Dihantui Blunder Lini Belakang, PSPS Pekanbaru Kalah 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama I.League Cup
Inforiau – 05 November 2026 | PEKANBARU – Pertandingan pembuka I.League Cup 2026/2027 menjadi momen yang memilukan bagi PSPS Pekanbaru. Meski tampil di depan pendukung sendiri di Stadion Kaharuddin Nasution pada Rabu malam (4/11/2026), skuad Askar Bertuah harus menelan kekalahan telak dengan skor 0-2 dari Bhayangkara Lampung FC. Dihantui blunder lini belakang PSPS Pekanbaru tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di babak pertama, membuat pertandingan ini menjadi catatan hitam bagi tim tuan rumah.
Pertandingan dimulai dengan tekanan yang konsisten dari Bhayangkara FC sejak menit-menit awal. Barisan pertahanan PSPS Pekanbaru yang seharusnya solid justru menunjukkan kelemahan signifikan dalam membaca permainan lawan. Hanya membutuhkan waktu enam menit, tim tamu berhasil menembus pertahanan Askar Bertuah melalui aksi cemerlang Ryan Kurnia di sisi kanan.
Kurnia yang berhasil lolos dari perangkap offside menerima umpan presisi dari rekan setimnya. Dengan posisi yang menguntungkan, pemain sayap Bhayangkara itu melepaskan tembakan mendatar yang tidak mampu dijangkau oleh penjaga gawang Dicki Agung Setiawan. Papan skor langsung berubah menjadi 0-1, memberikan keuntungan awal bagi tim dari Lampung tersebut.
Tekanan Bhayangkara terus berlanjut seiring berjalannya pertandingan. Pada menit ke-11, situasi menciptakan drama ketika bek PSPS Muhammad Revan melakukan pelanggaran terhadap Ryan Kurnia. Insiden ini cukup serius sehingga wasit Mustafa Kamal memutuskan untuk menggunakan Video Assistant Referee (VAR) guna memastikan keputusan yang tepat. Setelah pengecekan melalui layar monitor, wasit memutuskan memberikan kartu kuning kepada Revan, menghindarkan pemain PSPS dari kartu merah yang bisa merugikan.
Namun kesempatan untuk memulihkan diri tidak datang bagi PSPS. Sebaliknya, dihantui blunder lini belakang PSPS Pekanbaru tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC terus menjadi narasi pertandingan ini. Di menit ke-19, gelandang Muhammad Reza Kusuma melakukan kesalahan elementer dengan kehilangan penguasaan bola saat mencoba melakukan manuver individu. Jefferson Brenes Rojas dari Bhayangkara dengan cepat merebut peluang tersebut dan melepaskan tembakan keras ke arah gawang PSPS. Untungnya, Dicki Agung Setiawan masih sigap menepis serangan tersebut dan menyelamatkan gawangnya dari kebobolan yang lebih dini.
Pertahanan PSPS yang rapuh akhirnya benar-benar runtuh pada menit ke-34. Kali ini, kesalahan antisipasi datang dari Andik Rendika Rama di sektor kiri pertahanan. Bola liar yang gagal disapu bersih langsung menjadi peluang emas bagi Bhayangkara. Tim tamu dengan umpan matang berhasil menemukan Milan Ristovski di area penalti. Penyerang tajam tersebut tidak memberikan kesempatan kedua kepada Dicki Agung dan langsung merobek gawang PSPS untuk menggandakan keunggulan menjadi 0-2.
Sepanjang 45 menit pertama pertandingan, koordinasi lini belakang Askar Bertuah terlihat sangat rapuh dan tidak terkoordinasi dengan baik. Meskipun penjaga gawang Dicki Agung beberapa kali harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari serangan-serangan Bhayangkara yang berbahaya, para pemain depan PSPS Pekanbaru sangat minim memberikan ancaman balasan ke area penalti lawan. Kreativitas serangan PSPS hampir tidak terlihat sama sekali.
Tuan rumah baru mendapatkan peluang emas di penghujung babak pertama, tepatnya pada menit ke-45. Pergerakan Hamzah Depa yang menjanjikan berhasil dihentikan secara ilegal oleh Nehar Sadiki di area kanan pertahanan Bhayangkara. Wasit dengan tegas memberikan tendangan bebas kepada PSPS. Striker asing Antonio Gamaroni maju sebagai eksekutor tendangan bebas tersebut dengan penuh percaya diri. Namun, bola hasil sepakan terukurnya hanya membentur tiang gawang dan tidak berhasil mengubah skor.
Waktu tambahan tiga menit yang diberikan oleh perangkat pertandingan tidak cukup bagi skuad asuhan pelatih tuan rumah untuk memperkecil ketertinggalan. Berbagai usaha dilakukan, namun semuanya tidak membuahkan hasil yang diinginkan. PSPS Pekanbaru terpaksa masuk ke ruang ganti dengan memikul beban defisit dua gol yang sangat berat.
Dihantui blunder lini belakang PSPS Pekanbaru tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di babak pertama ini meninggalkan banyak pertanyaan tentang persiapan mental dan taktis tim Askar Bertuah. Pelatih akan memiliki tugas berat untuk memotivasi pemainnya di babak kedua dan mencari formula yang tepat untuk menghadapi serangan Bhayangkara yang terbukti sangat berbahaya.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa kehadiran di kasta tertinggi persepakbolaan nasional bukanlah hal yang mudah. Bhayangkara FC menampilkan permainan yang terstruktur dengan baik, sementara PSPS Pekanbaru masih harus banyak belajar dalam hal disiplin pertahanan dan koordinasi tim. Babak kedua akan menjadi kesempatan emas bagi PSPS untuk menunjukkan karakter juara dan membuktikan bahwa ketertinggalan 0-2 di babak pertama bukanlah akhir dari segalanya.
