Alex Lanier Jadi Tembok Terakhir Ubed di Semifinal French Open 2026, Mampukah Wakil Indonesia Pecah Tradisi Tuan Rumah?
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Perjalanan impresif tunggal putra Indonesia, Muhammad Zaki Ubaidillah atau yang akrab disapa Ubed, di French Open 2026 akhirnya membawanya ke babak semifinal. Namun, rintangan terberat kini menghadang: ia harus menantang bintang tuan rumah sekaligus unggulan ketujuh, Alex Lanier, di Arena Grand Paris, Prancis, Sabtu malam (24/10/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Laga ini menjadi penentu apakah Ubed mampu melanjutkan kejutan atau justru harus mengakui keunggulan Alex Lanier yang tampil di hadapan publik sendiri.
Ubed memastikan tiket empat besar setelah menundukkan wakil Chinese Taipei, Chi Yu Jen, dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-13 pada perempat final Jumat (23/10/2026). Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkannya ke semifinal pertamanya di turnamen BWF World Tour Super 750, sebuah pencapaian yang ia syukuri.
“Semifinal pertama di level Super 750 menjadi bagian lain pencapaian saya tahun ini. Tidak menyangka, tapi saya selalu belajar dari semua pertandingan yang saya jalani, evaluasi setiap menang dan kalah, mengambil apa yang bagus dari setiap kesempatan, bersyukur bisa sampai di sini,” kata Ubed dalam keterangan yang disampaikan PBSI.
Meski menang dua gim langsung, pertandingan melawan Chi Yu Jen tidak berjalan mulus. Ubed sempat tertinggal pada awal gim pertama sebelum memperbaiki permainan dan mengambil alih kendali. Setelah interval, ia meningkatkan tempo sekaligus menjaga fokus agar strategi yang disiapkan berjalan baik. Ia bahkan mengalami luka ringan pada pertengahan gim pertama dan mendapat penanganan medis. Setelah itu, konsentrasi lawan mulai terganggu dan Ubed memanfaatkannya untuk mendulang poin.
Menghadapi Alex Lanier, Ubed tidak hanya berhadapan dengan kualitas teknis lawan, tetapi juga tekanan dukungan penonton tuan rumah. Status Lanier sebagai unggulan ketujuh berbanding terbalik dengan Ubed yang melangkah sebagai pemain nonunggulan. Namun, perbedaan status tidak otomatis menentukan hasil. Ubed tetap berpeluang bila mampu menjaga konsistensi, menekan kesalahan sendiri, dan memanfaatkan peluang yang muncul.
Perjalanan Ubed di French Open 2026 sendiri menjadi sorotan. Salah satu hasil penting yang mengangkat namanya adalah kemenangan atas seniornya, Jonatan Christie, pada babak 32 besar. Sempat kehilangan gim pertama 16-21, Ubed bangkit dan merebut dua gim berikutnya dengan skor 21-17 dan 21-17. Kemenangan itu memperlihatkan kemampuannya menjaga fokus meski dalam situasi tertinggal.
Indonesia secara keseluruhan meloloskan empat wakil ke semifinal French Open 2026. Selain Ubed, sektor ganda putri mengirim Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang bangkit dari kekalahan gim pertama untuk menundukkan Hinata Suzuki/Nao Yamakita lewat rubber game 18-21, 21-16, 21-16. Mereka selanjutnya menghadapi unggulan Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.
Sektor ganda putra menyumbang dua wakil. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menang dua gim langsung atas Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi dengan skor ketat 23-21, 21-18, dan akan bersua Man Wei Chong/Tee Kai Wun dari Malaysia. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga melaju setelah menaklukkan Kang Min-hyuk/Lee Jong-min 21-14, 21-19.
Di sisi lain, empat wakil Indonesia harus terhenti di perempat final. Tunggal putri Putri Kusuma Wardani takluk dari Hina Akechi 17-21, 18-21, sementara tunggal putra Alwi Farhan disingkirkan Huzhen An 19-21, 12-21. Dari ganda campuran, Amir Syahnawi/Nita Violina Marwah kalah rubber game dari Feng Yen Zhe/Huang Dong Ping 21-13, 13-21, 13-21, serta ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menyerah dari Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto 17-21, 18-21.
Bagi Ubed, duel melawan Alex Lanier bukan sekadar perebutan tiket final. Pertandingan ini menjadi tolok ukur kemampuannya menghadapi pemain papan atas di panggung internasional, sekaligus ujian kematangan di tengah tekanan publik sendiri yang berpihak pada Alex Lanier. Jika mampu melewati rintangan ini, Ubed tidak hanya membuka peluang juara, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan baru bulu tangkis Indonesia.
Dengan modal konsistensi, keberanian mengambil inisiatif, dan kemampuan bangkit dari tekanan, Ubed memiliki bekal untuk memberi perlawanan sengit. Pertanyaannya kini sederhana: mampukah ia menyingkirkan jagoan tuan rumah dan memecah tradisi dukungan publik Prancis yang mengiringi langkah Alex Lanier?
