Ashley Young Blak-blakan: Pemain Bournemouth Lebih Layak di MU, Peringatkan Conte Bisa Jadi Bencana
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Mantan bek Manchester United, Ashley Young, kembali menjadi sorotan dengan komentar pedasnya terhadap kondisi mantan klubnya. Dalam wawancara terbaru, Ashley Young menyebut bahwa pemain Bournemouth lebih layak memperkuat Manchester United setelah kekalahan memalukan 0-3 di Old Trafford. Kritik ini disampaikan Ashley Young di tengah krisis yang melanda Setan Merah, yang belum meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Kekalahan dari Bournemouth pada Minggu (25/10/2026) malam WIB menjadi pukulan telak bagi manajer Michael Carrick. Gol-gol dari Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson membuat suporter di Old Trafford mencemooh para pemain. Meski demikian, dukungan kepada Carrick masih mengalir karena statusnya sebagai legenda klub. Namun, Ashley Young menilai para pemain tidak menunjukkan performa yang pantas. “Sayangnya bagi Michael Carrick, situasi ini sangat mengecewakan. Suporter mendukung dia karena dia legenda klub. Namun, para pemain di lapangan tidak menunjukkan apa-apa. Mereka tidak berlari dan tidak terlihat bermain sebagai sebuah tim,” ujar Young.
Lebih lanjut, Ashley Young membandingkan skuad MU dengan Bournemouth. “Jika melihat perbedaan dengan Bournemouth, saya rasa semua pemain Bournemouth akan lebih layak mengisi tim Manchester United. Penampilan Manchester United benar-benar buruk,” tegasnya. Kritik ini bukan kali pertama Ashley Young menyuarakan keprihatinannya. Sebelumnya, ia juga memperingatkan klub tentang potensi bencana jika merekrut Antonio Conte sebagai pelatih kepala.
Conte santer dikaitkan dengan kursi pelatih Old Trafford menyusul tekanan yang meningkat pada Carrick. Laporan menyebutkan Carrick berada di ambang pemecatan setelah kekalahan 4-1 dari Como di Liga Champions dan kekalahan kandang 0-3 dari Bournemouth. Krisis semakin dalam ketika para pemain senior secara terbuka mengkritik keputusan klub. Conte muncul sebagai kandidat kuat, tetapi Ashley Young yang pernah bekerja di bawah asuhannya di Inter Milan justru memberikan peringatan keras.
“Saya pernah bekerja di bawah asuhannya di Inter. Dia gila, sungguh, gila,” kata Young. “Banyak yang membicarakan statistik lari para pemain Man United. Kalau mereka tidak mau berlari dan Antonio Conte datang ke sana, menurut saya itu akan menjadi bencana.” Young mengungkapkan bahwa metode Conte sangat menuntut, dengan sesi latihan intensif dan rapat taktik yang panjang. “Ada banyak hal yang dia lakukan. Sesi latihannya banyak berupa permainan 11 lawan 11, yang terkadang sedikit membosankan. Rapatnya panjang. Kalau kami kalah dalam suatu pertandingan, kami bisa masuk ke ruang rapat dan dia benar-benar menghentikan semuanya. Kami bisa berada di sana selama tiga atau empat jam,” jelasnya.
Peringatan Ashley Young ini menjadi cerminan betapa peliknya situasi Manchester United saat ini. Dengan performa yang jauh dari kata memuaskan dan posisi di klasemen yang hanya satu poin dari zona degradasi, klub harus mengambil keputusan tepat. Apakah mempertahankan Carrick atau mendatangkan Conte, keputusan tersebut akan sangat menentukan arah masa depan Setan Merah. Young, yang kini menjadi komentator, berharap klub mendengarkan kritik konstruktif darinya.
Krisis di Manchester United bukan hanya soal hasil, tetapi juga mentalitas pemain. Ashley Young menyoroti kurangnya semangat juang dan kerja sama tim. Ia menilai para pemain Bournemouth tampil lebih gigih dan layak mendapatkan tempat di skuad MU. Komentar ini tentu menjadi tamparan bagi para penggawa Setan Merah yang harus segera bangkit jika ingin menyelamatkan musim.
Dengan tekanan yang terus meningkat, manajemen Manchester United dihadapkan pada pilihan sulit. Mendatangkan Conte mungkin terlihat sebagai solusi jangka pendek, tetapi risiko konflik dengan pemain bisa menjadi bumerang. Ashley Young telah memberikan peringatan yang jelas, dan kini bola berada di tangan manajemen untuk mengambil langkah bijak.
Kesimpulannya, kritik Ashley Young terhadap performa pemain MU dan potensi kedatangan Conte menjadi sinyal bahwa klub perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Perubahan besar mungkin diperlukan, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan masalah baru. Yang jelas, para penggemar berharap Manchester United segera menemukan kembali identitasnya sebagai klub raksasa Inggris.
