Atlético Nacional Hancurkan Santa Fe dalam 28 Menit, Repetto Jadi Sasaran Kritik Pedas
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Pertandingan Atlético Nacional vs Independiente Santa Fe pada lanjutan Liga BetPlay 2026-II berubah menjadi mimpi buruk bagi tim tamu. Dalam duel yang digelar di Stadion Atanasio Girardot, Medellín, Kamis (29/10/2026), Atlético Nacional vs Independiente Santa Fe berakhir dengan dominasi telak tuan rumah pada babak pertama, di mana skuad asuhan Lucas González sudah unggul 2-0 hanya dalam waktu 28 menit. Kekalahan cepat ini langsung memicu gelombang kritik terhadap pelatih Santa Fe, Pablo Repetto.
Laga sejatinya merupakan pertandingan tunda pekan kelima. Nacional tampil dengan kekuatan penuh, menurunkan Franco Armani di bawah mistar, serta trio James Rodríguez, Juan Manuel Rengifo, dan Elías Cabrera di lini serang. Sejak bola bergulir, tekanan demi tekanan dilancarkan pasukan verdolaga, sementara Santa Fe terlihat kebingungan menguasai bola dan lebih sering melepasnya ke lawan.
Dua Gol Cepat yang Menenggelamkan Kardenal
Gol pembuka lahir pada menit ke-24. Sebuah serangan dari sisi kiri berakhir dengan umpan mendatar ke dalam kotak penalti, dan Elías Cabrera muncul untuk menyelesaikan peluang menjadi 1-0 dengan penyelesaian yang tenang. Belum sempat Santa Fe bangkit, tiga menit berselang, bek Emanuel Olivera justru mencetak gol bunuh diri yang membuat kedudukan berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Atlético Nacional vs Independiente Santa Fe.
Kedua gol itu menjadi cermin dari buruknya rancangan permainan tim tamu. Para komentator di Win Sports+ bahkan mempertanyakan strategi yang dibawa Repetto, dengan pertanyaan utama: apa yang sebenarnya ia coba lakukan dengan susunan pemain yang diturunkan? Hingga jeda, Nacional tetap memimpin dua gol tanpa balas.
Rotasi Kontroversial Repetto
Tekanan terhadap Repetto bukan tanpa alasan. Pelatih asal Uruguay itu melakukan lima perubahan dibandingkan starting eleven yang mengalahkan Bucaramanga pada Senin sebelumnya. Iván Scarpeta, Daniel Torres, Franco Fagúndez, Jáder Obrian, dan Emerson Rivaldo ditarik keluar, digantikan Víctor Moreno, Alexis Zapata, Kilian Toscano, Luis Palacios, dan Maximiliano Lovera.
Yang paling mencolok adalah absennya Franco Fagúndez, pemain paling determinan dengan torehan enam gol dan dua asisten dalam 15 laga. Keputusan ini diduga kuat diambil demi menjaga tenaga para pemain utama jelang laga krusial melawan Once Caldas di perempat final Copa BetPlay, Minggu (1/11/2026) di Metropolitano de Techo.
Momentum kalender memang tidak bersahabat. Dalam sepekan, Santa Fe memainkan tiga pertandingan berturut-turut, dan Dimayor bahkan mereprogram beberapa laga pekan ke-17 demi duel Copa tersebut. Dengan posisi yang sudah hampir pasti lolos ke cuadrangulares, Repetto tampak memilih memprioritaskan turnamen gugur.
Catatan Sejarah dan Papan Klasemen
Duel Atlético Nacional vs Independiente Santa Fe sendiri memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Kolombia. Dari 271 pertemuan, verdolaga unggul dengan 114 kemenangan berbanding 77 milik kardenal dan 80 laga berakhir imbang. Pertemuan terakhir di Medellín pun berakhir 1-1, namun kali ini ceritanya berbeda.
Di papan klasemen, Nacional sudah mengamankan tiket ke cuadrangulares dengan 32 poin dari 15 laga, sementara Santa Fe berada di posisi keempat dengan 28 poin dan masih berpeluang mengunci kelolosan. Sayangnya, laju itu kini diuji oleh hasil buruk dalam pertandingan Atlético Nacional vs Independiente Santa Fe kali ini.
Ada pula ironi menarik: siapa pun yang menang antara Santa Fe dan Once Caldas di perempat final Copa akan menghadapi Atlético Nacional di semifinal. Artinya, tim yang kini menyerahkan wilayah di liga justru berpotensi bertemu kembali dengan lawan yang sama di laga gugur penentu.
Pada babak kedua, harapan tertuju pada kemampuan Repetto merombak strategi dan membangkitkan semangat anak asuhnya. Sebab, jika rencana rotasi ini gagal, kritik yang sudah menghujaninya dipastikan akan semakin deras, dan pertaruhan gelar Copa pun bisa berakhir sia-sia.
Secara keseluruhan, laga Atlético Nacional vs Independiente Santa Fe menjadi pengingat keras bahwa dalam sepak bola, keputusan taktis seorang pelatih selalu berhadapan dengan risiko. Dominasi Nacional yang tampil seperti mesin serang mencerminkan kedalaman skuad yang mumpuni, sementara Santa Fe harus membayar mahal atas pilihan memprioritaskan kompetisi lain. Kini, publik menanti apakah langkah Repetto berbuah manis di Copa, atau justru menjadi bumerang yang mengoyak ambisi musim ini.
