LG CNS Kembangkan Coretax dan Data Center di Indonesia, Investasi Strategis Rp1,23 Triliun
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Perusahaan teknologi asal Korea Selatan, LG CNS, terus memperluas jejak digitalnya di Tanah Air. Langkah ambisius ini terlihat dari komitmen LG CNS Kembangkan Coretax dan Data Center di Indonesia melalui proyek Core Tax Administration System (Coretax) senilai Rp1,23 triliun serta pembangunan pusat data bersama Sinar Mas. Presiden Direktur PT LG CNS Indonesia, Mark Mansik Won, dalam keterangannya pada 21 Oktober 2026, memaparkan berbagai tantangan integrasi sistem perpajakan, penanganan gangguan awal Coretax, hingga rencana pengembangan bisnis infrastruktur digital ke depan.
Coretax sendiri merupakan sistem administrasi perpajakan milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan yang mulai digunakan secara nasional pada Januari 2025. Sistem ini dikembangkan oleh konsorsium LG CNS dan Qualysoft, dengan LG CNS bertindak sebagai integrator utama. Tujuannya tak lain untuk menyatukan berbagai proses administrasi perpajakan dalam satu platform terpadu, sehingga layanan kepada wajib pajak menjadi lebih efisien dan transparan.
Dalam wawancara tersebut, Mark Mansik Won mengakui bahwa integrasi sistem perpajakan bukan perkara mudah. Dibutuhkan koordinasi lintas lembaga, standarisasi data, dan keamanan siber yang ketat. Gangguan awal yang sempat terjadi pada Coretax pun menjadi pembelajaran berharga bagi LG CNS untuk terus melakukan perbaikan. Perusahaan asal Korea Selatan ini berkomitmen memberikan dukungan teknis berkelanjutan agar sistem dapat beroperasi optimal.
Selain Coretax, proyek pusat data (data center) yang digarap bersama Sinar Mas menjadi bagian penting dari strategi LG CNS Kembangkan Coretax dan Data Center di Indonesia. Pusat data ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur digital nasional yang semakin meningkat, terutama dalam mendukung layanan publik dan sektor swasta. Kolaborasi dengan Sinar Mas dinilai strategis karena menggabungkan keahlian teknologi LG CNS dengan pemahaman pasar lokal Sinar Mas.
Berikut ringkasan proyek yang dijalankan LG CNS di Indonesia:
| Proyek | Nilai/Partner | Status |
|---|---|---|
| Core Tax Administration System (Coretax) | Rp1,23 triliun (konsorsium LG CNS-Qualysoft) | Digunakan nasional sejak Januari 2025 |
| Pusat Data (Data Center) | Bersama Sinar Mas | Dalam pengembangan |
Langkah LG CNS Kembangkan Coretax dan Data Center di Indonesia juga sejalan dengan percepatan transformasi digital pemerintah. Kehadiran pusat data yang andal akan menjadi tulang punggung bagi berbagai layanan digital, termasuk Coretax yang membutuhkan kapasitas komputasi dan penyimpanan besar. Dengan demikian, sinergi antara sistem perpajakan dan infrastruktur pusat data menjadi kunci keberhasilan ekosistem digital nasional.
Meski demikian, tantangan tidaklah kecil. Selain masalah teknis, aspek keamanan data pribadi wajib pajak menjadi perhatian utama. LG CNS menegaskan bahwa pihaknya menerapkan standar keamanan internasional dan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk melindungi data sensitif. Sosialisasi kepada pengguna juga terus dilakukan agar adopsi Coretax berjalan lancar.
Ke depan, LG CNS berencana memperluas portofolio bisnis infrastruktur digital di Indonesia, tidak hanya terbatas pada sektor perpajakan. Mark Mansik Won menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi digital, dan LG CNS ingin menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekosistem tersebut. Hal ini diperkuat dengan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pasar Indonesia.
Dengan berbagai proyek yang dijalankan, LG CNS Kembangkan Coretax dan Data Center di Indonesia menjadi bukti nyata investasi asing di sektor teknologi. Diharapkan, langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan, tetapi juga memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Kolaborasi antara LG CNS, pemerintah, dan mitra lokal seperti Sinar Mas diharapkan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Sebagai penutup, keberhasilan proyek Coretax dan pusat data ini akan sangat bergantung pada eksekusi yang cermat, pengawasan yang ketat, serta dukungan semua pemangku kepentingan. Jika berjalan sesuai rencana, Indonesia dapat mempercepat transformasi digital dan meningkatkan daya saing di kancah global. Pantau terus perkembangan proyek strategis ini karena dampaknya akan terasa luas bagi masyarakat dan dunia usaha.
