Inforiau – 28 Oktober 2026 | Langkah proaktif dalam menjaga stabilitas sistem keuangan syariah kembali ditunjukkan oleh PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda). Sebagai bentuk komitmen memperkuat ketahanan teknologi informasi, upaya antisipasi ancaman siber BRK Syariah gelar Workshop Penanganan Siber yang dirancang untuk membekali jajaran internal dengan kemampuan mitigasi risiko digital yang makin kompleks. Kegiatan bertajuk Workshop Pengujian Penanganan Insiden Keamanan Siber dengan metode Table-Top Exercise ini berlangsung di Ruang Hang Tuah Lantai 5, Menara Dang Merdu BRK Syariah, pada 26 Oktober 2026, dan menjadi salah satu agenda strategis bank daerah dalam menghadapi lanskap ancaman siber yang terus berkembang.
Inisiatif ini digagas oleh Divisi Manajemen Sumber Daya Insani (SDI) BRK Syariah sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan informasi. Melalui metode Table-Top Exercise, para peserta diajak mensimulasikan skenario serangan siber secara terstruktur, mulai dari identifikasi insiden, eskalasi, pengambilan keputusan, hingga pemulihan layanan. Pendekatan ini dinilai efektif karena mampu menguji kesiapan tim lintas fungsi tanpa harus mengganggu operasional sistem produksi yang sedang berjalan.
Mengapa Ketahanan Siber Kian Krusial bagi Industri Keuangan
Industri keuangan, termasuk perbankan syariah, menjadi salah satu sektor paling rentan terhadap serangan siber. Nilai transaksi yang tinggi, data nasabah yang sensitif, serta ketergantungan pada layanan digital membuat bank menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber. Mulai dari phishing, ransomware, hingga serangan terhadap infrastruktur inti, seluruhnya menuntut kesiapan teknis dan prosedural yang matang. Dalam konteks inilah langkah antisipasi ancaman siber BRK Syariah gelar Workshop Penanganan Siber menjadi relevan sebagai fondasi pertahanan berlapis.
Workshop ini tidak sekadar menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga wadah pengujian prosedur tanggap darurat yang telah disusun bank. Peserta dilatih untuk memahami peran masing-masing dalam struktur penanganan insiden, termasuk bagaimana berkoordinasi dengan tim teknologi informasi, manajemen risiko, kepatuhan, hingga komunikasi publik saat terjadi krisis. Dengan begitu, ketika insiden nyata terjadi, respons yang diberikan dapat cepat, terukur, dan tidak menimbulkan kepanikan berlebihan.
Langkah Strategis yang Dilakukan BRK Syariah
Sebagai bank yang beroperasi dengan prinsip syariah, BRK Syariah menempatkan kepercayaan nasabah sebagai aset utama. Kepercayaan tersebut hanya dapat dijaga apabila sistem teknologi informasi bank mampu melindungi data dan dana masyarakat dari berbagai ancaman. Beberapa langkah strategis yang tampak dari penyelenggaraan kegiatan ini antara lain:
- Penguatan tata kelola keamanan informasi melalui pelatihan rutin bagi pegawai lintas divisi.
- Simulasi skenario serangan siber untuk menguji efektivitas prosedur tanggap darurat.
- Peningkatan koordinasi antarunit dalam menghadapi insiden keamanan.
- Evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan dan teknologi keamanan yang digunakan.
- Penyusunan rencana pemulihan layanan agar operasional bank tetap berjalan saat terjadi gangguan.
Upaya antisipasi ancaman siber BRK Syariah gelar Workshop Penanganan Siber ini juga sejalan dengan tren nasional yang mendorong seluruh lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan standar keamanan siber. Regulator terus menekankan pentingnya manajemen risiko teknologi informasi, termasuk kewajiban melakukan pengujian berkala terhadap sistem dan sumber daya manusia yang mengelolanya. Dengan demikian, langkah BRK Syariah bukan hanya kebutuhan internal, tetapi juga bagian dari pemenuhan komitmen terhadap ekosistem keuangan yang sehat.
Metode Table-Top Exercise dan Manfaatnya
Table-Top Exercise merupakan metode pelatihan yang menempatkan peserta pada situasi simulasi tanpa melibatkan perangkat keras atau sistem secara langsung. Meski terkesan sederhana, metode ini memiliki keunggulan dalam menguji aspek pengambilan keputusan, komunikasi, dan koordinasi antar tim. Peserta dituntut berpikir cepat menghadapi skenario yang disusun menyerupai insiden nyata, sehingga kemampuan analisis dan kerja sama tim terasah secara optimal.
| Aspek Pengujian | Manfaat |
|---|---|
| Identifikasi insiden | Mempercepat deteksi dini terhadap potensi serangan |
| Eskalasi dan koordinasi | Memastikan alur pelaporan berjalan sesuai prosedur |
| Pengambilan keputusan | Melatih pimpinan mengambil langkah tepat di bawah tekanan |
| Pemulihan layanan | Menjamin keberlangsungan operasional bank |
Melalui simulasi tersebut, bank dapat mengidentifikasi celah dalam prosedur yang selama ini berjalan. Temuan dari latihan kemudian dijadikan dasar perbaikan kebijakan, penyempurnaan alur komunikasi, serta peningkatan kompetensi pegawai. Pendekatan berkelanjutan semacam ini menjadi kunci agar kesiapan menghadapi ancaman siber tidak bersifat musiman, melainkan menjadi budaya kerja yang melekat di seluruh lini organisasi.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kesadaran kolektif terhadap risiko siber. Serangan siber tidak selalu datang melalui perangkat canggih, tetapi kerap diawali dari kelalaian manusia, seperti membuka tautan mencurigakan atau membagikan kredensial akses secara sembarangan. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan kepada seluruh pegawai menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pertahanan bank.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, upaya antisipasi ancaman siber BRK Syariah gelar Workshop Penanganan Siber diharapkan mampu memperkuat posisi bank sebagai lembaga keuangan syariah yang andal dan terpercaya. Komitmen untuk terus berinvestasi pada keamanan informasi merupakan wujud nyata perlindungan terhadap nasabah sekaligus kontribusi bagi stabilitas sistem keuangan daerah. Ke depan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pembaruan teknologi, serta evaluasi prosedur secara berkala akan terus menjadi prioritas agar BRK Syariah senantiasa siap menghadapi dinamika ancaman digital yang kian kompleks.
