Como vs Torino: Drama 10 Menit Terakhir, Fabregas Bawa Lariani ke Posisi Empat
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Pertandingan como vs torino pada pekan kesembilan Liga Italia 2026-2027 menyajikan drama yang tak terlupakan bagi para penggemar sepak bola. Bertandang ke Stadio Olimpico Grande Torino, Selasa (27/10) waktu setempat, Como harus tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya bangkit dan menang 3-1 atas tuan rumah. Kemenangan ini membawa tim asuhan Cesc Fabregas naik ke peringkat keempat klasemen sementara dengan 20 poin dari sembilan laga, terpaut lima poin dari Lazio di puncak.
Laga como vs torino berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Torino yang dilatih Ignazio Abate tampil agresif dan menekan tinggi. Peluang pertama datang pada menit kesembilan melalui Belghali yang menusuk ke kotak penalti, namun tembakannya masih bisa diamankan kiper Sanchez. Tekanan Torino akhirnya berbuah pada menit ke-24. Berawal dari kesalahan Ramon di area penalti, Fitz-Jim merebut bola dan mengirim umpan kepada Che Adams. Penyerang asal Skotlandia itu dengan tenang menyelesaikan peluang menjadi gol pembuka. Bagi Adams, itu adalah gol keempatnya di kompetisi musim ini.
Como berusaha merespons. Peluang didapat melalui Douvikas yang menyambut umpan silang Da Cunha, tetapi bola belum menemui sasaran. Hingga turun minum, Torino tetap unggul 1-0. Memasuki babak kedua, Como menguasai permainan. Peluang emas didapat Caqueret pada menit ke-54, namun tembakannya membentur mistar gawang. Torino sesekali mengancam lewat serangan balik, termasuk sundulan Simeone yang mengenai tiang gawang. Pertandingan como vs torino semakin terbuka dan menarik untuk disaksikan.
Perubahan taktik Fabregas dengan memasukkan Baturina dan Addai memberi dampak besar. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-81. Umpan silang terukur Nico Paz dari sisi kiri disambut sundulan Ramon yang berdiri bebas, mengubah skor menjadi 1-1. Hanya berselang enam menit, giliran Nico Paz yang menjadi aktor utama. Menerima umpan dari Kaiki, gelandang asal Argentina itu menyundul bola melewati Ismajli dan menaklukkan kiper Perri. Skor berbalik 2-1 untuk Como.
Pada masa injury time, Baturina memanfaatkan kesalahan Vlasic untuk mencetak gol ketiga dan memastikan kemenangan Como. Hasil akhir 3-1 ini terasa pahit bagi Torino yang tampil disiplin selama 80 menit. Kekalahan tersebut menghentikan tren tiga kemenangan beruntun mereka. Meski demikian, pelatih Abate menilai anak asuhnya telah memberikan performa terbaik. “Para pemain luar biasa, kami tampil dengan karakter,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Como, kemenangan dalam laga como vs torino ini menjadi bukti kekuatan mental tim. Fabregas mengaku bangga dengan respons pasukannya. “Kami tidak pantas kalah, dan para pemain menunjukkan semangat juang luar biasa,” kata Fabregas. Dengan tambahan tiga poin, Como kini mengoleksi 20 poin dan menyalip AC Milan di posisi keempat. Sementara Torino tertahan di peringkat kedelapan dengan 13 poin, berjarak tujuh poin dari zona Liga Champions.
Di pertandingan lain pada pekan yang sama, AS Roma juga meraih kemenangan dramatis 4-2 atas Cagliari. Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Nzola, Roma membalikkan keadaan lewat Emanuele Lulli dan Niccolo Pisilli. Cagliari sempat menyamakan kedudukan melalui Daniel Maldini, namun gol Rodrigo Mora dan Donyell Malen memastikan kemenangan Giallorossi. Roma kini menempati posisi ketiga dengan 21 poin, terpaut empat poin dari Lazio.
Kemenangan Como dalam como vs torino menjadi sinyal serius bagi tim-tim papan atas. Dengan permainan menyerang dan mentalitas pantang menyerah, tim berjuluk Lariani itu layak diperhitungkan dalam perebutan tiket Eropa musim ini. Bagi Torino, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga untuk lebih fokus hingga menit akhir. Klasemen sementara Liga Italia pun semakin memanas, dengan persaingan di papan atas yang ketat.
