Boyacá Chicó Kubur Mimpi Junior, Tiket Degradasi dan Eliminasi Diteken di Tunja
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Laga tunda pekan kelima Liga BetPlay 2026-II di Stadion La Independencia, Tunja, menjadi malam yang pahit bagi dua kubu. Boyacá Chicó dan Junior de Barranquilla harus puas berbagi angka 1-1, namun hasil imbang itu justru membawa konsekuensi besar: Boyacá Chicó resmi terdegradasi ke divisi kedua, sementara Junior kehilangan peluang mempertahankan gelar juara.
Pertandingan berlangsung dalam kondisi cuaca dingin dan hujan yang menyelimuti Tunja. Meski menguasai bola hingga 54,5 persen dengan formasi 4-2-3-1, Junior tampak kehilangan ide kreatif. Sebaliknya, Boyacá Chicó yang tampil dengan skema 4-4-2 justru lebih agresif dengan total 18 tembakan, meski hanya tiga yang mengarah ke gawang.
Babak pertama berjalan relatif seimbang. Guillermo Paiva sempat mengancam lewat sundulan hasil sepak pojok dari sisi kanan, tetapi kiper David Agudelo sigap mengamankan bola. Di sisi lain, Mauro Silveira harus terbang untuk menepis tembakan keras Santiago Mera. Alejandro Maya dan Mera kembali menguji pertahanan Junior yang terlihat rapuh, terutama dalam mengantisipasi bola mati.
Kelemahan lini belakang Junior akhirnya berbuah petaka pada menit ke-61. Cristian Blanco mengirim umpan silang presisi dari sepak pojok sisi barat, dan Jhonier Alomía berhasil memenangkan duel udara untuk menyundul bola melewati jangkauan Silveira. Gol itu menjadi bukti nyata bahwa masalah pertahanan dari situasi bola mati masih menghantui tim asuhan Sebastián Viera.
Junior baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-83 lewat aksi individu Kevin Pérez yang mengirim umpan ke belakang dan disambut tembakan Jesús Rivas dari tepi kotak penalti. Gol tersebut sempat menghidupkan asa, tetapi tidak cukup untuk mengubah nasib. Wasit Diego Ulloa bahkan mengeluarkan kartu merah untuk Viera pada menit ke-88, menambah drama di akhir laga.
Dengan hasil ini, Boyacá Chicó memastikan diri sebagai tim pertama yang turun kasta. Klub berjuluk El Ajedrezado itu mengumpulkan rata-rata 0,9027 poin (102 poin dari 113 pertandingan) dan menempati posisi ke-20 klasemen. Bahkan jika menyapu bersih sembilan poin tersisa, mereka tetap tidak akan mampu mengejar Cúcuta Deportivo yang berada di posisi ke-18 dengan rata-rata 1,0571. Artinya, Boyacá Chicó akan berkompetisi di Torneo BetPlay 2027 dan berambisi kembali promosi pada 2028.
Bagi Junior, kekalahan ini melengkapi rentetan hasil buruk sepanjang semester. Selain tersingkir dari Copa Colombia oleh Barranquilla FC, tim berjuluk Tiburón itu kini dipastikan gagal masuk empat besar. Kedua tim mengakhiri laga dengan 16 poin dan sama-sama tanpa peluang lolos ke cuadrangulares semifinal.
| Tim | Posisi | Rata-rata Poin | Status |
|---|---|---|---|
| Boyacá Chicó | 20 | 0,9027 | Degradasi ke Liga B |
| Cúcuta Deportivo | 18 | 1,0571 | Aman dari degradasi |
| Junior de Barranquilla | — | — | Eliminasi cuadrangulares |
Dengan sisa tiga pertandingan, Junior hanya bisa berusaha menutup musim dengan martabat. Sementara itu, Boyacá Chicó harus menerima kenyataan pahit bahwa perjuangan mereka di kasta tertinggi telah berakhir, dan kini fokus beralih ke upaya membangun kembali tim untuk kompetisi divisi kedua tahun depan.
Hasil imbang ini menjadi cermin betapa kerasnya kompetisi Liga BetPlay musim ini. Satu pertandingan bisa menentukan takdir dua klub sekaligus, dan malam di Tunja menjadi saksi bagaimana Boyacá Chicó menuai duka di tengah upayanya menghindari jurang degradasi.
