Al-Qadisiyah vs Al Sadd Berakhir Imbang 1-1, Quiñones Selamatkan Tuan Rumah dari Kejutan
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Duel al-qadisiyah vs al sadd pada matchday ketiga AFC Champions League Elite 2026 di Prince Mohammed Bin Fahd Stadium, Dammam, berakhir dengan skor imbang 1-1, Senin malam waktu setempat. Hasil al-qadisiyah vs al sadd ini membuat tuan rumah Al-Qadisiyah FC tetap bertahan di posisi keenam klasemen Wilayah Barat dengan koleksi empat poin, sementara Al Sadd belum mampu beranjak dari dasar klasemen tanpa raihan poin.
Laga al-qadisiyah vs al sadd sendiri berjalan dengan tempo yang cukup ketat sejak menit awal. Al-Qadisiyah FC yang bertindak sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang dan menguasai bola hingga 68 persen pada seperempat jam pertama. Meski demikian, dominasi penguasaan bola tersebut tidak serta-merta berbuah peluang bersih, karena Al Sadd memilih bermain disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama berlangsung alot. Sejumlah pelanggaran mewarnai jalannya pertandingan. Mohamed Camara dari Al Sadd harus menerima kartu kuning pada menit ke-43, disusul Paulo Otávio yang juga diganjar kartu kuning pada menit 45+4 akibat protes berlebihan. Hingga turun minum, kedudukan al-qadisiyah vs al sadd masih tanpa gol.
Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan sejumlah rotasi. Al Sadd memasukkan Giovani Henrique Amorim da Silva untuk menggantikan Hashim Ali, sementara Al-Qadisiyah FC merespons dengan menghadirkan Christopher Bonsu Baah, Tijjani Reijnders, Turki Al-Ammar, dan Jehad Thakri guna menambah daya gedor. Kartu kuning juga dikeluarkan untuk Mohammed Abu Al-Shamat pada menit ke-59 sebelum ia ditarik keluar.
Kebuntuan akhirnya pecah ketika Akram Afif membuka keunggulan untuk Al Sadd. Namun keunggulan tim tamu tidak bertahan lama. Julian Quiñones tampil sebagai penyelamat tuan rumah dengan mencetak gol penyeimbang, memastikan laga al-qadisiyah vs al sadd berakhir sama kuat 1-1. Gol tersebut menjadi catatan penting bagi Quiñones yang terus menunjukkan ketajamannya bersama Al-Qadisiyah FC musim ini.
Modal Berbeda Sebelum Laga
Menjelang pertandingan, kedua tim memang membawa modal yang bertolak belakang. Al-Qadisiyah FC datang dengan catatan tiga kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dalam lima laga terakhir, termasuk kemenangan 2-1 atas Al-Wasl dan hasil imbang melawan Pakhtakor. Di sisi lain, Al Sadd menelan dua kekalahan beruntun tanpa mencetak gol di kompetisi ini, yakni dibantai Esteghlal 0-3 dan takluk 0-2 dari Al-Hilal.
Tuan rumah juga sempat diterpa krisis cedera jelang laga. Tiga pemain kunci, yakni gelandang Nahitan Nández, bek Nacho Fernández, serta bek Ali Diabate, harus absen sehingga membatasi opsi taktik pelatih. Meski begitu, Al-Qadisiyah FC terbukti mampu mengatasi keterbatasan tersebut dan tetap tampil solid.
Dampak bagi Klasemen
Tambahan satu poin membuat Al-Qadisiyah FC tetap menjaga jarak dari kelompok papan atas Wilayah Barat dan mempertahankan posisi keenam. Sementara itu, Al Sadd masih terpaku di posisi ke-16 tanpa poin, sehingga tekanan untuk meraih kemenangan pertama semakin besar pada laga-laga berikutnya. Hasil al-qadisiyah vs al sadd ini menjadi sinyal bahwa tim asal Qatar tersebut masih kesulitan menemukan konsistensi di pentas elite Asia.
Bagi Al-Qadisiyah FC, hasil imbang ini patut disyukuri mengingat mereka sempat tertinggal lebih dulu. Karakter tim yang tidak mudah menyerah menjadi modal berharga untuk menjaga persaingan di fase liga. Sementara Al Sadd harus segera berbenah jika tidak ingin terus terpuruk di dasar klasemen.
Secara keseluruhan, duel al-qadisiyah vs al sadd menyajikan pertarungan taktik yang menarik antara penguasaan bola dan efisiensi serangan balik. Kedua tim masih memiliki pekerjaan rumah masing-masing, namun laga ini membuktikan bahwa persaingan di AFC Champions League Elite musim ini berlangsung sangat ketat dan penuh kejutan.
Editor: Sukri Mustakim
