentuh agenda politik sepak bola dunia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan dukungan negara-negara Asia terhadap Gianni Infantino sangat solid menjelang pemilihan presiden FIFA periode 2027–2031. Menurut Erick, seluruh anggota AFC telah menyatakan sikap yang sama. “Dalam rapat AFC kemarin, 100 persen negara Asia mendukung Gianni Infantino,” kata Erick. Dukungan juga datang dari Presiden Prabowo Subianto, yang disebut memberikan surat dukungan resmi. Erick menilai hubungan Indonesia dengan FIFA berjalan harmonis dan strategis selama kepemimpinan Infantino.
Namun, tidak semua agenda berjalan mulus. Piala Asia 2027 terancam ditunda hingga 2028 akibat situasi keamanan di Timur Tengah yang belum stabil. Erick Thohir mengungkapkan nasib turnamen tersebut akan dibahas dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) konfederasi sepak bola asia pada 18 November 2026 di Bangkok, Thailand. Presiden AFC Salman bin Ibrahim Al Khalifa membuka kemungkinan turnamen diundur setahun apabila kondisi keamanan di kawasan Asia Barat tidak membaik. Erick memastikan dirinya mendapat undangan untuk menghadiri rapat tersebut dan akan menunggu perkembangan jadwal.
Krisis internal sempat mewarnai konfederasi sepak bola asia. Pangeran Ali bin Al Hussein, Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, menyatakan kesiapannya bekerja sama penuh dengan setiap peninjauan yudisial AFC. Sebelumnya, ia menuduh Presiden FIFA Gianni Infantino memanfaatkan kongres AFC di Tokyo untuk tujuan politik. AFC merespons tegas dengan menyatakan bahwa tuduhan serius harus didukung bukti kredibel dan merujuk pernyataan Pangeran Ali ke badan yudisial. Dalam klarifikasinya melalui media sosial X, Pangeran Ali menegaskan menghormati AFC dan badan yudisialnya, serta menyatakan bahwa pernyataannya adalah pernyataan prinsip, bukan tuduhan terhadap siapa pun. Ia juga menegaskan Federasi Yordania akan memberikan suara secara independen sesuai regulasi FIFA.
Dari rangkaian peristiwa ini, terlihat bahwa konfederasi sepak bola asia berada di titik persimpangan antara kompetisi klub, tata kelola organisasi, dan agenda global. Bagi Indonesia, peluang Persib melaju ke 16 besar ACL Two menjadi momentum berharga untuk mengangkat prestasi sekaligus memperkuat posisi Liga Indonesia di ranking Asia. Di saat yang sama, stabilitas keamanan dan dinamika politik internal AFC akan menentukan kelancaran Piala Asia 2027 serta arah dukungan Asia terhadap kepemimpinan FIFA. Semua mata kini tertuju pada keputusan-keputusan yang akan diambil dalam beberapa pekan mendatang, termasuk rapat Exco di Bangkok dan laga penentu Persib di Melbourne.
