Bruno Fernandes Kembali, Manchester United Makin Terpuruk: Kapten Diragukan Usai Kritik Taktik Carrick
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, kembali menghiasi lapangan Stamford Bridge pada Sabtu (31/10/2026) setelah sempat dicadangkan dalam kekalahan 0-3 dari Bournemouth. Namun, kembalinya Bruno Fernandes ke starting XI tidak mampu menyelamatkan Setan Merah dari kekalahan 0-2 melawan Chelsea dalam laga pekan kesembilan Premier League. Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Manchester United menjadi sembilan pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi, sebuah catatan yang semakin menekan posisi manajer Michael Carrick.
Keputusan Carrick untuk mengembalikan Bruno Fernandes ke tim inti sekaligus mempertahankan ban kapten di lengan gelandang berusia 32 tahun itu menuai kritik pedas. Mantan pemain Premier League, Glenn Murray, menilai Carrick seharusnya mencopot jabatan kapten dari pemain asal Portugal tersebut. Murray membandingkan situasi ini dengan era Sir Alex Ferguson, di mana seorang pemain yang melontarkan kritik terbuka terhadap taktik manajer bisa langsung tersingkir dari klub. “Bagi saya, Bruno Fernandes tidak bisa menjadi kapten klub ini,” tegas Murray dalam wawancara dengan BBC Radio 5 Live.
Kritik terhadap Bruno Fernandes bukan tanpa alasan. Dalam laga melawan Chelsea, ia tampil mengecewakan. Pada menit ke-19, ia gagal memanfaatkan peluang emas setelah menerima umpan terobosan dari Bryan Mbeumo. Berhadapan satu lawan satu dengan kiper Mike Penders, sepakan Bruno Fernandes justru melambung jauh di atas mistar gawang. Peluang itu menjadi salah satu momen krusial yang merusak momentum Manchester United.
Selain kegagalan Bruno Fernandes, Manchester United juga harus bermain dengan sepuluh orang setelah Lisandro Martinez menerima dua kartu kuning dalam kurun empat menit. Kartu merah kedua diberikan wasit setelah Martinez melanggar Wesley Fofana dengan siku di dalam kotak penalti. Cole Palmer yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggandakan keunggulan Chelsea. Sebelumnya, gol Matheus Cunha pada menit ke-34 dianulir karena posisi offside, setelah menerima bola dari Harry Maguire hasil tendangan sudut yang dieksekusi oleh Bruno Fernandes.
Meski tampil buruk, Carrick tetap membela kaptennya. Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, ia menegaskan bahwa Bruno Fernandes masih menjadi bagian penting dari tim. “Dia adalah kapten klub ini. Dia pemain besar, dia memberi kami banyak hal dengan pengalamannya. Dia telah melalui banyak hal di sini dan menunjukkan apa yang bisa dia berikan,” ujar Carrick. Pernyataan ini menegaskan bahwa Carrick belum berencana mencopot ban kapten dari Bruno Fernandes, meskipun tekanan dari berbagai pihak semakin besar.
Kekalahan dari Chelsea membuat Manchester United tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara Premier League dengan koleksi tujuh poin, hanya unggul satu poin dari zona degradasi. Sementara itu, Chelsea naik ke posisi ketiga dengan 16 poin, menyamai perolehan Brighton. Situasi ini semakin memperkeruh suasana di Old Trafford, di mana para penggemar mulai mempertanyakan arah tim di bawah asuhan Carrick.
Pertanyaan besar kini muncul: apakah Bruno Fernandes masih layak memimpin Manchester United? Kembalinya ia ke tim inti tidak serta-merta menyelesaikan masalah. Justru, penampilan individunya yang buruk menambah daftar panjang persoalan Setan Merah. Dengan rekor sembilan laga tanpa kemenangan, tekanan terhadap Carrick dan Bruno Fernandes akan semakin meningkat. Jika tidak segera menemukan solusi, Manchester United berisiko terjerumus lebih dalam ke papan bawah dan kehilangan kepercayaan dari para pendukungnya.
Editor: Abuzar Samad
