Colo Colo Terpuruk: Empat Laga Tanpa Kemenangan, Ortiz Soroti Mentalitas Pemain
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Colo Colo kembali menuai hasil mengecewakan dalam lanjutan Liga de Primera 2026. Bermain di Stadion Santa Laura, tim berjuluk El Cacique itu hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Palestino pada jornada ke-25, sebuah hasil yang memperpanjang paceklik colo colo menjadi empat pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Padahal, pasukan Fernando Ortiz sempat unggul lebih dulu lewat gol Javier Correa, namun gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Hasil ini jelas meninggalkan rasa getir bagi kubu colo colo. Dari 12 poin yang tersedia dalam empat laga terakhir, mereka hanya mampu mengumpulkan tiga poin. Meski demikian, posisi puncak klasemen masih dipegang Colo Colo dengan keunggulan sepuluh angka atas Universitas de Chile, sang pesaing terdekat yang belum memainkan laga tunda kontra Everton de Viña del Mar.
Vozinha Bersinar, tetapi Pertahanan Gagal Menjaga
Di balik hasil imbang tersebut, kiper Vozinha tampil sebagai salah satu sosok paling menonjol. Kembali dipercaya mengisi posisi di bawah mistar setelah absen saat melawan Coquimbo Unido, penjaga gawang asal Tanjung Verde itu mencatat tiga penyelamatan penting. Ia menggagalkan peluang Ronnie Fernández pada menit ke-45, tembakan César Munder di menit ke-53, serta sundulan Bryan Carrasco tiga menit berselang.
Sayangnya, kecemerlangan Vozinha tak cukup menyelamatkan Colo Colo dari kebobolan. Pada menit ke-82, Enzo Roco melepaskan tembakan rendah dari dalam kotak penalti yang tak mampu diantisipasi sang kiper. Gol tersebut terasa adil mengingat Palestino tampil lebih agresif di babak kedua, terutama melalui serangan dari sektor sayap yang kerap merepotkan lini belakang colo colo.
Menariknya, Vozinha akan segera bertolak ke London bersama Presiden Blanco y Negro, Aníbal Mosa, untuk menghadiri gala Ballon d’Or. Ia masuk nominasi Trofeo Yashin, penghargaan bergengsi bagi kiper terbaik dunia, sebagai bentuk pengakuan atas performanya sepanjang tahun.
Ortiz Akui Tim Kehilangan Jati Diri
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Fernando Ortiz tidak menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih berkebangsaan Argentina itu menilai timnya gagal menampilkan permainan sesuai rencana yang telah disiapkan. “Kami berusaha mencari hasil positif, tetapi sepak bola memang seperti ini,” ujarnya singkat.
Lebih jauh, Ortiz menyoroti aspek mentalitas sebagai akar masalah. Menurutnya, para pemain perlu memperbaiki kondisi psikologis untuk bangkit dari keterpurukan. “Secara mental kami harus lebih kuat. Kami mencoba melakukan perubahan yang kami anggap perlu untuk memenangkan pertandingan, tetapi hasilnya belum sesuai harapan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa timnya tak punya waktu lama untuk meratapi hasil ini. Sesi latihan akan digelar keesokan harinya untuk melakukan evaluasi dan koreksi sebelum menghadapi laga kandang melawan Universitas de Concepción pada jornada ke-26 di Stadion Monumental Jumat mendatang.
Persaingan Papan Atas Semakin Ketat
Sementara itu, hasil laga lain turut memanaskan persaingan di klasemen. Deportes Limache berhasil mengalahkan Universitas de Concepción dengan skor 1-0 melalui gol penalti Daniel Castro. Kemenangan tersebut membawa Limache menempati posisi keenam dengan 37 poin, menyalip Huachipato dan Ñublense yang masing-masing mengoleksi 35 angka, sekaligus mengamankan tempat di zona Copa Sudamericana.
Bagi Universitas de Concepción, kekalahan itu membuat mereka terpuruk di posisi kedua dari bawah dengan 23 poin, sehingga ancaman degradasi semakin nyata. Hasil tersebut tentu menjadi sinyal peringatan bagi Colo Colo yang akan menjamu tim Campanil pada laga berikutnya.
| Tim | Poin | Posisi |
|---|---|---|
| Colo Colo | Puncak | 1 |
| Universitas de Chile | -10 | 2 |
| Deportes Limache | 37 | 6 |
| Huachipato / Ñublense | 35 | 7-8 |
| Universitas de Concepción | 23 | Penultimate |
Dengan selisih yang masih cukup lebar, peluang colo colo untuk mempertahankan gelar juara masih terbuka. Namun, rentetan hasil buruk ini menjadi alarm serius. Jika Universitas de Chile berhasil mengalahkan Everton, jarak di puncak akan menyusut menjadi tujuh poin dan tekanan terhadap skuad Ortiz akan semakin besar.
Laga melawan Universitas de Concepción di hadapan pendukung sendiri menjadi momen krusial bagi Colo Colo untuk mengakhiri tren negatif. Kemenangan bukan hanya soal angka, tetapi juga soal mengembalikan kepercayaan diri dan mentalitas juara yang sempat goyah. Kini, segala perhatian tertuju pada apakah El Cacique mampu bangkit atau justru semakin terpuruk di fase krusial musim ini.
