Al-Taawon vs Al-Qadisiyah: Gol Menit 90+6 Reijnders Bawa Tamu ke Puncak Klasemen
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Drama di Stadion Al-Taawoun tuntas sudah. Dalam laga lanjutan pekan ke-10 Pro League Arab Saudi, al-taawon vs al-qadisiyah tersaji sebagai pertarungan yang tidak seimbang di atas kertas, namun baru terpecahkan di detik-detik terakhir. Tijjani Reijnders menjadi pahlawan tamu lewat gol tunggal pada menit 90+6, memastikan kemenangan 0-1 bagi Al-Qadisiyah dan mengangkat mereka ke puncak klasemen sementara.
Pertandingan al-taawon vs al-qadisiyah sejatinya sudah menunjukkan arah sejak peluit pertama. Al-Qadisiyah tampil mendominasi penguasaan bola hingga 71 persen berbanding 29 persen milik tuan rumah. Statistik tembakan pun berbicara gamblang: 20 percobaan ke arah gawang Al-Taawoun, sementara tuan rumah hanya mampu mencatat enam tembakan. Meski demikian, buntunya penyelesaian akhir membuat skor kacamata bertahan nyaris sepanjang laga.
Tekanan demi tekanan yang dilancarkan skuad tamu memaksa Al-Taawoun melakukan sejumlah perubahan taktis. Sejak menit ketujuh, Nasser Al-Haleel masuk menggantikan Muteb Al-Mufarrij. Tujuh menit berselang, giliran Mohammed Bassam Al Hurayji yang diturunkan menggantikan Abdulrahman Hendi. Pergantian terus dilakukan tuan rumah, termasuk memasukkan Rakan Al Tulayhi, Awn Al-Saluli, dan Nedim Bajrami, demi menjaga benteng pertahanan tetap kokoh di tengah gempuran.
Di kubu Al-Qadisiyah, pelatih tak tinggal diam. Musab Al-Juwayr dimasukkan menggantikan Mohammed Hamad Al-Qahtani pada menit 58, disusul masuknya Mateo Retegui sebagai pengganti Abdullah Al-Salem pada menit yang sama. Upaya menambah daya gedor terus dilakukan, termasuk memasukkan Turki Al-Ammar pada menit 88. Aroma gol kemenangan memang sudah tercium sejak lama, dan al-taawon vs al-qadisiyah akhirnya menemukan titik terangnya di masa injury time.
Pada menit 90+6, Christopher Bonsu Baah melepaskan umpan yang disambut dingin oleh Reijnders. Gelandang asal Belanda itu melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dibendung kiper Al-Taawoun. Gol dramatis tersebut sontak membungkam publik tuan rumah dan menjadi puncak dari kesabaran Al-Qadisiyah sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini membawa dampak besar bagi peta persaingan di papan atas. Al-Qadisiyah kini mengoleksi 25 poin dari sepuluh laga, unggul satu angka atas Al-Hilal yang baru mengumpulkan 24 poin dari jumlah pertandingan lebih sedikit. Sementara itu, Al-Nassr tertahan di posisi ketiga dengan 19 poin dan masih menyisakan dua laga. Persaingan gelar juara musim ini pun kian memanas, dan hasil dari al-taawon vs al-qadisiyah menjadi salah satu faktor penentunya.
Bagi Al-Taawoun, kekalahan ini memperpanjang nestapa mereka. Tuan rumah terpuruk di posisi ke-17 klasemen dengan raihan poin yang minim. Kekalahan dari al-taawon vs al-qadisiyah menegaskan betapa rentannya mereka ketika menghadapi tim-tim papan atas, terutama dalam hal penguasaan bola dan ketenangan di lini belakang pada menit-menit akhir.
Menariknya, laga ini menjadi kontras dengan pertandingan lain di pekan yang sama. Al-Nassr, yang sempat disebut sebagai pesaing utama, hanya menang tipis 1-0 atas NEOM lewat gol Joao Felix, bahkan setelah Cristiano Ronaldo gagal mengeksekusi penalti. Sementara Al-Diriyah menundukkan Al-Riyadh 1-0 berkat gol Oscar Rodriguez. Di tengah hasil-hasil tipis tersebut, kemenangan dramatis Al-Qadisiyah di laga al-taawon vs al-qadisiyah menjadi sinyal kuat bahwa mereka serius mengejar gelar.
Dengan performa dominan dan mentalitas pantang menyerah, Al-Qadisiyah membuktikan bahwa kualitas mereka bukan sekadar kebetulan. Gol Reijnders di penghujung laga akan dikenang sebagai momen penentu yang mengubah arah kompetisi. Kini tantangannya adalah menjaga konsistensi, sebab tekanan dari Al-Hilal dan Al-Nassr dipastikan akan semakin besar di pekan-pekan mendatang.
