Palmeiras Singkirkan Fluminense di Semifinal Libertadores, Carlos Miguel Jadi Pahlawan
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Duel sengit palmeiras vs fluminense di semifinal Copa Libertadores 2026 akhirnya berakhir dramatis. Bermain di Nubank Parque, São Paulo, pada Rabu (21/10/2026) malam waktu setempat, Palmeiras harus melewati drama adu penalti sebelum memastikan tiket ke final. Kemenangan 5-3 dalam tos-tosan menjadi penentu setelah kedua tim bermain imbang 2-2 secara agregat.
Pada leg pertama di Maracanã, Palmeiras menang 2-1. Namun di leg kedua, Fluminense berhasil mencuri kemenangan 1-0 melalui gol Hércules. Hasil itu membuat agregat menjadi 2-2, sehingga pertandingan harus diselesaikan lewat adu penalti. Dalam drama tersebut, kiper Carlos Miguel menjadi pahlawan dengan menggagalkan penalti Nonato, sementara lima eksekutor Palmeiras—Maurício, Gustavo Gómez, Ramón Sosa, Piquerez, dan Marlon Freitas—menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Kemenangan ini membawa Palmeiras ke final Libertadores untuk kedelapan kalinya sepanjang sejarah, memperkokoh posisi mereka sebagai klub Brasil dengan final terbanyak. Hanya Boca Juniors (12 final) dan Peñarol (10 final) yang memiliki rekor lebih banyak. Bagi pelatih Abel Ferreira, ini adalah final keempatnya dalam tujuh musim terakhir, setelah sebelumnya membawa Palmeiras juara pada 2020 dan 2021, serta runner-up pada 2025.
Laga palmeiras vs fluminense juga diwarnai insiden cedera yang menimpa bek Fluminense, Julián Millán. Pemain asal Kolombia itu harus ditarik keluar pada menit ke-28 babak pertama setelah mengalami cedera otot paha kanan. Millán terlihat meninggalkan lapangan dengan mata berkaca-kaca, digantikan oleh Ignácio. Cedera ini menjadi pukulan telak bagi Fluminense yang sudah kehilangan Martinelli sejak sebelum pertandingan dimulai.
Dari sisi finansial, keberhasilan Palmeiras ke final juga mendatangkan keuntungan besar. Klub asal São Paulo itu setidaknya telah mengantongi US$ 16,27 juta (sekitar Rp 81,35 miliar) dari total hadiah yang dijanjikan Conmebol. Rinciannya, US$ 9,27 juta dari fase sebelumnya dan tambahan US$ 7 juta sebagai jaminan runner-up. Jika keluar sebagai juara, Palmeiras akan menerima US$ 25 juta (sekitar Rp 125 miliar).
Di final yang dijadwalkan pada 28 November 2026 di Estádio Centenário, Montevidéu, Palmeiras akan menghadapi pemenang antara Flamengo dan Estudiantes. Flamengo sendiri baru akan menjalani leg kedua melawan Estudiantes pada Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Leg pertama berakhir imbang 0-0 di La Plata. Jika Flamengo lolos, final akan menjadi ulangan final 2025 lalu, di mana Flamengo menang 1-0 atas Palmeiras di Lima, Peru.
Pertemuan palmeiras vs fluminense kali ini tidak hanya meninggalkan cerita tentang kemenangan dramatis, tetapi juga tentang perjuangan dan ketangguhan. Palmeiras menunjukkan mentalitas juara dengan mampu bangkit setelah tertinggal agregat, sementara Fluminense harus mengakui keunggulan lawan meski telah berjuang maksimal. Kini, seluruh pecinta sepak bola Amerika Selatan menantikan apakah Palmeiras dapat meraih gelar keempatnya, atau justru Flamengo yang kembali menorehkan sejarah.
Dengan demikian, perjalanan palmeiras vs fluminense di Libertadores 2026 menjadi salah satu babak semifinal paling menarik untuk dikenang. Palmeiras selangkah lagi menuju trofi yang akan menyamai koleksi Flamengo sebagai klub Brasil tersukses di kompetisi ini. Sementara Fluminense harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik dan bersiap untuk musim depan.
