Barcelona Pesta 6-1 di Camp Nou, Deportivo Alavés Jadi Korban Kebangkitan Blaugrana
Inforiau – 01 November 2026 | Deportivo Alavés harus menerima kenyataan pahit saat bertandang ke Stadion Camp Nou, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. Tim tamu asal Basque itu dihajar Barcelona dengan skor telak 6-1 dalam lanjutan Liga Spanyol 2026/2027, sekaligus menjadi saksi kebangkitan Blaugrana setelah dua kekalahan beruntun yang sempat mengguncang kepercayaan diri mereka.
Kekalahan dari Paris Saint-Germain di Liga Champions dan tumbang di El Clasico melawan Real Madrid membuat Barcelona berada di bawah tekanan besar. Namun, menghadapi Deportivo Alavés, anak asuh Hansi Flick tampil seperti tim yang lapar kemenangan. Sejak menit awal, Barcelona mengambil inisiatif serangan dan nyaris tidak memberi ruang bernapas bagi lini belakang Deportivo Alavés.
Trisula Maut Raphinha, Fermin, dan Yamal
Raphinha, Lamine Yamal, dan Fermin Lopez menjadi poros serangan yang berulang kali membongkar pertahanan Deportivo Alavés. Gol pembuka lahir dari kombinasi cerdas Pedri dan Fermin Lopez. Umpan terobosan Pedri disambut Fermin yang menemukan celah, sebelum mengirim bola kepada Raphinha untuk dituntaskan menjadi gol.
Keunggulan Barcelona bertambah setelah Fermin memanfaatkan assist Lamine Yamal. Gelandang muda itu kemudian menorehkan gol keduanya melalui tembakan dari sudut sempit di dalam kotak penalti. Menjelang turun minum, Fermin merebut bola di lini tengah lalu melepas umpan matang yang diselesaikan Raphinha, yang mengenakan ban kapten, untuk gol keduanya pada laga ini.
Tak lama berselang, Lamine Yamal mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Barcelona pun menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0, sebuah posisi yang sangat nyaman untuk mengamankan tiga poin.
Babak Kedua dan Gol Hiburan Alavés
Selepas jeda, intensitas Barcelona sedikit menurun, namun ancaman tetap tercipta. Deportivo Alavés sempat memperoleh peluang emas melalui serangan balik, tetapi upaya itu gagal menjadi gol. Gol kelima Barcelona datang setelah laga berjalan lebih dari satu jam. Gabriel Jesus mengirim assist kepada Lamine Yamal, yang mencungkil bola melewati kiper Deportivo Alavés dengan tenang. Itu menjadi gol kedua Yamal pada pertandingan ini.
Hansi Flick kemudian melakukan penyegaran dengan menarik beberapa pemain kunci. Yamal ditarik sekitar 20 menit sebelum laga usai, disusul Pedri dan Raphinha untuk menjaga kebugaran. Pengganti Anthony Gordon menutup pesta gol Barcelona menjadi 6-1, sebelum Mariano Diaz memperkecil kedudukan bagi Deportivo Alavés pada menit ke-84.
Fakta Menarik Laga
- Raphinha dan Lamine Yamal masing-masing mencetak dua gol.
- Fermin Lopez menyumbang satu gol dan dua assist.
- Barcelona bermain tanpa sejumlah pemain bertahan akibat badai cedera, termasuk Andreas Christensen, Dani Olmo, Eric Garcia, Roony Bardghji, dan Xavi Espart.
- Frenkie de Jong dimainkan sebagai bek tengah, sementara Brian Farinas menjalani debut sebagai starter di posisi bek kanan.
- Sebelum laga, digelar hening cipta satu menit untuk mengenang 69 korban kecelakaan kereta di Provinsi Toledo.
Kemenangan ini membawa Barcelona kembali ke puncak klasemen sementara Liga Spanyol, unggul dua poin atas Atletico Madrid yang sebelumnya menang 2-0 atas Levante. Bagi Deportivo Alavés, hasil ini menjadi pukulan berat mengingat mereka sebelumnya tampil cukup solid di peringkat ketujuh dan sempat merepotkan tim-tim besar seperti Atletico Madrid, Athletic Club, dan Villarreal.
Fermin Lopez mengaku bangga dengan respons timnya. Ia menyebut Camp Nou sebagai tempat terbaik untuk bangkit di hadapan para penggemar. Menurutnya, kehadiran pemain seperti Lamine Yamal dan Raphinha membuat perbedaan besar dan akan membawa Barcelona meraih hal-hal besar musim ini.
Meski menang telak, catatan kebobolan di menit ke-84 tetap menjadi sorotan. Kekecewaan publik Barcelona terhadap kesalahan defensif membuat satu gol hiburan Deportivo Alavés tetap diperhatikan. Dalam situasi yang lebih sulit, kesalahan kecil semacam itu bisa berujung fatal. Itulah yang membedakan kemenangan nyaman dari perjuangan meraih trofi.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi pernyataan tegas Barcelona kepada para pesaingnya. Dengan serangan yang kembali tajam dan kedalaman skuad yang teruji di tengah badai cedera, Blaugrana menunjukkan bahwa mereka masih layak diperhitungkan dalam perburuan gelar. Sementara itu, Deportivo Alavés dipaksa menelan pil pahit dan harus segera bangkit pada laga berikutnya agar tetap kompetitif di papan tengah klasemen.
