Dramatis! Intermilan Comeback di Injury Time, Bobol Fiorentina Dua Kali dan Kudeta Puncak Klasemen
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Inter Milan kembali menunjukkan mentalitas juara yang pantang menyerah. Dalam laga pekan kedelapan Serie A yang digelar di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu (25/10/2026), intermilan sukses membalikkan keadaan dan menundukkan Fiorentina dengan skor dramatis 2-1. Dua gol kemenangan tuan rumah tercipta di masa injury time, memastikan laju tak terkalahkan mereka terus berlanjut sekaligus mengukuhkan posisi di puncak klasemen.
Pertandingan sempat berjalan alot bagi Inter. Meski mendominasi penguasaan bola sejak awal, tim besutan Cristian Chivu kesulitan membongkar pertahanan disiplin Fiorentina. Peluang pertama tuan rumah datang pada menit ke-15 melalui sepakan Nicolò Barella dari luar kotak penalti, namun bola masih bisa diamankan kiper David de Gea. Fiorentina sendiri sempat mengancam lewat tendangan bebas Franco Mastantuono di menit-menit awal, tetapi sepakan itu mudah dipatahkan lini belakang intermilan.
Babak pertama berakhir tanpa gol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, meski Inter terus menggempur pertahanan La Viola. Kejutan justru datang di awal babak kedua. Pada menit ke-65, Fiorentina memecah kebuntuan melalui gol Álex Jiménez yang memanfaatkan assist Nicolò Fagioli. Gol tersebut membuat Stadio Giuseppe Meazza sempat terdiam, dan kemenangan tamu tampak di depan mata.
Pelatih Cristian Chivu langsung merespons dengan melakukan sejumlah pergantian. Francesco Pio Esposito ditarik keluar dan digantikan Ange Bonny pada menit ke-64. Memasuki menit ke-77, Federico Dimarco masuk menggantikan Bastoni, disusul masuknya Piotr Zieliński dan Petar Sučić pada menit ke-78 untuk menambah daya gedor. Perubahan itu terbukti jitu.
Ketika waktu normal hampir habis dan Fiorentina semakin dekat dengan kemenangan, intermilan bangkit pada menit injury time. Marcus Thuram mencetak gol penyama kedudukan pada menit 90+1 setelah memanfaatkan assist Andy Diouf. Gol tersebut membangkitkan semangat seluruh skuad dan suporter tuan rumah.
Belum puas dengan hasil imbang, Inter terus menekan. Upaya mereka berbuah manis ketika wasit menunjuk titik putih pada menit 90+7. Piotr Zieliński yang baru masuk sebagai pemain pengganti tampil sebagai eksekutor dan tak melakukan kesalahan, menaklukkan David de Gea untuk membawa intermilan berbalik unggul 2-1. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Inter di Liga Italia musim ini. Dari delapan pertandingan, Nerazzurri mencatat tujuh kemenangan dan satu hasil imbang, mengoleksi 22 poin. Jumlah itu menyamai perolehan Lazio, namun Inter unggul selisih gol sehingga berhak menempati puncak klasemen sementara.
| Tim | Menit | Pencetak Gol | Assist |
|---|---|---|---|
| Fiorentina | 65′ | Álex Jiménez | N. Fagioli |
| Inter Milan | 90+1′ | M. Thuram | A. Diouf |
| Inter Milan | 90+7′ (pen) | P. Zieliński | – |
Sebaliknya, kekalahan ini semakin memperdalam krisis yang dialami Fiorentina. La Viola kini terpuruk di posisi ke-18 klasemen dengan koleksi empat poin dari delapan laga, hanya mencatat satu kemenangan, satu imbang, dan enam kekalahan. Posisi tersebut menempatkan mereka di zona degradasi, sebuah kondisi yang jelas jauh dari harapan tim asuhan Paolo Vanoli.
Di sisi lain, performa impresif intermilan tak lepas dari peran penting para pemain kunci. Marcus Thuram kembali membuktikan ketajamannya sebagai ujung tombak, sementara Piotr Zieliński menunjukkan kualitasnya sebagai pengganti yang menentukan. Fleksibilitas skuad yang dimiliki Chivu menjadi faktor krusial di balik keberhasilan comeback ini.
Meski demikian, di balik gemilangnya performa di lapangan, intermilan masih menyisakan pekerjaan rumah di meja negosiasi. Bek sayap Federico Dimarco dikabarkan tengah menegosiasikan perpanjangan kontrak dengan permintaan gaji sekitar 7,5 juta euro per musim, jauh di atas tawaran awal klub. Manajemen Inter berencana mengaktifkan klausul perpanjangan hingga 2028 dengan gaji sekitar 5,2 juta euro, namun pihak Dimarco menginginkan posisi sebagai pemain bergaji tertinggi kedua setelah Lautaro Martínez.
Kemenangan dramatis ini menjadi sinyal jelas bahwa Inter Milan musim ini bukan hanya kuat secara taktik, tetapi juga memiliki mentalitas baja yang menjadi ciri tim juara. Kemampuan bangkit di detik-detik akhir pertandingan adalah modal berharga dalam persaingan panjang meraih scudetto. Bagi Fiorentina, laga ini menjadi pukulan telak yang menuntut pembenahan segera jika ingin keluar dari jeratan zona degradasi. Sementara itu, para tifosi Nerazzurri boleh bermimpi besar, sebab performa dan semangat juang yang ditunjukkan intermilan sejauh ini menjadi fondasi kuat menuju gelar juara Serie A.
