Curry Cetak 44 Poin, Golden State Warriors Bangkit Usai Start Buruk Musim Ini
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Golden State Warriors menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah memulai musim dengan tiga kekalahan beruntun. Kemenangan dramatis 119-114 atas Minnesota Timberwolves di Target Center, Rabu malam waktu setempat, menjadi bukti bahwa tim asuhan Steve Kerr masih memiliki daya juang tinggi di kompetisi NBA musim ini. Golden State Warriors kini meraih dua kemenangan beruntun dan mulai menemukan ritme permainan yang sempat hilang di awal musim.
Bintang utama Stephen Curry menjadi aktor kunci di balik kesuksesan tersebut. Meski telah berusia 38 tahun dan sempat bermasalah dengan kondisi lututnya, Curry tampil luar biasa dengan mencetak 44 poin, capaian pertamanya melewati 30 poin pada musim ini. Penampilan gemilang itu ditandai dengan 12 poin beruntun di kuarter kedua, termasuk tiga tembakan tiga angka dan satu floater tinggi dalam rentang dua menit yang mengubah jalannya pertandingan.
Yang paling menarik perhatian bukan hanya ketajaman tembakan Curry, melainkan juga semangat juangnya. Pada menit ke-8:02 kuarter ketiga, ketika Golden State Warriors sudah unggul 23 poin, bola melesat ke arah garis belakang. Dengan dua lutut yang rentan cedera dan rekam jejak Hall of Fame, Curry tetap mengejar bola dan menjatuhkan diri ke lantai demi menyelamatkan penguasaan bola. Upaya itu gagal, namun momen tersebut menjadi simbol mentalitas juara yang masih membara di tubuh sang superstar.
Performa Kolektif dan Tantangan Kedalaman Skuad
Kemenangan atas Timberwolves tidak hanya bertumpu pada Curry. Meski demikian, manajemen Golden State Warriors tengah menghadapi tantangan besar terkait kedalaman skuad. Jimmy Butler III dan Moses Moody harus menepi dalam waktu lama karena cedera, sementara kondisi fisik Kristaps Porzingis masih menjadi tanda tanya besar. Laporan dari jurnalis NBA Anthony Slater menyebutkan bahwa pihak internal klub cukup pesimistis terhadap kemungkinan kembalinya pemain asal Latvia itu ke lapangan dalam waktu dekat.
Alih-alih mengambil keputusan terburu-buru, manajemen Golden State Warriors memilih bersikap sabar dan menunggu dinamika pasar pemain NBA berkembang. Pendekatan ini dinilai cerdas karena menjaga fleksibilitas gaji dan stabilitas komposisi tim. Porzingis memang memiliki profil menarik sebagai pemain tinggi yang mampu melindungi area pertahanan sekaligus membuka ruang dengan tembakan jarak jauh, namun riwayat cedera yang panjang menjadi pertimbangan serius bagi klub.
Peluang Rookie Yaxel Lendeborg
Di tengah badai cedera, muncul sosok muda yang berpotensi menjadi penopang baru. Yaxel Lendeborg, pilihan ke-11 pada draft tahun ini, mendapat kepercayaan besar dari staf pelatih. Pelatih kepala Steve Kerr bahkan menyebutnya sebagai pemain paling siap tampil di level profesional yang pernah ia lihat dalam beberapa waktu terakhir. Reputasi Kerr yang dikenal enggan memainkan pemain rookie, seperti yang terlihat pada kasus Jonathan Kuminga, kini seolah berubah berkat kualitas Lendeborg.
Dengan absennya sejumlah pemain sayap, Lendeborg berpeluang besar mendapatkan menit bermain hingga 30 menit atau lebih per pertandingan. Fleksibilitas bertahan, agresivitas dalam merebut rebound, serta mentalitas menyerang yang kuat menjadi modal utamanya untuk bersaing dalam perebutan gelar Rookie of the Year. Usia Al Horford yang tidak lagi muda dan kebutuhan untuk mengatur menit bermain Draymond Green secara hati-hati semakin membuka jalan bagi Lendeborg untuk mengambil peran penting di rotasi Golden State Warriors.
Bayang-Bayang WNBA Finals
Di sisi lain, nama Golden State juga mencuri perhatian lewat tim WNBA mereka, Golden State Valkyries. Tim ini tengah memimpin seri Final WNBA 3-2 atas Atlanta Dream dan berpeluang besar meraih gelar pertama mereka. Pertandingan keenam dijadwalkan berlangsung Kamis di State Farm Arena, Atlanta, dengan waktu mulai pukul 12.30 siang waktu setempat. Meski jadwal siang hari sempat menuai kritik karena bertepatan dengan jam kerja dan sekolah, pihak Dream mengonfirmasi bahwa tiket pertandingan telah terjual habis dengan perkiraan kehadiran sekitar 17.000 penonton.
Pelatih Dream, Karl Smesko, menyambut positif keputusan tersebut dan berharap para penggemar datang lebih awal untuk memberikan dukungan. Valkyries hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengukir sejarah sebagai juara WNBA pada musim perdana mereka, sementara Dream berjuang untuk memaksa pertandingan ketujuh yang akan digelar di San Francisco pada Sabtu malam.
Kesimpulan
Kebangkitan Golden State Warriors musim ini akan sangat bergantung pada konsistensi performa Stephen Curry, kecerdasan manajemen dalam menyiasati badai cedera, serta keberanian staf pelatih memberi ruang bagi talenta muda seperti Yaxel Lendeborg. Dengan mentalitas juara yang masih terjaga dan strategi pasar yang sabar, tim ini berpeluang kembali menempatkan diri sebagai penantang serius di wilayah Barat NBA. Sementara itu, langkah Golden State Valkyries di Final WNBA menjadi cermin bahwa semangat kompetitif dari organisasi Golden State Warriors kini merambah ke seluruh cabang olahraga basket yang mereka naungi.
