Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Ketiga, Kane Pecahkan Kutukan 25 Tahun Inggris
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Gelaran Ballon d’Or 2026 di London Palladium, Inggris, menjadi malam bersejarah bagi Alexia Putellas. Gelandang asal Spanyol itu kembali menorehkan namanya di buku sejarah setelah meraih Ballon d’Or Féminin untuk ketiga kalinya dalam kariernya, menyamai pencapaian kompatriotnya, Aitana Bonmatí. Prestasi ini menegaskan posisi Alexia Putellas sebagai salah satu pesepakbola wanita terhebat sepanjang masa.
Bagi Alexia Putellas, trofi ini melengkapi perjalanan gemilangnya bersama Barcelona pada musim 2025/2026. Meski telah meninggalkan klub pada Juli 2026 untuk bergabung dengan London City Lionesses, ia tetap dikenang sebagai ikon Blaugrana. Selama 14 tahun membela Barcelona (2012-2026), Alexia Putellas mempersembahkan 38 trofi, termasuk empat Liga Champions. Pada musim terakhirnya, ia mencetak 20 gol dalam 43 pertandingan dan menjadi pemain terbaik Liga Champions dengan torehan 7 gol serta 7 assist dalam 11 laga.
Keberhasilan Alexia Putellas tidak lepas dari dominasi Barcelona yang menyapu bersih empat gelar: Liga Champions, Liga Spanyol, Copa de la Reina, dan Supercopa de España. Di level internasional, ia juga telah mengantarkan Spanyol menjuarai Piala Dunia Wanita 2023 serta UEFA Nations League 2024 dan 2025. Kini, dengan koleksi tiga Ballon d’Or, ia berdiri sejajar dengan Bonmatí sebagai peraih trofi terbanyak dalam sejarah penghargaan tersebut.
Sementara itu, di kategori putra, Harry Kane akhirnya memecahkan kutukan 25 tahun. Kapten timnas Inggris dan penyerang Bayern Munich itu menjadi orang Inggris pertama yang meraih Ballon d’Or sejak Michael Owen pada 2001. Kane mengalahkan Kylian Mbappé (Real Madrid) dan Lamine Yamal (Barcelona) yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.
Musim luar biasa Kane ditandai dengan 73 gol dan 8 assist di semua kompetisi, total 81 kontribusi gol. Ia membantu Bayern Munich meraih treble domestik: Bundesliga, DFB-Pokal, dan DFL-Supercup. Di Bundesliga, ia mencetak 36 gol dalam 31 pertandingan. Meski Bayern gugur di semifinal Liga Champions oleh Paris Saint-Germain, Kane tetap bersinar dengan 14 gol dalam 13 laga, termasuk gol di kedua leg perempat final melawan Real Madrid dan semifinal kontra PSG. Bersama Inggris, ia mencetak enam gol dan satu assist saat The Three Lions finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2026.
“Saya sangat ingin bisa meraih sesuatu seperti ini. Ini akan menjadi tonggak penting dalam karier saya,” ujar Kane sebelum pengumuman pemenang. Penghargaan ini menjadi puncak karier bagi striker berusia 33 tahun tersebut, yang telah lama dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik Eropa.
Malam penganugerahan yang dipandu legenda Brasil, Ronaldo Nazário, juga mencatat sejarah lain. Untuk pertama kalinya dalam 70 edisi, acara yang digagas majalah France Football itu digelar di Inggris, sebagai penghormatan kepada Stanley Matthews, penerima Ballon d’Or pertama. Sistem pemungutan suara melibatkan 100 jurnalis dari negara-negara peringkat atas FIFA, yang memilih 10 pemain terbaik dari daftar 30 nominasi dengan poin maksimal 15.
Dengan kemenangan ini, Alexia Putellas dan Harry Kane sama-sama menegaskan dominasi mereka di panggung sepak bola dunia. Bagi Putellas, trofi ketiga adalah bukti konsistensi dan dedikasi panjang di level tertinggi. Bagi Kane, ini adalah pembuktian bahwa kerja keras dan ketajaman insting gol akhirnya berbuah pengakuan tertinggi. Ballon d’Or 2026 akan dikenang sebagai malam di mana dua generasi berbeda merayakan kejayaan, dan nama Alexia Putellas semakin terukir abadi dalam sejarah sepak bola wanita.
