Cameron Boozer Melesat di NBA: Dari Pilihan Ketiga Hingga Puncak Kia Rookie Ladder
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Nama Cameron Boozer kini menjadi perbincangan hangat di jagat basket nasional. Forward muda berusia 19 tahun itu langsung mencuri perhatian setelah Memphis Grizzlies memilihnya sebagai pick ketiga dalam NBA Draft 2026. Dalam debutnya di Kia Rookie Ladder, Cameron Boozer berhasil menduduki peringkat pertama, mengungguli nama-nama besar seperti Yaxel Lendeborg dari Golden State Warriors dan Caleb Wilson dari Chicago Bulls. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Grizzlies tak salah memilih.
Sejak awal musim 2026-2027, Cameron Boozer tampil impresif. Ia mencatat rata-rata 14,8 poin, 10,5 rebound, dan 4,8 assist per pertandingan. Yang lebih menakjubkan, ia menjadi pemain ketiga termuda dalam sejarah NBA yang mampu membukukan setidaknya 25 poin, 10 rebound, dan 5 assist dalam satu pertandingan, bergabung dengan LeBron James dan Cooper Flagg. Pencapaian itu diraihnya saat Grizzlies mengalahkan Golden State Warriors dengan torehan 25 poin, 13 rebound, dan 6 assist. Selama empat laga awal yang membawa Memphis ke rekor 4-0, Cameron Boozer mencatatkan plus-36, menandakan dampak positifnya setiap kali berada di lapangan.
Meski demikian, perjalanan Cameron Boozer tidak sepenuhnya mulus. Dalam kemenangan 123-112 atas Sacramento Kings, ia mencetak 16 poin dan 11 rebound, tetapi efisiensi tembakannya masih menjadi sorotan. Ia hanya memasukkan 6 dari 21 tembakan lapangan (28,6 persen) dan 2 dari 7 percobaan tiga angka. Meski begitu, kontribusinya di kategori lain seperti assist dan blok (masing-masing empat dan dua) menunjukkan bahwa ia adalah ancaman serba bisa. Pelatih Memphis, Tuomas Iisalo, mengaku puas dengan perkembangan pemain mudanya, meski tetap menekankan pentingnya peningkatan konsistensi.
Di sisi lain, performa gemilang Cameron Boozer turut membawa angin segar bagi Grizzlies yang kehilangan Ja Morant pada bursa transfer musim panas. Guard veteran Ty Jerome mengambil alih peran sebagai mesin poin dengan rata-rata 36,5 poin per pertandingan sebelum melawan Sacramento, dan mencetak 31 poin saat menghadapi Kings. Kombinasi Jerome dan Boozer membuat Memphis memulai musim dengan 3-0 untuk ketiga kalinya dalam sejarah klub, serta menjadi start terbaik sejak musim 2017-2018.
Namun, sorotan juga datang dari insiden cedera yang melibatkan Cameron Boozer. Dalam pertandingan melawan Utah Jazz pada 27 Oktober 2026, bintang Jazz Lauri Markkanen harus meninggalkan lapangan pada kuarter pertama akibat cedera pergelangan tangan setelah terlibat kontak dengan Boozer. Markkanen langsung digantikan oleh Kyle Filipowski dan belum ada kepastian mengenai tingkat keparahan cederanya. Insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran, tetapi Boozer sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda cedera dan terus bermain.
Dari kacamata fantasi basket, Cameron Boozer menjelma sebagai aset berharga. Meski akurasi tembakannya masih perlu diperbaiki, kemampuannya menghasilkan poin, rebound, assist, dan blok secara konsisten memberinya nilai plus di liga fantasi. Para analis pun menyarankan agar pemain ini segera dimasukkan ke dalam lineup utama.
Dengan usia yang masih sangat muda dan performa yang terus menanjak, Cameron Boozer berpotensi menjadi wajah baru NBA. Jika ia mampu meningkatkan efisiensi tembakannya, bukan tidak mungkin gelar Rookie of the Year akan jatuh ke pangkuannya. Grizzlies pun optimistis bahwa kombinasi pemain muda dan veteran akan membawa mereka bersaing di papan atas Wilayah Barat.
Keberhasilan Cameron Boozer juga menjadi inspirasi bagi para pemain muda lainnya. Dedikasi dan kerja kerasnya di musim panas membuahkan hasil nyata. Kini, semua mata tertuju padanya, menantikan gebrakan berikutnya di lapangan basket NBA.
