Arouca Terus Melaju: Rekor Baru Vítor Severino dan Ancaman Nyata bagi Sporting
Inforiau – 02 November 2026 | Arouca kembali mencuri perhatian di kancah Liga Portugal. Klub berjuluk Lobos de Arouca itu baru saja mengalahkan Nacional dengan skor tipis 1-0 dalam laga jornada ke-10 yang digelar di Estádio Municipal de Arouca. Gol tunggal kemenangan tercipta melalui gol bunuh diri Matheus Dias pada menit ke-64, sebuah momen yang memastikan tiga poin penuh bagi tim tuan rumah dan memperpanjang tren positif mereka musim ini.
Kemenangan ini menjadi istimewa karena menandai rekor baru bagi pelatih Vítor Severino. Sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada 11 Oktober 2026 menggantikan Vasco Seabra, Severino telah memimpin empat pertandingan dan meraih empat kemenangan beruntun. Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Daniel Ramos, yang pada awal kariernya di Arouca mencatat tiga kemenangan dan satu kekalahan. Dengan demikian, Severino kini tercatat sebagai pelatih dengan torehan kemenangan terbanyak pada awal masa jabatannya di klub tersebut.
Bagi Arouca, hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan sejak 13 September 2026. Tim asuhan Severino kini mengoleksi 20 poin dari sepuluh pertandingan, hanya terpaut satu angka dari Sporting yang berada di posisi ketiga. Kemenangan atas Nacional juga menjadi kemenangan ketiga beruntun setelah sebelumnya menumbangkan Alverca dan Estrela da Amadora. Secara keseluruhan, Arouca telah mencetak 13 gol dan hanya kebobolan 7 gol di liga, menjadikannya salah satu tim dengan pertahanan terbaik di kompetisi.
Pertandingan melawan Nacional sendiri berlangsung sengit. Kedua tim menampilkan blok pertahanan yang rapat sehingga peluang tercipta sangat minim. Pada babak pertama, tidak ada satu pun tembakan yang mengarah ke gawang dari kedua tim. Arouca mendominasi penguasaan bola, sementara Nacional bertahan dengan disiplin dan sesekali melancarkan serangan balik melalui sisi kiri pertahanan lawan. Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit meningkat. Severino memasukkan Pablo Gozálbez untuk menambah daya gedor, dan perubahan itu hampir berbuah gol sebelum akhirnya gol bunuh diri Matheus Dias memecah kebuntuan.
Kemenangan ini juga menjadi pukulan telak bagi Nacional. Klub berjuluk Alvinegro itu menelan kekalahan ketujuh musim ini dan masih tertahan di posisi ke-15 dengan koleksi 7 poin, sama dengan Casa Pia dan Rio Ave yang memiliki satu pertandingan lebih sedikit. Pelatih anyar Nacional, João Henriques, belum mampu membawa perubahan berarti sejak ditunjuk menggantikan pelatih sebelumnya.
Di sisi lain, performa impresif Arouca turut mengundang perhatian menjelang laga berikutnya melawan Famalicão pada 6 November 2026 di Estádio Municipal 22 de Junho. Laga tersebut akan mempertemukan dua pelatih yang baru bergabung: Ricardo Silva di kubu Famalicão dan Vítor Severino di kubu Arouca. Menariknya, kedua pelatih memulai kiprahnya dengan kemenangan, tetapi jalan mereka setelahnya berbeda jauh. Severino mampu menjaga konsistensi dengan empat kemenangan beruntun, sementara Ricardo Silva baru mengoleksi satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dalam tiga laga.
Famalicão sendiri saat ini berada di posisi ke-12 dengan 10 poin dari sepuluh pertandingan. Tim asuhan Ricardo Silva baru saja menelan kekalahan 0-3 dari Braga pada 1 November 2026, setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Braga di ajang Taça da Liga. Kondisi ini tentu menjadi modal berharga bagi Arouca untuk melanjutkan tren positif mereka, meskipun sejarah pertemuan kedua tim menunjukkan Famalicão lebih dominan dalam beberapa tahun terakhir. Arouca terakhir kali mengalahkan Famalicão pada 23 Februari 2024 dengan skor 3-2 di kandang, dan sejak itu belum pernah menang lagi dalam empat pertemuan terakhir.
Meski demikian, momentum yang dimiliki Arouca saat ini sangat berbeda. Dengan empat kemenangan beruntun di bawah Severino, tim berjuluk Lobos de Arouca itu tampil percaya diri dan solid. Kombinasi lini tengah yang kreatif serta pertahanan yang disiplin menjadi kunci keberhasilan mereka musim ini. Kemenangan atas Nacional juga menjadi bukti bahwa Arouca mampu memecah kebuntuan meski lawan bermain defensif.
Di klasemen sementara, Arouca berada di posisi keempat dengan 20 poin, terpaut satu poin dari Sporting di posisi ketiga. Sementara itu, Santa Clara dan Académico de Viseu juga menempel ketat dengan 19 poin. Persaingan di papan atas Liga Portugal musim ini semakin menarik, dan Arouca menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perebutan tiket Eropa.
Dengan performa apik yang ditunjukkan Arouca, bukan tidak mungkin jika tim asuhan Vítor Severino ini terus melaju dan mengancam posisi tim-tim besar. Pertandingan melawan Famalicão nanti akan menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi Arouca. Jika mampu meraih hasil positif, posisi mereka di papan atas akan semakin kokoh, dan mimpi untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan bukanlah hal yang mustahil.
