Tomy Winata dan Tantangan Electronic City: Pendapatan Rp1,65 Triliun, Rugi Menyempit
Inforiau – 07 November 2026 | Konglomerat Tomy Winata kembali menjadi perhatian pasar lewat kinerja PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII), entitas ritel elektronik di bawah Artha Graha Network. Pada sembilan bulan 2026, perseroan membukukan pendapatan Rp1,65 triliun, nyaris setara dengan Rp1,66 triliun pada periode sama 2025. Penjualan barang elektronik bermerek menyumbang Rp1,63 triliun.
Meski pendapatan stabil, tekanan biaya masih membebani. ECII mencatat beban pokok penjualan Rp1,4 triliun dan laba kotor Rp256,88 miliar. Namun beban usaha mencapai Rp319,41 miliar sehingga perseroan menanggung rugi tahun berjalan Rp39,99 miliar. Angka itu membaik dibandingkan rugi Rp48,68 miliar pada Januari-September 2025. Laporan bulanan registrasi pemegang saham per akhir Oktober 2026 menyebut penerima manfaat ECII adalah Andi Bharata Winata, yang dikenal sebagai anak Tomy Winata.
Dari sisi jaringan, Electronic City mengelola 62 toko hingga Desember 2025. Gerai menyasar kelas menengah ke atas dengan konsep bernuansa biru. Luas area penjualan bruto umumnya 300 meter persegi hingga 4.000 meter persegi. Toko terbesar berada di SCBD Jakarta dengan luas area penjualan neto 3.925 meter persegi, sementara total luas bruto 62 toko mencapai 52.792,7 meter persegi.
Jejak bisnis Tomy Winata tidak berhenti di ritel elektronik. Artha Graha Network menaungi Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), yang sahamnya pernah melesat 31,58% ke Rp175 pada akhir sesi I 29 Oktober 2024. Dalam dua pekan, harga saham INPC naik 161,19% dari Rp67. Tomy Winata dan Sugianto Kusuma alias Aguan tercatat sebagai penerima manfaat akhir serta wakil komisaris utama bank tersebut.
Selain perbankan, ia memiliki bisnis properti, konstruksi, perdagangan, dan perhotelan. Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) seluas 45 hektare dikelola melalui PT Danayasa Arthatama, sedangkan Hotel Borobudur memiliki 695 kamar. Proyek Rempang Eco City dikerjakan PT Makmur Elok Graha, anak perusahaan Artha Graha Group. Pada 30 Juni 2025, Tomy Winata hadir sebagai tuan rumah dalam groundbreaking ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Artha Industrial Hill, Karawang. Presiden Prabowo Subianto sempat menyapa pria berinisial TW itu di tengah sambutan.
Dengan pendapatan yang hampir datar dan rugi yang menyempit, Electronic City masih menghadapi tantangan efisiensi. Bagi Tomy Winata, kinerja ini menjadi gambaran bahwa jaringan bisnisnya tetap luas, tetapi tekanan operasional di sektor ritel elektronik belum sepenuhnya surut.
Editor: Abuzar Samad
