Beda Angka Kepuasan Publik terhadap Prabowo dan Gibran, Jomplang Banget: 66 Persen vs 19 Persen
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Hasil survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) kembali menyita perhatian publik Tanah Air. Pasalnya, beda angka kepuasan publik terhadap Prabowo dan Gibran, jomplang banget. Presiden RI Prabowo Subianto meraih tingkat kepuasan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam periode yang sama. Survei bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih itu dilakukan pada 12-20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden melalui metode multi-stage random sampling.
Temuan IPO menunjukkan bahwa 66 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo, yang terdiri atas 61 persen puas dan 5 persen sangat puas. Sebaliknya, hanya 19 persen responden yang mengaku puas terhadap kinerja Gibran, dan tidak ada satu pun responden yang menyatakan sangat puas. Angka ini membuat beda angka kepuasan publik terhadap Prabowo dan Gibran, jomplang banget menjadi sorotan utama dalam rilis survei tersebut.
Ketidakpuasan terhadap Gibran Lebih Tinggi
Dari sisi ketidakpuasan, IPO mencatat 71 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Gibran. Rinciannya, 53 persen menyatakan tidak puas dan 18 persen sangat tidak puas. Sementara itu, 10 persen responden mengaku tidak tahu atau tidak memberikan jawaban. Adapun terhadap Prabowo, total ketidakpuasan mencapai 67 persen, terdiri atas 61 persen tidak puas dan 6 persen sangat tidak puas, dengan 5 persen responden tidak memberikan jawaban.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai dominannya persepsi negatif terhadap Gibran menjadi indikator penting untuk mengevaluasi pandangan masyarakat terhadap peran wakil presiden. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan refleksi, terutama dalam kaitannya dengan kontribusi wakil presiden terhadap agenda pemerintahan dan penyelesaian persoalan prioritas masyarakat. Ia menegaskan bahwa beda angka kepuasan publik terhadap Prabowo dan Gibran, jomplang banget ini tidak bisa diabaikan begitu saja oleh kedua pemimpin.
Faktor Pendorong Kepuasan terhadap Prabowo
Tingginya kepuasan publik terhadap Prabowo tidak lepas dari sejumlah faktor konkret yang dirasakan masyarakat. IPO mencatat beberapa pendorong utama, antara lain:
- Keaktifan pemerintah dalam memberantas korupsi sebesar 19,0 persen;
- Pemberian bantuan sosial sebesar 14,5 persen;
- Program yang dirasakan langsung oleh rakyat sebesar 10,7 persen;
- Sikap tegas Presiden sebesar 6,1 persen;
- Keberadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 6,0 persen.
Pengamat politik sekaligus peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto, menilai program kesejahteraan sosial, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga agenda pemberantasan korupsi menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, bantuan sosial, layanan pendidikan, pemenuhan gizi melalui MBG, serta layanan kesehatan menjadi sejumlah aspek yang mendapat apresiasi karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Heri juga menyoroti kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi dan kebutuhan pokok. Upaya tersebut dinilai membantu mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, ia mengingatkan bahwa persepsi publik terhadap pemerintahan secara keseluruhan tidak selalu berbanding lurus dengan penilaian terhadap kinerja masing-masing pemimpin.
Perbandingan Angka dalam Tabel
| Kategori Penilaian | Prabowo Subianto | Gibran Rakabuming Raka |
|---|---|---|
| Sangat Puas | 5 persen | 0 persen |
| Puas | 61 persen | 19 persen |
| Tidak Puas | 28 persen | 53 persen |
| Sangat Tidak Puas | 6 persen | 18 persen |
| Tidak Tahu/Tidak Jawab | 5 persen | 10 persen |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa tingkat kepuasan terhadap Prabowo lebih tinggi 9 poin persentase dibandingkan Gibran. Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan terhadap Gibran lebih tinggi 4 poin persentase dibandingkan Prabowo. Data ini memperlihatkan perbedaan penilaian responden terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden dalam survei yang sama. Meski demikian, hasil survei belum menjelaskan secara rinci faktor yang menyebabkan perbedaan tingkat kepuasan tersebut.
Survei IPO ini menjadi potret penting bagi pemerintahan dua tahun Kabinet Merah Putih. Publik tampaknya memberikan apresiasi lebih besar kepada program-program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari, seperti bansos, MBG, dan stabilitas harga. Di sisi lain, rendahnya kepuasan terhadap Gibran menjadi sinyal bahwa peran wakil presiden masih belum banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Jika merujuk pada temuan tersebut, beda angka kepuasan publik terhadap Prabowo dan Gibran, jomplang banget memang bukan sekadar angka statistik. Data ini menggambarkan bagaimana publik menilai kepemimpinan dan kinerja dua tokoh utama pemerintahan. Ke depan, kedua pemimpin dituntut untuk lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat, memperkuat komunikasi publik, serta memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, kesenjangan penilaian publik yang tajam ini dapat dipersempit dan pemerintahan dapat berjalan lebih solid hingga akhir masa jabatan.
