Drama di Spectrum Center: Maxey Pimpin 76ers Comeback, Hornets Kecewa di Kandang Sendiri
Inforiau – 01 November 2026 | Pertandingan hornets vs 76ers di Spectrum Center, Charlotte, pada Sabtu malam waktu setempat, menjadi panggung bagi Tyrese Maxey untuk menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin tim. Tanpa kehadiran LeBron James dan Joel Embiid yang diistirahatkan, Maxey mencetak 38 poin dan membawa Philadelphia 76ers meraih kemenangan dramatis 109-104 atas Charlotte Hornets. Kemenangan ini mempertegas posisi Sixers sebagai salah satu tim terkuat di Wilayah Timur dengan rekor 5-1.
Jaylen Brown yang sempat diragukan tampil karena cedera patellar tendinopathy pada lutut kiri, akhirnya turun sebagai starter dan menyumbang 16 poin. Meski sempat kesulitan menemukan ritme tembakan, Brown tampil krusial di akhir pertandingan dengan dua lemparan bebas yang memastikan kemenangan Philadelphia. Sementara itu, Anfernee Simons dari bangku cadangan menambahkan 19 poin, menjadi opsi serangan tambahan yang efektif bagi Sixers.
Laga hornets vs 76ers berjalan sengit sejak kuarter pertama. Charlotte yang juga bermain di malam kedua back-to-back, justru tampil agresif dan memimpin 37-27 di akhir kuarter pertama. Maxey menjadi satu-satunya sumber serangan Philadelphia dengan 15 poin, sementara Brown hanya mencetak 1 poin. Namun, Sixers bangkit di kuarter kedua dengan mencetak 30 poin dan membalikkan keadaan menjadi 57-54 saat turun minum. Maxey dan Grayson Allen terlibat duel tembakan tiga angka yang memukau, masing-masing mencetak 19 poin di paruh pertama.
Memasuki kuarter ketiga, Hornets kembali mengambil kendali. Naz Reid mencetak enam poin dalam rentang 14-4 yang membawa Charlotte unggul delapan poin. Philadelphia sempat memangkas jarak menjadi 79-77 berkat tembakan tiga angka dari Maxey dan Simons, tetapi Hornets menutup kuarter dengan empat poin beruntun dan memimpin enam poin menjelang kuarter keempat. Ketegangan sempat memuncak ketika Allen dan Brown terlibat adu dorong setelah berebut bola di bawah ring. Keduanya mendapat technical foul, namun insiden tersebut justru membakar semangat Sixers.
Dengan waktu tersisa 3:41 di kuarter keempat, Allen mencetak tiga angka yang membawa Hornets unggul 101-94. Namun, Simons dan Maxey kemudian mencetak delapan poin beruntun untuk membawa Philadelphia memimpin 102-101. Setelah Brandon Miller gagal mengeksekusi tembakan, VJ Edgecombe mencetak tiga angka stepback atas Allen untuk memperlebar keunggulan menjadi empat poin. Maxey kemudian menambah dua lemparan bebas setelah dijatuhkan Allen, membawa Sixers unggul 107-101 dengan sisa waktu 23,8 detik. Miller sempat memangkas jarak menjadi tiga poin, tetapi Brown menutup pertandingan dengan dua lemparan bebas dengan 5,2 detik tersisa.
Dari kubu Hornets, Grayson Allen tampil gemilang dengan 27 poin dari bangku cadangan, termasuk 7 dari 10 tembakan tiga angka. Brandon Miller menambahkan 24 poin dengan lima tembakan tiga angka. Meski demikian, Charlotte harus mengakui keunggulan Philadelphia di momen-momen krusial. Hornets juga masih tanpa point guard Coby White (cedera betis) dan shooting guard Kn Knueppel (hamstring), yang membuat kedalaman skuad mereka berkurang.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Sixers mampu bersaing bahkan tanpa dua bintang utamanya. Maxey tampil sebagai pemimpin sejati, sementara peran Brown, Simons, dan Edgecombe memberikan kontribusi signifikan. Bagi Hornets, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah sebelumnya dihancurkan Washington Wizards. Pertandingan hornets vs 76ers ini juga menunjukkan bahwa kedalaman skuad dan ketenangan di akhir pertandingan menjadi faktor penentu. Sixers berhasil membuktikan diri sebagai tim yang tangguh, sementara Hornets harus segera bangkit untuk menghadapi jadwal padat berikutnya.
Dengan hasil ini, Philadelphia 76ers semakin kokoh di papan atas Wilayah Timur, sementara Charlotte Hornets masih tertahan di posisi bawah. Laga hornets vs 76ers akan selalu dikenang sebagai malam ketika Maxey bersinar dan Brown kembali membuktikan kualitasnya. Editor: Abuzar Samad.
