Carlos Baleba Jadi Biang Kegagalan, Manchester United Dipermalukan Como 4-1 di Liga Champions
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Petaka Manchester United di Liga Champions tak lepas dari nama Carlos Baleba. Gelandang muda itu menjadi salah satu sorotan utama ketika Setan Merah dihancurkan Como 4-1 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Rabu malam, dalam laga lanjutan fase liga Liga Champions 2026/27. Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Manchester United menjadi tujuh pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi, sebuah rekor terburuk sejak November-Desember 2015.
Laga baru berjalan 119 detik ketika Nico Paz membuka keunggulan Como dengan tembakan melengkung indah ke sudut atas gawang Senne Lammens. Harry Maguire dinilai terlalu memberi ruang kepada pemain asal Argentina tersebut. Ini menjadi kali kedua beruntun Manchester United kebobolan dalam dua menit pertama di kompetisi Eropa, setelah sebelumnya juga kecolongan pada detik ke-47 melawan Atletico Madrid.
Memasuki babak kedua, pelatih Michael Carrick melakukan dua pergantian, salah satunya memasukkan Carlos Baleba menggantikan Matheus Cunha. Namun keputusan itu justru berbuah petaka. Pada menit ke-57, Carlos Baleba melakukan putaran yang tidak perlu di area sendiri tanpa ada pemain yang mengawal di belakangnya. Nico Paz dengan mudah merebut bola dan berlari sendirian menuju gawang untuk mencetak gol ketiga Como.
Sebelumnya, pada menit ke-49, Anastasios Douvikas sudah menggandakan keunggulan tuan rumah setelah lolos dari kawalan Matthijs de Ligt yang tampil pertama kali sebagai starter sejak November 2025. Jacobo Ramon menambah gol keempat pada menit ke-76 melalui sundulan bebas dari jarak dekat. Gol hiburan Joshua Zirkzee di masa injury time sama sekali tidak mengubah nasib Manchester United.
Kesalahan Carlos Baleba menjadi simbol dari buruknya performa lini tengah Manchester United malam itu. Para pemain tengah Setan Merah tampak statis, membiarkan pemain Como berlari melewati mereka, dan sering kehilangan penanda. Como menyelesaikan 594 umpan sepanjang laga, jumlah terbanyak yang dicatat tim melawan Manchester United di Liga Champions sejak Barcelona pada April 2019.
Bahkan bintang utama Manchester United, Bruno Fernandes, kembali tampil tanpa kontribusi berarti. Ia hanya mencatat satu keterlibatan gol dalam sembilan penampilan terakhirnya. Gestur menggelengkan kepala dari Bruno menjadi gambaran nyata suasana hati tim yang tengah terpuruk.
Michael Carrick mengaku sangat marah dengan penampilan anak asuhnya. “Saya benar-benar marah, tetapi kami harus melanjutkan dan menghadapi apa yang berikutnya. Saat ini masih banyak yang harus dibenahi sebelum pertandingan berikutnya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan segalanya untuk klub, namun tidak menyukai apa yang dilihatnya di lapangan malam itu.
Pengamat Sky Sports, Paul Merson, menilai kekalahan ini bukanlah kejutan. Menurutnya, Manchester United masih hidup dalam bayang-bayang era Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo. “Kita terjebak oleh nama besar klub, padahal mereka bukan salah satu tim terbaik di dunia saat ini,” katanya.
Dengan hanya mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan, langkah Manchester United untuk lolos dari fase liga kini menjadi sangat berat. Kekalahan dari Como juga dicatat sebagai salah satu hasil terburuk Setan Merah di kompetisi Eropa sepanjang sejarah.
Tekanan kini semakin besar bagi Carrick dan skuadnya. Kesalahan Carlos Baleba yang berujung gol ketiga Como akan terus menjadi sorotan, sekaligus pengingat bahwa kualitas individu di lini tengah masih menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki. Manchester United dituntut bangkit saat menjamu Bournemouth di ajang Premier League akhir pekan ini, jika tidak ingin krisis yang ada semakin dalam. Kegagalan Carlos Baleba menjaga bola di area berbahaya menjadi pelajaran pahit bahwa di level Liga Champions, sekecil apa pun kesalahan akan dihukum dengan sangat kejam.
