Al Qadisiyah Kudeta Puncak Klasemen Liga Saudi, Tekuk Al Taawoun di Menit 96 dan Picu Kontroversi
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Persaingan di puncak Liga Pro Saudi musim 2026/27 kian memanas. Al Qadisiyah berhasil merebut posisi teratas klasemen setelah menaklukkan tuan rumah Al Taawoun dengan skor tipis 1-0 pada laga pekan ke-10 yang digelar di Buraydah, Selasa malam. Kemenangan dramatis ini membuat Al Qadisiyah mengoleksi 25 poin, unggul satu angka atas Al Hilal yang berada di posisi kedua namun masih menyimpan satu laga lebih sedikit.
Gol tunggal kemenangan Al Qadisiyah lahir dari kaki gelandang asal Belanda, Tijjani Reijnders, pada menit ke-96 atau tepat di masa injury time babak kedua. Berawal dari situasi di dalam kotak penalti, Reijnders melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper Al Taawoun. Gol telat itu seketika memupus harapan tuan rumah untuk meraih setidaknya satu poin.
Pelatih Al Qadisiyah, Brendan Rodgers, mengaku bangga dengan mentalitas para pemainnya. Ia menilai Al Taawoun merupakan lawan yang sulit ditembus karena bermain dengan organisasi pertahanan rapat dan melibatkan seluruh pemain dalam bertahan. Meski demikian, kegigihan skuadnya sepanjang pertandingan akhirnya berbuah manis.
“Saya senang dengan hasil dan performa, meski kiper Al Taawoun tampil luar biasa dengan sejumlah penyelamatan penting. Yang paling membuat saya bahagia adalah determinasi para pemain sepanjang laga,” ujar Rodgers dalam konferensi pers usai pertandingan.
Rodgers juga menyoroti padatnya jadwal yang harus dijalani timnya. Al Qadisiyah baru saja bermain dua hari sebelumnya, sehingga kemenangan di tengah tekanan jadwal tersebut dinilai sebagai hasil yang sangat positif. Ia pun menyayangkan absennya suporter di stadion dan berharap kehadiran mereka pada laga-laga berikutnya.
Dari kubu Al Taawoun, pelatih Vuk Razovic mengungkapkan bahwa kekalahan timnya tak lepas dari dua pergantian pemain yang terpaksa dilakukan dalam sepuluh menit pertama akibat masalah fisik. Kondisi itu mengacaukan strategi yang telah disiapkan, terutama rencana bermain dengan disiplin bertahan dan menutup ruang serangan Al Qadisiyah. Meski pada beberapa momen babak kedua tampil lebih baik dan sempat mengancam, penyelesaian akhir yang kurang presisi membuat mereka gagal menyamakan kedudukan.
Razovic tetap memberi apresiasi kepada lawannya. Menurutnya, Al Qadisiyah tampil dengan level permainan yang layak meraih kemenangan dan berhasil mengunci tiga poin berharga lewat gol di penghujung laga. Ia mengajak para pemainnya segera melupakan kekalahan dan fokus memperbaiki kesalahan dalam sesi latihan.
Namun, kemenangan ini tidak lepas dari kontroversi. Presiden Al Taawoun, Badr Al-Ghannam, melontarkan tuduhan keras terhadap wasit pertandingan. Dalam video yang beredar, ia menilai pengadil memihak Al Qadisiyah dengan membiarkan pemain Musab Al-Juwayr lolos dari kartu kuning meski melakukan pelanggaran berulang. Menurutnya, hal itu sengaja dilakukan agar sang pemain tidak absen saat menghadapi Al Hilal.
Kontroversi tersebut menambah bumbu jelang laga besar berikutnya. Al Qadisiyah dijadwalkan menjamu Al Hilal di Stadion Pangeran Mohammed bin Fahd, Dammam, pada Jumat mendatang dalam lanjutan pekan ke-11. Sementara itu, di pertandingan lain, Al Nassr menang tipis 1-0 atas Neom berkat gol João Félix, meski Cristiano Ronaldo gagal mengeksekusi penalti. Kemenangan itu menjaga Al Nassr di posisi ketiga dengan 22 poin, tertinggal tiga angka dari Al Qadisiyah yang telah memainkan satu laga lebih banyak.
Dengan persaingan yang semakin ketat di papan atas, duel melawan Al Hilal akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Al Qadisiyah. Kemenangan atas Al Taawoun memang membawa mereka ke puncak, tetapi konsistensi dan ketenangan di laga-laga besar akan menentukan apakah posisi teratas itu mampu dipertahankan hingga akhir musim.
