Der Klassiker Berakhir Dramatis: Bayern Munich dan Dortmund Masih Bersaing Ketat di Puncak Klasemen Bundesliga
Inforiau – 01 November 2026 | Pertarungan sengit di papan atas klasemen Bundesliga kembali tersaji kala Bayern Munich menjamu Borussia Dortmund dalam laga bertajuk Der Klassiker pada pekan kedelapan Liga Jerman 2026/27 di Allianz Arena, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. Duel dua raksasa Jerman tersebut berakhir imbang 2-2, sebuah hasil yang membuat persaingan di klasemen Bundesliga tetap ketat karena Bayern dan Dortmund sama-sama mengoleksi 18 poin, dengan Die Roten hanya unggul selisih gol atas sang rival.
Sebelum pertandingan dimulai, Allianz Arena menggelar momen spesial bagi penyerang Bayern, Harry Kane. Striker asal Inggris itu memamerkan trofi Ballon d’Or 2026 yang baru diraihnya kepada para pendukung tuan rumah. Sayangnya, seremoni tersebut tidak berjalan mulus sepanjang laga, karena Kane justru menjadi salah satu sorotan setelah gagal mengeksekusi penalti pada babak kedua.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Dortmund sempat mengejutkan tuan rumah melalui Jobe Bellingham pada menit ke-34, namun gol tersebut dianulir setelah Video Assistant Referee (VAR) memastikan sang pemain berada dalam posisi offside. Hanya empat menit berselang, Bayern justru membuka keunggulan. Konrad Laimer menyambar bola muntah hasil tembakannya yang sempat ditepis kiper Dortmund, Gregor Kobel, sehingga skor berubah menjadi 1-0 dan bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Dortmund meningkatkan intensitas serangan. Upaya tim tamu membuahkan hasil pada menit ke-60 ketika Serhou Guirassy menyamakan kedudukan melalui tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang tidak mampu dihentikan Jonas Urbig. Namun, Bayern kembali memimpin enam menit kemudian. Dayot Upamecano mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan umpan sundulan Kane dengan sontekan dari depan gawang, membuat tuan rumah unggul 2-1.
Di tengah tekanan, Bayern sebenarnya memiliki peluang emas untuk menjauh ketika mendapat hadiah penalti. Namun, Kane gagal menaklukkan Kobel karena tendangannya membentur mistar gawang. Kegagalan itu menjadi titik balik pertandingan. Pelatih Dortmund, Niko Kovac, kemudian memasukkan Fabio Silva yang langsung menjadi penentu. Berawal dari kerja sama dua pemain pengganti, Konstantinos Karetsas dan Silva, gol penyeimbang tercipta pada menit ke-89 melalui tendangan mendatar yang membungkam publik Allianz Arena.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Kedua tim harus puas berbagi satu poin. Hasil ini tidak mengubah posisi kedua kesebelasan di klasemen Bundesliga. Bayern masih memimpin dengan koleksi 18 poin, unggul selisih gol atas Dortmund yang menempati peringkat kedua dengan jumlah poin sama.
Kovac mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu dua kali bangkit dari ketertinggalan. “Kembali bangkit dua kali di Munich bukan perkara mudah. Kami pantas mendapatkan satu poin hari ini,” ujarnya kepada Sky Germany. Ia menegaskan Dortmund tidak pernah kehilangan keyakinan untuk membawa pulang hasil positif.
Bagi Bayern, hasil ini menjadi catatan kurang menggembirakan. Dari 18 pertemuan terakhir melawan Dortmund dalam Der Klassiker, hanya empat kali mereka gagal meraih kemenangan. Selain kehilangan dua poin, Bayern juga menghadapi persoalan serius akibat bertambahnya pemain yang mengalami cedera. Tiga pemain, yakni Ismael Saibari, Serge Gnabry, dan Michael Olise, harus meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir.
Susunan pemain Bayern Munich (4-2-3-1): Jonas Urbig; Konrad Laimer, Dayot Upamecano, Kim Min-jae, Alphonso Davies; Joshua Kimmich, Aleksandar Pavlovic; Michael Olise, Ismail Saibari, Serge Gnabry; Harry Kane. Borussia Dortmund (3-4-2-1): Gregor Kobel; Nico Schlotterbeck, Waldemar Anton, Joane Gadou; Daniel Svensson, Felix Nmecha, Joey Veerman, Maximilian Beier; Carney Chukwuemeka, Jobe Bellingham; Serhou Guirassy.
Dengan hasil imbang ini, persaingan di klasemen Bundesliga dipastikan akan semakin memanas. Bayern dan Dortmund masih berdiri sejajar di puncak, sementara tim-tim lain di bawahnya terus mengintai peluang untuk merangsek ke posisi teratas. Laga Der Klassiker kali ini membuktikan bahwa perebutan gelar musim ini tidak akan berjalan mudah bagi siapa pun. Kualitas, konsistensi, serta kemampuan bangkit dari tekanan akan menjadi kunci bagi kedua tim untuk mempertahankan posisinya di papan atas klasemen Bundesliga hingga akhir musim.
Editor: Sukri Mustakim
