Lion Air dan Aturan Bagasi Terbaru 2026: Jangan Sampai Kena Biaya Ekstra di Bandara
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Penumpang yang hendak terbang bersama lion air maupun maskapai lain kini dituntut lebih cermat dalam memahami ketentuan bagasi. Pasalnya, setiap maskapai menerapkan aturan berbeda terkait batas berat dan jatah bagasi gratis, termasuk lion air yang menetapkan jatah bagasi tercatat gratis maksimal 10 kg bagi penumpangnya. Perbedaan ini membuat penumpang perlu memeriksa ketentuan sebelum berangkat agar tidak dikenai biaya tambahan di bandara.
Perubahan paling mencolok tahun ini datang dari Garuda Indonesia yang mulai menerapkan sistem Piece Concept sejak 1 September 2026. Sistem ini menggantikan Weight Concept yang selama ini menghitung bagasi berdasarkan total berat. Dengan Piece Concept, jatah bagasi ditentukan berdasarkan jumlah koper dan batas berat setiap koper, yakni berkisar 23 hingga 32 kg tergantung kelas penerbangan, rute, dan jenis tiket.
Sementara itu, Citilink menyediakan bagasi gratis 15 kg untuk penerbangan reguler, sedangkan lion air menetapkan jatah bagasi tercatat gratis maksimal 10 kg. Perbedaan jatah antara Garuda, Citilink, dan lion air ini menjadi pengingat bagi calon penumpang untuk menyesuaikan barang bawaan dengan aturan yang berlaku di masing-masing maskapai.
Memahami Sistem Piece Concept Garuda Indonesia
Dalam penerapan Piece Concept, penumpang perlu memperhatikan dua hal utama, yakni jumlah koper dan berat masing-masing koper. Contohnya, penumpang kelas Ekonomi dengan jatah satu koper maksimal 23 kg tidak otomatis diperbolehkan membawa dua koper yang masing-masing beratnya 10 kg. Meski total beratnya hanya 20 kg, jumlah koper tersebut telah melebihi alokasi yang diberikan.
Hal serupa berlaku bagi penumpang yang membawa satu koper melebihi batas maksimum. Penumpang dengan jatah dua koper masing-masing maksimal 23 kg tidak dapat menggabungkan seluruh kuota menjadi satu koper seberat 35 kg tanpa mengikuti ketentuan kelebihan berat. Jika bagasi melebihi batas, penumpang dapat memindahkan barang ke koper lain sesuai alokasi atau ke bagasi kabin maksimal 7 kg.
Apabila masih berlebih, penumpang dapat membeli Additional Piece untuk tambahan koper atau menggunakan layanan Excess Baggage, termasuk Heavy Bag bagi bagasi kelas ekonomi dengan berat lebih dari 23 kg hingga maksimal 32 kg. Tiket yang diterbitkan sebelum 1 September 2026 tetap menggunakan Weight Concept meski penerbangan berlangsung setelah tanggal tersebut, sedangkan tiket yang diterbitkan atau diterbitkan ulang dengan Date of Issue baru mengikuti Piece Concept.
Perbandingan Jatah Bagasi Tiga Maskapai
| Maskapai | Sistem/Jatah Bagasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Garuda Indonesia | Piece Concept | Berlaku sejak 1 September 2026, 23–32 kg per koper sesuai kelas dan rute |
| Citilink | 15 kg | Bagasi gratis untuk penerbangan reguler |
| Lion Air | 10 kg | Jatah bagasi tercatat gratis maksimal |
Di sisi lain, jaringan logistik Lion Parcel yang berada dalam ekosistem yang sama dengan lion air turut memperluas layanan internasional. Melalui ajang Trade Expo Indonesia 2026, Lion Parcel memperkenalkan layanan pengiriman INTERPACK yang menjangkau lebih dari 220 destinasi internasional dengan tarif mulai Rp37.500, serta solusi B2B bagi pelaku usaha. Perusahaan juga membuka kantor internasional pertama di Subang Jaya, Malaysia, pada September 2026.
Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto menyatakan kesiapan logistik menjadi aspek penting bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis ke pasar internasional. “Kesiapan logistik menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Karena itu, Lion Parcel terus mengembangkan kapabilitas internasional dan solusi logistik yang relevan dengan kebutuhan bisnis,” ujarnya.
Jejak Kelam JT 610 dan Penghentian Pencarian
Nama lion air juga melekat pada peristiwa duka kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Muhammad Syaugi menyatakan pencarian korban dihentikan secara terpusat pada 10 November 2018. “Operasi secara terpusat ditutup hari ini. Namun, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta dan Bandung tetap siaga 24 jam,” kata Syaugi.
Tim pencarian gabungan telah berupaya maksimal selama 13 hari sebelum evaluasi memutuskan penghentian. Hingga pencarian dihentikan, tim menemukan 196 kantong jenazah, sementara jumlah penumpang dan awak pesawat yang tercatat resmi sebanyak 189 orang. Syaugi memohon maaf kepada seluruh masyarakat, terutama keluarga korban, apabila upaya evakuasi belum menyenangkan semua pihak.
Dari rangkaian peristiwa tersebut, publik diingatkan bahwa maskapai penerbangan seperti lion air terus dituntut meningkatkan standar keselamatan sekaligus memperjelas aturan layanan kepada penumpang. Bagi calon penumpang, memeriksa jatah bagasi pada e-ticket sebelum berangkat menjadi langkah sederhana yang dapat menghindarkan dari biaya tambahan maupun kekecewaan di bandara. Dengan memahami perbedaan ketentuan antar maskapai, penumpang dapat merencanakan perjalanan lebih tenang dan efisien.
