Daniil Medvedev Akhiri Kutukan 20 Kegagalan dan Cetak Sejarah Baru di Almaty
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Petenis Rusia Daniil Medvedev akhirnya mematahkan kutukan yang selama bertahun-tahun menghantuinya. Mantan petenis nomor satu dunia itu sukses mempertahankan gelar untuk pertama kalinya sepanjang karier profesionalnya setelah menaklukkan petenis Georgia, Nikoloz Basilashvili, di final ATP 250 Almaty, Kazakhstan, Minggu (25/10/2026). Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi daniil medvedev yang sebelumnya selalu gagal dalam 20 percobaan mempertahankan trofi.
Bertanding di lapangan keras dalam ruangan, Daniil Medvedev sempat mendapat perlawanan sengit di set pembuka. Basilashvili, yang mengejutkan banyak pihak dengan melaju dari babak kualifikasi, tampil agresif lewat pukulan-pukulan dalam dari garis belakang. Petenis peringkat 128 dunia itu bahkan mampu merebut set pertama melalui tie-break yang berlangsung ketat.
Namun, pengalaman dan kematangan Daniil Medvedev berbicara di dua set berikutnya. Ia mengubah tempo permainan, meningkatkan akurasi servis, dan mendominasi jalannya pertandingan. Alhasil, ia hanya kehilangan empat gim di sisa laga dan menutup pertandingan dengan skor 6-7 (6), 6-1, 6-3 dalam waktu satu jam 53 menit. Sepanjang laga, daniil medvedev tercatat melepaskan 22 hingga 26 ace serta memenangkan 82 persen poin dari servis pertamanya.
Jalan Menuju Turin Semakin Terbuka
Gelar di Almaty menjadi trofi keempat Daniil Medvedev pada musim 2026, setelah sebelumnya menang di Brisbane International, Dubai Tennis Championships, dan Hangzhou Open. Dengan tambahan poin ini, ia kini menempati posisi kelima dalam klasemen race menuju Nitto ATP Finals dengan total 3.660 poin, unggul 790 poin atas Alex de Minaur yang berada di batas kualifikasi.
| Turnamen 2026 | Status |
|---|---|
| Brisbane International | Juara |
| Dubai Tennis Championships | Juara |
| Hangzhou Open | Juara |
| Almaty Open | Juara (bertahan) |
Keberhasilan ini juga menempatkan Daniil Medvedev sebagai petenis ketiga musim ini yang meraih empat gelar atau lebih, menyusul Jannik Sinner dan Ben Shelton. Sepanjang musim, ia telah mengoleksi 38 kemenangan di lapangan keras, terbanyak dibandingkan petenis lain. Kini, total 25 trofi ATP telah dikantonginya pada usia 30 tahun.
“Ini hanya soal waktu, keberuntungan, dan momen yang tepat. Saya merasa bugar dan secara fisik dalam kondisi baik. Cedera Sascha Bublik di semifinal memberi saya dorongan ekstra di final, dan saya senang akhirnya bisa melakukannya,” ujar Daniil Medvedev usai pertandingan.
Ia juga mengungkapkan kecintaannya terhadap turnamen di Kazakhstan. “Saya sangat menyukai turnamen ini. Kalau tidak, saya mungkin tidak akan bermain di sini karena jadwalnya tidak mudah, harus langsung ke Wina beberapa hari kemudian. Tapi saya merasa sangat nyaman di sini, jadi saya selalu senang bermain, dan tentu saja menang lebih membahagiakan,” tambahnya.
Dengan modal kemenangan ini, Daniil Medvedev akan langsung terbang ke Austria untuk tampil di ATP 500 Wina pekan depan. Pada laga pembuka, ia dijadwalkan menghadapi petenis Spanyol, Daniel Merida. Turnamen tersebut juga akan diikuti sejumlah nama besar seperti Alexander Zverev, Carlos Alcaraz, Flavio Cobolli, dan Alex de Minaur.
Bagi Daniil Medvedev, kemenangan di Almaty bukan sekadar menambah koleksi trofi. Ini adalah pembuktian bahwa ia masih menjadi salah satu kekuatan utama di lapangan keras dan siap kembali bersaing di level tertinggi. Setelah sempat tampil di ATP Finals pada 2019 hingga 2024 dan menjuarainya pada 2020, ia kini berada di jalur yang tepat untuk kembali ke panggung elite tenis dunia di Turin, November mendatang.
Dengan performa yang terus menanjak dan mentalitas kompetitif yang tak surut, Daniil Medvedev membuktikan bahwa usia dan rentetan kegagalan bukanlah penghalang untuk terus mencetak sejarah. Kini, seluruh perhatian tertuju pada perjalanannya di Wina dan peluangnya mengamankan tiket ke Nitto ATP Finals.
