Fabregas Puji Peran Mirwan Suwarso di Balik Kebangkitan Como Jelang Duel Kontra Manchester United
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Pelatih Como, Cesc Fabregas, kembali menegaskan komitmennya terhadap proyek ambisius klub asal Italia utara itu, dan menyebut nama mirwan suwarso sebagai sosok kunci yang membuatnya betah berlama-lama di Sinigaglia. Dalam konferensi pers jelang laga ketiga fase liga Liga Champions melawan Manchester United, Fabregas secara terbuka mengungkapkan bahwa ia telah menyampaikan keinginannya untuk bertahan lama kepada mirwan suwarso, figur penting di jajaran manajemen Como yang dipercaya membangun fondasi kebangkitan klub.
“Saya selalu mengatakan kepada Mirwan Suwarso bahwa saya ingin bertahan lama di sini karena saya sangat menghargai apa yang sedang kami bangun,” ujar Fabregas di ruang pers Stadion Sinigaglia. Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa proyek yang digarap bersama mirwan suwarso bukan sekadar pekerjaan jangka pendek, melainkan sebuah visi panjang untuk mengangkat Como ke panggung elite Eropa.
Laga melawan Manchester United yang dijadwalkan berlangsung Rabu malam menjadi momen bersejarah bagi Como. Fabregas menyebutnya sebagai malam istimewa bagi klub, para penggemar, dan seluruh keluarga besar tim. Meski menghadapi raksasa Inggris dengan sejarah panjang, ia menegaskan timnya tidak akan gentar dan tetap berambisi meraih kemenangan dengan cara bermain mereka sendiri.
Manchester United Dianggap Setara Inter, Milan, dan Juventus
Fabregas menolak memberi porsi tekanan berlebih pada pasukannya. Ia menilai Manchester United harus diperlakukan sama seperti ketika Como menghadapi klub-klub besar Italia seperti Inter Milan, AC Milan, dan Juventus. Menurutnya, jika seorang pelatih terus-menerus memperingatkan pemain tentang bahaya lawan, para pemain justru akan masuk lapangan dengan rasa takut.
“Pelatih harus selalu memberi kepercayaan kepada timnya. Saya merasa kuat bersama para pemain saya. Kami bisa menang jika melakukan hal-hal sebagaimana mestinya,” tegasnya. Ia juga menepis anggapan bahwa krisis yang tengah dialami Manchester United bisa menjadi keuntungan bagi Como. Baginya, krisis dalam sepak bola tidak ada, sebab setiap tiga hari selalu ada pertandingan dan tidak ada waktu untuk memikirkan hal semacam itu.
Perjalanan Panjang yang Tak Terlupakan
Fabregas mengenang empat tahun perjalanannya sejak tiba sebagai pemain hingga kini menjadi pelatih. Ia menyebut transformasi Como sebagai sesuatu yang luar biasa, dari kondisi terpuruk hingga mampu bersaing di Liga Champions. Momen promosi, finis di posisi kesepuluh, dan kualifikasi ke kompetisi elite Eropa menjadi kenangan yang tidak akan pernah ia lupakan.
Di balik semua pencapaian itu, Fabregas menekankan pentingnya peran figur seperti mirwan suwarso dalam menjaga arah dan stabilitas klub. Ia menilai kesuksesan Como bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kerja sama banyak pihak yang berada di belakang proyek besar ini, termasuk dukungan manajemen yang dipimpin oleh mirwan suwarso.
Ia juga menegaskan bahwa timnya tidak memiliki pemain bintang yang sudah jadi, melainkan para pemuda yang berambisi menjadi bintang. Filosofi itulah yang menjadi ciri khas proyek yang ia bangun bersama mirwan suwarso, yakni membentuk karakter dan mentalitas juara sejak awal, bukan sekadar mendatangkan nama besar.
Badai Cedera Mengancam
Jelang laga bergengsi tersebut, Como diterpa masalah cedera. Jesus Rodriguez mengalami cedera serius saat latihan dan diperkirakan absen sekitar dua bulan, sehingga klub mempertimbangkan perubahan daftar pemain untuk kompetisi Eropa. Selain itu, Chalobah dipastikan absen dua pekan dan melewatkan empat pertandingan, sementara Kean masih akan dievaluasi dan Diao baru kembali setelah jeda internasional.
Fabregas mengakui bahwa timnya hanya diperkuat 15 pemain untuk laga melawan Manchester United. Situasi ini, menurutnya, adalah konsekuensi dari terlalu cepatnya Como masuk ke kompetisi sebesar Liga Champions, ketika akademi belum siap menyumbang pemain ke daftar B. Meski demikian, ia memilih untuk tetap tenang dan berfokus pada upaya memaksimalkan potensi yang ada.
Pujian untuk Nico Paz dan Persaingan Kiper
Fabregas juga melontarkan pujian untuk Nico Paz, yang dinilainya memiliki potensi besar berkat ambisi dan mentalitas yang kuat. Ia menilai banyak pemain bertalenta gagal mengekspresikan kemampuan terbaiknya karena lemah dalam hal mental, dan Nico bukan tipe seperti itu. Soal posisi kiper, ia menegaskan Butez tetap sangat penting dan akan terus bermain, meski persaingan dengan Sanchez justru meningkatkan level seluruh tim.
Dengan segala dinamika yang ada, duel melawan Manchester United menjadi ujian sekaligus panggung bagi Como untuk menunjukkan bahwa perjalanan yang dibangun bersama mirwan suwarso bukanlah proyek semusim. Fabregas menutup dengan pesan bahwa masa lalu hanyalah bagian dari sejarah, sedangkan yang terpenting adalah masa kini dan masa depan. Bagi Como, malam di Sinigaglia bukan sekadar pertandingan, melainkan pembuktian bahwa klub kecil dari Italia utara itu kini layak diperhitungkan di panggung sepak bola Eropa.
