Columbus Crew vs St. Louis City: Drama Adu Penalti Bersejarah, Kota St. Louis Akhirnya Berpesta Setelah 38 Tahun
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Laga final U.S. Open Cup yang mempertemukan columbus crew vs st. louis city di ScottsMiracle-Gro Field, Columbus, Ohio, berakhir dengan cerita yang tak akan terlupakan. Setelah 120 menit tanpa gol, St. Louis City SC keluar sebagai juara usai menang 5-4 dalam drama adu penalti pada Rabu malam waktu setempat. Kemenangan ini menjadi trofi mayor pertama bagi klub yang baru berdiri pada 2023 tersebut, sekaligus mengakhiri penantian panjang kota St. Louis selama 38 tahun untuk kembali merayakan gelar sepak bola nasional.
Pertandingan columbus crew vs st. louis city sendiri berjalan sengit sejak menit awal. Columbus Crew yang berstatus tuan rumah dan pernah menjuarai kompetisi ini pada 2002 berusaha tampil menekan di hadapan pendukung sendiri. Namun, rapatnya pertahanan St. Louis yang diasuh pelatih Yoann Damet membuat skor kacamata bertahan hingga waktu tambahan berakhir. Kiper cadangan Ben Lundt, yang masuk pada babak kedua, menjadi pahlawan tak terduga setelah menggagalkan eksekusi penalti pertama Columbus.
Di babak adu penalti, Daniel Edelman tampil sebagai penentu. Gelandang muda itu mengeksekusi penalti terakhir dengan kaki kanan ke arah tengah gawang yang tinggi, memastikan kemenangan dramatis bagi St. Louis City. Sebelumnya, Damion Downs dan Andrés Herrera sempat mencatatkan gol dalam drama tos-tosan tersebut. Hasil akhir columbus crew vs st. louis city 0-0 (5-4 penalti) ini pun tercatat sebagai salah satu final paling menegangkan dalam sejarah kompetisi tertua di Amerika Serikat itu.
Kemenangan ini terasa sangat istimewa bagi St. Louis. Sepanjang abad ke-20, kota di tepi Sungai Mississippi itu dikenal sebagai pusat sepak bola Amerika, dengan enam klub berbeda yang total meraih 10 gelar U.S. Open Cup. Gelar terakhir kota ini datang pada 1988 melalui St. Louis Busch Seniors. Kini, setelah MLS berdiri dan St. Louis baru memiliki klub pada 2023, misi mengembalikan kejayaan sepak bola kota itu akhirnya terwujud. Trofi ini juga menjadi gelar ke-11 bagi klub-klub asal St. Louis sepanjang sejarah turnamen.
Bagi Columbus Crew, kekalahan ini tentu menjadi pukulan. Tim asal Ohio itu gagal menambah koleksi trofi U.S. Open Cup mereka setelah sukses pada 2002. Meski demikian, perjalanan mereka ke final, termasuk kemenangan atas Orlando City di semifinal, tetap menunjukkan kualitas skuad asuhan pelatih mereka. Laga columbus crew vs st. louis city juga menjadi bukti bahwa kompetisi domestik ini masih menyimpan daya tarik besar bagi klub-klub MLS.
Dengan gelar ini, St. Louis City SC berhak atas tempat di Concacaf Champions Cup 2027. Pencapaian tersebut melengkapi rekam jejak impresif mereka, termasuk rentetan 21 pertandingan tanpa kalah di semua kompetisi sebelum laga final. Sebuah fondasi kuat bagi klub muda yang baru beberapa tahun berdiri untuk bersaing di level internasional.
Final edisi kali ini merupakan final ke-109 dalam sejarah U.S. Open Cup, turnamen yang pertama kali digelar pada 1913-1914 dan terus berlangsung kecuali saat pandemi Covid-19. Kemenangan St. Louis City menegaskan bahwa sejarah panjang sepak bola Amerika kembali menemukan rumahnya di kota yang dahulu dijuluki Gateway City tersebut.
Secara keseluruhan, pertemuan columbus crew vs st. louis city akan dikenang bukan hanya karena hasil akhirnya, tetapi juga karena makna emosional di baliknya. St. Louis City membuktikan bahwa klub pendatang baru pun mampu menorehkan sejarah. Columbus Crew harus mengakui keunggulan lawan dalam drama penalti yang mendebarkan, sementara sepak bola Amerika kembali menyaksikan bagaimana sebuah kota besar bangkit dan merayakan kejayaannya setelah hampir empat dekade menunggu.
