Inforiau – 08 November 2026 | Ajang MRS di Sirkuit Mandalika berdampak bagi ekonomi lokal menjadi perhatian Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Mandalika Racing Series, sirkuit di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dinilai bukan sekadar panggung olahraga otomotif, tetapi juga penggerak usaha warga.
Kemenpar menyatakan penyelenggaraan kejurnas memberikan efek berganda bagi perekonomian sekitar. Rangkaian balap menarik kunjungan wisatawan, atlet, tim, dan pendukung, sehingga permintaan terhadap layanan lokal meningkat selama event berlangsung.
Dampak paling terasa terlihat pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Pelaku kuliner, penyedia homestay, penjual kopi, perajin tenun, hingga pedagang suvenir mendapat tambahan pembeli. Jasa transportasi dan pemandu wisata juga ikut merasakan lonjakan permintaan.
- Okupansi penginapan dan homestay meningkat.
- UMKM kuliner dan suvenir memperoleh kunjungan pembeli.
- Jasa transportasi lokal mendapat order tambahan.
- Promosi destinasi Mandalika semakin luas.
Bagi daerah, ajang ini menjadi momentum memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan wisata berbasis masyarakat. Wisatawan yang datang untuk balapan berpeluang melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Lombok, sehingga masa tinggal dan belanja mereka bisa lebih panjang.
Kemenpar menekankan pentingnya kolaborasi antara pengelola sirkuit, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan warga. Kualitas layanan, kebersihan, keamanan, serta harga yang wajar perlu dijaga agar manfaat ekonomi tidak berhenti saat balapan usai.
Dengan pengelolaan yang konsisten, Ajang MRS di Sirkuit Mandalika berdampak bagi ekonomi lokal dapat menjadi contoh bagaimana event olahraga mendorong pertumbuhan usaha rakyat. Dampaknya tidak hanya pada pendapatan saat acara, tetapi juga pada penguatan citra Mandalika sebagai destinasi yang layak dikunjungi berulang.
Editor: Ahmad Syafwan
