BLiSPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026 Resmi Bergulir, Shin Tae-yong hingga Sultan Najamudin Soroti Masa Depan Sepak Bola Nasional
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Geliat pembinaan usia dini dalam dunia sepak bola Indonesia kembali mencuri perhatian. Turnamen BLiSPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026 resmi dibuka di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026), menjadi panggung bagi 74 tim muda dari 34 provinsi yang datang dari Sabang hingga Merauke. Ajang ini menegaskan komitmen berbagai pihak bahwa masa depan sepak bola nasional harus dimulai dari akar rumput, bukan sekadar dari kompetisi elite.
Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menjadi magnet tersendiri dalam gelaran tersebut. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap kompetisi usia muda ini dan yakin bahwa turnamen semacam ini mampu melahirkan pemain-pemain potensial yang kelak memperkuat skuad Garuda. Menurutnya, konsistensi dalam menggelar kompetisi level anak-anak adalah kunci utama untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menegaskan bahwa turnamen ini dirancang untuk membuka kesempatan yang sama bagi seluruh pemain muda dari berbagai penjuru tanah air. Ia bahkan tidak segan mengakui bahwa dirinya memiliki hobi sepak bola, sehingga memahami betul pentingnya pembinaan sejak dini. “Melalui turnamen ini diharapkan muncul pemain-pemain nasional yang betul-betul asli dari daerah. Dan mereka semua punya kesempatan yang sama, dari Aceh sampai Papua,” ujarnya di hadapan peserta.
Kolaborasi antara BLiSPI dan DPD RI ini berangkat dari kesamaan visi untuk memajukan sepak bola Indonesia. BLiSPI dikenal memiliki pengalaman panjang dalam menggelar kompetisi usia muda, sementara DPD RI memiliki jaringan serta tanggung jawab terhadap daerah-daerah di seluruh Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjangkau talenta yang selama ini belum tersentuh oleh sistem pembinaan nasional.
Sultan menambahkan bahwa kompetisi ini merupakan langkah awal dalam membangun sistem pembinaan yang menyeluruh. Ia berkomitmen memanfaatkan struktur DPD RI hingga ke daerah untuk menciptakan liga-liga lokal, bahkan hingga tingkat desa, sebelum akhirnya bermuara pada kompetisi nasional. “Ini justru awal pembinaan. Kami punya struktur sampai ke daerah, kami punya anggota-anggota terbaik di daerah. Melalui kompetisi ini muncul liganya dari daerah, lalu kemudian kami bikin ke desa, hingga muncul kompetisi nasional,” jelasnya.
Ketua Umum BLiSPI Subagja Suihan menilai turnamen ini juga berfungsi sebagai basis data bagi para pegiat sepak bola untuk memantau potensi pemain muda. Kompetisi binaan BLiSPI sebelumnya tercatat menjadi bagian dari perjalanan sejumlah nama yang kini dikenal di kancah sepak bola Indonesia, seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kompetisi usia dini memiliki peran strategis dalam mencetak generasi emas.
Sementara itu, dinamika sepak bola nasional juga diwarnai laga BRI Super League 2026/2027 antara Garudayaksa FC dan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong. Pertandingan yang disiarkan langsung melalui Indosiar dan Vidio dengan kick-off pukul 19.00 WIB itu menjadi kesempatan bagi Persib untuk kembali ke jalur kemenangan setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Madura United. Duel ini sekaligus menunjukkan bahwa kompetisi domestik tetap menjadi barometer perkembangan sepak bola tanah air.
Di kancah internasional, perhatian juga tertuju pada ajang Ballon d’Or 2026 yang dijadwalkan berlangsung di London Palladium pada Senin, 26 Oktober 2026. Harry Kane, Kylian Mbappe, dan Lamine Yamal disebut sebagai kandidat terdepan untuk kategori putra, sementara Alexia Putellas menjadi favorit di kategori putri. Penentuan pemenang melibatkan jurnalis sepak bola dari France Football dan L’Equipe, dengan sistem poin serta kriteria penilaian khusus yang tidak hanya mempertimbangkan jumlah gol, tetapi juga performa dan kontribusi sepanjang musim.
Dari Riyadh, kabar mengejutkan datang ketika AFC mengumumkan penundaan laga Al Nassr melawan Al Wasl dalam fase liga wilayah Barat Liga Champions Elite Asia. Penundaan yang diumumkan beberapa jam sebelum kick-off tersebut belum disertai alasan resmi maupun jadwal pengganti. Al Nassr saat ini berada di peringkat kedelapan dengan tiga poin, sementara Al Wasl terpuruk di posisi ke-14 tanpa perolehan poin, sehingga kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi.
Dari rangkaian peristiwa tersebut, terlihat jelas bahwa sepak bola Indonesia terus berupaya membangun fondasi yang kokoh melalui pembinaan usia dini, seiring dengan dinamika kompetisi domestik dan internasional yang tak pernah surut. BLiSPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026 bukan sekadar turnamen biasa, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan sepak bola nasional. Dukungan dari figur seperti Shin Tae-yong dan komitmen DPD RI hingga ke tingkat desa menjadi sinyal positif bahwa pembinaan talenta muda kini menjadi prioritas bersama. Jika ekosistem ini terus dijaga dan dikembangkan, bukan tidak mungkin suatu hari nanti lahir pemain-pemain kelas dunia yang benar-benar berasal dari pelosok negeri.
