Dalton Knecht Dibuang Lakers demi Bronny James, Warganet Murka: Statistik Bicara!
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Keputusan Los Angeles Lakers melepas dalton knecht resmi menuai gelombang kritik tajam dari penggemar dan pengamat bola basket. Pemain pilihan putaran pertama 2024 itu dilepas pada Senin (20/10/2026) demi memenuhi batas maksimal 15 kontrak standar pemain sebelum musim baru bergulir. Langkah ini dianggap janggal karena dalton knecht tercatat memiliki angka produksi jauh lebih baik ketimbang Bronny James, rekan setimnya di posisi guard.
Bahkan dalam satu bulan di musim rookie-nya, Knecht mencetak lebih banyak poin dibandingkan total sepanjang karier Bronny James di NBA. Puncak penampilan dalton knecht terjadi pada November 2024, ketika ia meledak dengan 37 poin dan menyamai rekor rookie NBA dengan sembilan tripoin melawan Utah Jazz. Momen itu sempat membuat publik Los Angeles optimistis bahwa Lakers menemukan penembak jitu masa depan.
Keputusan yang Mengejutkan Analis
Lakers sebenarnya berharap Knecht bisa bersaing memperebutkan menit bermain atau dikembangkan di G League bersama Bronny. Namun, keputusan pelatih kepala JJ Redick dan manajemen di bawah kepemilikan baru justru mengarah pada perombakan besar. Tim kini sepenuhnya dibangun di sekitar Luka Doncic, dengan delapan pemain baru masuk, termasuk Walker Kessler dan Quentin Grimes yang diproyeksikan mengisi starting unit bersama Austin Reaves.
Masalahnya, Lakers tak kunjung menemukan pembeli di pasar transfer untuk Knecht. Alhasil, mereka harus menelan gaji senilai 4,2 juta dolar AS sebagai konsekuensi pemutusan kontrak. Langkah tersebut dinilai sebagai pengakuan gagal atas pilihan draft nomor 17 pada 2024, terutama karena beberapa nama yang dipilih setelah Knecht justru berkembang menjadi pemain rotasi yang solid.
Deretan Nama yang Terlewat
Publik menilai Lakers melewatkan sejumlah talenta potensial yang diambil tepat setelah posisi 17. Berikut beberapa nama yang kini bersinar di tim masing-masing:
- Tristan Da Silva (pilihan 18, Orlando Magic) yang efisiensi tripoinnya meningkat pada musim kedua.
- Ja’Kobe Walter (pilihan 19) yang mulai menunjukkan konsistensi.
- Jaylon Tyson (pilihan 20) yang dianggap punya fundamental permainan mumpuni.
- Yves Missi (pilihan 21) yang menjadi andalan di area pertahanan.
Kegagalan ini juga mengingatkan pada kesalahan serupa pada 2023, ketika Lakers memilih Jalen Hood-Schifino tepat sebelum Jaime Jaquez Jr. dan Brandin Podziemski. Dalam era second apron, kedalaman skuad muda dengan kontrak skala rookie menjadi fondasi penting untuk membangun pendukung berkualitas di sekitar Doncic dan Reaves.
Peluang Baru di Dallas?
Di tengah kabar pelepasan dalton knecht, Dallas Mavericks disebut sebagai kandidat kuat untuk memberikan tempat baru. Mavericks memiliki kebutuhan akan penembak yang bisa mengisi ruang di sekitar Cooper Flagg. Lingkungan Dallas yang tidak berada dalam tekanan besar untuk langsung juara diyakini cocok bagi dalton knecht untuk berkembang sesuai ritme sendiri, tanpa beban sebagai kontributor tim yang berambisi lolos playoff.
Sebaliknya, Lakers kini berada dalam mode menang sekarang. Target mereka adalah final NBA demi menjaga Doncic tetap bahagia, apalagi sang bintang memiliki opsi pemain setelah musim 2027-28. Kondisi itu membuat ruang bagi dalton knecht untuk mendapat menit bermain sangat sempit, bahkan berisiko kembali menghuni ujung bangku cadangan.
Kritik terhadap manajemen Lakers pun tak terbendung. Banyak pihak menilai keputusan ini sebagai bentuk ketidakadilan terhadap pemain muda yang sudah menunjukkan bukti nyata di lapangan. Di sisi lain, pelepasan dalton knecht membuka babak baru bagi kariernya, sekaligus menjadi cermin betapa kerasnya persaingan dan tuntutan hasil instan di lingkungan tim sekelas Lakers. Kini, publik menanti siapa yang akan menampung bakat muda tersebut dan apakah keputusan Lakers akan dikenang sebagai salah satu kesalahan manajemen paling disesalkan dalam beberapa tahun terakhir.
