Eintracht Frankfurt di Ambang Sejarah: Satu Kaki Sudah di Perempat Final Europa Cup, Buru-buru Buru Sportchef Baru
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Klub eintracht frankfurt tengah menikmati pekan yang nyaris sempurna. Tim putri mereka sukses mencuri kemenangan penting di markas PSV Eindhoven, sementara di ruang rapat direksi, manajemen tengah bergerak cepat mencari sosok baru untuk mengisi kursi sportchef yang lowong. Dua cerita besar ini menjadi sorotan utama publik sepak bola Jerman dalam beberapa hari terakhir.
Blitzstart di Eindhoven, Satu Kaki di Perempat Final
Tim putri eintracht frankfurt tampil menggila sejak menit pertama. Dalam laga leg pertama babak 16 besar UEFA Women’s Europa Cup yang digelar Rabu malam di Eindhoven, pasukan asuhan Niko Arnautis langsung menekan tuan rumah. Hasilnya nyaris instan: baru dua menit pertandingan berjalan, Laura Freigang melepaskan umpan matang kepada Hayley Raso yang dengan tenang menuntaskan peluang menjadi gol pembuka.
Belum puas, Freigang kembali menjadi aktor utama. Pada menit ke-15, ia sendiri mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan kepala yang memanfaatkan celah pertahanan PSV. Dua gol cepat itu praktis mengubah jalannya pertandingan. PSV Eindhoven yang tampil di hadapan pendukung sendiri justru terlihat kewalahan menghadapi pressing ketat yang diterapkan eintracht frankfurt sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, tuan rumah mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang sempat tercipta, namun solidnya lini belakang Frankfurt membuat gawang mereka tetap aman. Raso bahkan nyaris menambah keunggulan pada menit ke-72, sayang peluang emasnya gagal dimaksimalkan. Skor 2-0 untuk kemenangan eintracht frankfurt bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Jadwal Padat Menanti
Kemenangan ini menjadi modal berharga, tetapi para pemain tidak bisa berlama-lama berpesta. Jadwal padat langsung menanti. Pada akhir pekan, tim harus menghadapi laga DFB-Pokal di Nürnberg, disusul pertemuan melawan VfL Wolfsburg di Frankfurt pada Jumat malam berikutnya. Leg kedua melawan PSV Eindhoven sendiri baru akan digelar pada 11 November mendatang, dengan kick-off pukul 18.30 waktu setempat.
Pelatih PSV, Kasper Kurland, mengakui timnya kesulitan mengimbangi agresivitas lawan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa peluang masih terbuka dan timnya akan berjuang maksimal di leg kedua nanti. Sementara itu, sekitar 150 pendukung setia eintracht frankfurt yang hadir langsung di stadion mendapat suguhan manis atas performa apik tim kesayangan mereka.
Perebutan Kursi Sportchef Memanas
Di sisi lain, dinamika di ruang manajemen juga tak kalah menarik. Pasca kepergian Markus Krösche, eintracht frankfurt disebut tengah menyeleksi kandidat kuat untuk posisi sportchef. Nama Christoph Spycher dari BSC Young Boys dikabarkan telah keluar dari bursa. Kini perhatian beralih kepada Joti Chatzialexiou, sosok kelahiran Frankfurt yang saat ini menjabat sebagai sportvorstand di 1. FC Nürnberg.
Chatzialexiou bukan orang baru bagi klub. Ia pernah mengabdi sebagai pelatih di akademi muda Frankfurt pada periode 2001 hingga 2009 sebelum melanjutkan karier di DFB. Pengalamannya di sektor pembinaan usia muda dinilai sejalan dengan visi klub yang ingin lebih banyak mengandalkan talenta lokal dan pemain muda Jerman. Kabarnya, komunikasi antara manajemen dan yang bersangkutan sudah terjalin, meski pihak Nürnberg menyatakan belum menerima pendekatan resmi.
Selain Chatzialexiou, nama Marcel Schäfer dari RB Leipzig masih disebut-sebut dalam radar. Namun, indikasi terbaru menunjukkan sang pemain kelahiran Frankfurt tersebut kini berada di posisi terdepan. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi babak baru bagi eintracht frankfurt dalam membangun fondasi tim yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Pekan ini benar-benar menjadi milik eintracht frankfurt. Di lapangan, tim putri membuktikan kualitas mereka dengan kemenangan meyakinkan yang membuka jalan ke perempat final. Di luar lapangan, manajemen bergerak sigap memastikan masa depan klub tetap cerah melalui sosok sportchef yang tepat. Kombinasi prestasi dan perencanaan matang ini menjadi sinyal bahwa Frankfurt serius ingin bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
