Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Enam Pekan, Binance Bekukan Aset Miliaran Dolar Akibat Dugaan Peretasan
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Harga bitcoin kembali menjadi sorotan pasar global setelah mengalami tekanan jual yang signifikan pada Jumat, menyusul pengumuman bursa kripto terbesar dunia, Binance, mengenai potensi masalah keamanan yang memicu pembekuan aset senilai lebih dari 2,5 miliar dolar Amerika Serikat. Penurunan ini menandai salah satu momen paling menegangkan bagi pasar aset digital dalam beberapa pekan terakhir, dengan bitcoin menyentuh level terendahnya dalam enam pekan di angka 77.646 dolar AS.
Tekanan terhadap bitcoin tidak berdiri sendiri. Ether, mata uang kripto terbesar kedua, turun ke level terendah dua bulan di posisi 2.238,76 dolar AS. Sementara itu, token BNB yang semula diluncurkan sebagai Binance Coin dan digunakan untuk membayar biaya transaksi di platform tersebut, merosot lebih dari 8 persen dalam 24 jam terakhir ke level 694 dolar AS. Data pergerakan harga ini dihimpun dari agregator pasar CoinGecko dan mencerminkan kepanikan investor terhadap stabilitas salah satu bursa terbesar di industri tersebut.
Binance mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menyelidiki potensi pelanggaran keamanan yang serius. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebutkan bahwa sekitar 2,54 miliar dolar AS dalam bentuk aset kripto telah dibekukan. Jumlah tersebut bahkan diperkirakan masih bisa bertambah seiring kerja sama dengan aparat penegak hukum, penerbit token, firma intelijen blockchain, serta mitra industri lainnya untuk melacak dan membekukan aset tambahan.
Peran dua penerbit stablecoin terbesar dunia menjadi krusial dalam upaya pembekuan aset ini. Tether dilaporkan telah membekukan hampir 1,57 miliar dolar AS aset yang terkait dengan insiden tersebut, sementara Circle membekukan lebih dari 800 juta dolar AS. Langkah cepat kedua perusahaan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari pendiri Binance sendiri.
Changpeng Zhao, pendiri sekaligus mantan CEO Binance yang kini tidak lagi menjalankan perusahaan, memberikan komentar melalui platform X. Ia menyatakan bahwa dana pengguna tetap aman dan mengakui bahwa insiden tersebut memang tampak seperti sebuah peretasan. Zhao juga menyampaikan terima kasih atas respons cepat Tether dan Circle dalam membekukan aset terkait, seraya menegaskan posisinya sebagai pemegang saham yang berharap seluruh dana pengguna dapat sepenuhnya tertutup.
Meski demikian, angka resmi yang dirilis Binance berbeda dengan estimasi sejumlah firma pelacak transaksi blockchain. Beberapa pihak memperkirakan nilai aset yang terdampak bisa melampaui 5 miliar dolar AS. Salah satu laporan menyebutkan bahwa setidaknya 5,57 miliar dolar AS keluar dari dompet yang terhubung dengan platform tersebut melalui jaringan Ethereum, Bitcoin, dan Tron. Rinciannya mencakup sekitar 3,51 miliar dolar AS dalam bentuk ether, 1,44 miliar dolar AS dalam bentuk bitcoin atau setara 18.270 BTC, serta 630 juta dolar AS dalam bentuk tron. Perbedaan angka ini menimbulkan pertanyaan mengenai skala sebenarnya dari insiden yang terjadi.
Di sisi lain, Binance menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh kerugian akibat peretasan. Perusahaan juga menyatakan bahwa dana pengguna sepenuhnya aman dan tim keamanan tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Sebagai langkah pencegahan, seluruh proses deposit dan penarikan dana untuk sementara dihentikan hingga masalah keamanan benar-benar teratasi. Binance berjanji akan merilis laporan lengkap atau post-mortem setelah investigasi selesai dilakukan.
Binance juga mengingatkan para pengguna agar tetap waspada terhadap potensi penipuan yang mungkin muncul di tengah situasi ini. Pengguna diminta tidak mempercayai tautan tidak resmi, pesan, atau permintaan informasi akun yang tidak jelas asalnya. Perusahaan menekankan bahwa informasi resmi hanya akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Binance.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi pasar kripto global akan risiko keamanan yang masih membayangi industri aset digital. Meskipun Binance memiliki dana cadangan aset aman yang disimpan sepenuhnya dalam bentuk bitcoin untuk melindungi pengguna dalam kasus pelanggaran keamanan, kejadian ini menunjukkan bahwa bahkan bursa terbesar sekalipun tidak sepenuhnya kebal terhadap ancaman siber.
Dampak terhadap harga bitcoin pun terasa nyata. Sebagai aset yang sangat sensitif terhadap sentimen pasar, bitcoin langsung bereaksi negatif terhadap berita ini. Kepercayaan investor terhadap keamanan platform penyimpanan aset digital menjadi faktor kunci yang menentukan arah pergerakan harga bitcoin ke depan. Jika investigasi berlarut-larut atau jumlah aset yang terdampak terus membengkak, tekanan jual terhadap bitcoin dan mata uang kripto lainnya berpotensi berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Para analis pasar menilai bahwa pemulihan harga bitcoin akan sangat bergantung pada seberapa cepat Binance menyelesaikan investigasi dan memulihkan layanan penarikan dana. Transparansi dalam proses investigasi juga menjadi faktor penting untuk mengembalikan kepercayaan pasar. Sejauh ini, langkah Binance yang berjanji menanggung seluruh kerugian dan bekerja sama dengan berbagai pihak dinilai sebagai respons yang cukup baik, meski masih harus dibuktikan melalui tindakan nyata.
Secara keseluruhan, insiden dugaan peretasan terhadap Binance ini menjadi salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah industri kripto. Bagi para investor, kejadian ini menegaskan pentingnya diversifikasi penyimpanan aset dan kewaspadaan terhadap risiko keamanan platform. Sementara bagi industri secara keseluruhan, peristiwa ini menjadi panggilan untuk memperkuat standar keamanan dan tata kelola di seluruh ekosistem aset digital. Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan apakah bitcoin mampu bangkit kembali atau justru terus tertekan oleh ketidakpastian yang ditimbulkan oleh insiden ini.
