Caleb Wilson Cetak Sejarah di Bulls: 30 Poin dan 14 Rebound, Bayangi Rekor Michael Jordan
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Nama caleb wilson langsung menjadi perbincangan hangat di dunia basket NBA setelah rookie Chicago Bulls itu menorehkan performa luar biasa dalam kekalahan 124-120 dari Washington Wizards di United Center, Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Dalam laga debut kandangnya, caleb wilson mencetak 30 poin dan 14 rebound, menjadi pemain pertama Bulls sejak Terry Cummings pada musim 1982-83 yang mencatat setidaknya 30 poin dan 14 rebound dalam salah satu dari tiga pertandingan pertama kariernya.
Pilihan keempat dalam draft terakhir itu tampil selama 38 menit dengan kontribusi 10 dari 24 tembakan lapangan, 1 dari 9 tembakan tiga angka, dan 9 dari 11 lemparan bebas. Ia juga menambahkan tiga asis, dua steal, dan satu blok. Meski timnya kalah, aksi caleb wilson menjadi hiburan tersendiri bagi para penggemar Bulls yang sudah lama menantikan sosok penerus di lapangan.
Menembus Rekor Legenda
Dengan total 67 poin dalam tiga pertandingan pertama, caleb wilson kini menempati urutan kedua dalam sejarah Bulls untuk kategori poin terbanyak pada tiga laga awal karier, hanya di belakang Michael Jordan yang mengoleksi 74 poin. Jordan, yang juga berasal dari Universitas North Carolina seperti Wilson, menjadi satu-satunya rookie Bulls lain yang mencatat lebih dari 67 poin dalam tiga pertandingan pembuka.
Pada dua laga sebelumnya, Wilson masing-masing mencetak 16 dan 21 poin, persis mengikuti pola yang pernah ditorehkan Jordan. Statistik ini menegaskan potensi besar yang dimiliki pemain muda tersebut, meski perjalanan kariernya masih panjang.
Dominasi di Bawah Ring
Keistimewaan caleb wilson terletak pada agresivitasnya menyerang keranjang. Ia tercatat melakukan lima dunk di paruh pertama pertandingan, termasuk aksi reverse dunk yang membuat United Center bergemuruh. Gaya bermainnya yang eksplosif membuatnya sering mendapat pelanggaran dan berkesempatan mencetak poin dari garis lempar bebas.
“Saya hanya bermain agresif,” ujar Wilson usai pertandingan. “Mereka tim yang sangat besar, dan peluang kami ada dalam transisi karena ukuran tubuh mereka, jadi saya memanfaatkannya untuk menyerang dan menciptakan peluang bagi diri saya sendiri.”
Meski demikian, kelemahan pada tembakan tiga angka masih menjadi pekerjaan rumah. Wilson hanya memasukkan satu dari sembilan percobaan tripoin, dan sempat gagal pada tujuh percobaan pertamanya sebelum akhirnya mencetak satu tembakan dari luar busur pada detik ke-54 kuarter keempat.
Kontribusi Pemain Lain
Selain Wilson, Bulls juga mendapat kontribusi dari Matas Buzelis dengan 21 poin dan Norman Powell yang menambahkan 18 poin. Josh Giddey nyaris mencatat triple-double dengan 9 poin, 8 rebound, dan 10 asis. Sayangnya, keunggulan 62-57 di paruh pertama sirna setelah Washington meledak dengan 40 poin di kuarter ketiga, sementara Chicago hanya mampu mencetak 20 poin.
Trae Young menjadi motor kebangkitan Wizards pada periode tersebut dengan tujuh poin dan lima asis, membalikkan keadaan dan membuat Chicago harus mengakui keunggulan lawan. Kekalahan ini menjadi catatan pahit di tengah gemilangnya performa caleb wilson.
Prospek Masa Depan
Terlepas dari hasil tim, penampilan caleb wilson memberikan harapan baru bagi Bulls. Kemampuannya mencetak poin, merebut rebound, serta energi yang ia bawa ke lapangan menunjukkan bahwa ia bisa menjadi wajah baru franchise ini. Dengan usia yang masih muda dan pengalaman yang terus bertambah, Wilson berpotensi mengikuti jejak para legenda Bulls.
Para penggemar kini menantikan apakah Wilson mampu mempertahankan konsistensinya dan membawa Chicago kembali bersaing di papan atas NBA. Satu hal yang pasti, namanya sudah tercatat dalam buku sejarah Bulls, berdampingan dengan Michael Jordan, sang legenda yang namanya selalu dikenang di United Center.
