Fiorentina Di Ambang Jurang: Keajaiban De Gea Pupus oleh Thuram dan Zielinski di Menit Akhir
Inforiau – 25 Oktober 2026 | San Siro kembali menjadi panggung drama yang tak terlupakan bagi Fiorentina. Dalam laga pekan ketujuh Serie A yang berlangsung pada Minggu (25/10/2026), tim tamu nyaris mencuri kemenangan bersejarah, namun ambisi itu sirna di menit-menit akhir ketika Inter Milan bangkit dan menang 2-1. Kekalahan ini membuat Fiorentina semakin terpuruk di dasar klasemen, dan jika Venezia meraih poin di Genoa, posisi juru kunci akan kembali menghantui skuad asuhan Paolo Vanoli.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Inter yang dilatih Cristian Chivu tampil mendominasi penguasaan bola, tetapi tembok pertahanan Fiorentina yang dikawal David de Gea menjadi benteng kokoh. Kiper asal Spanyol itu tampil luar biasa sepanjang babak pertama, menggagalkan peluang emas Marcus Thuram pada menit ke-35, sundulan Francesco Pio Esposito semenit berselang, serta sepakan keras Thuram di menit ke-44. Penampilan gemilang De Gea membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum, meski tuan rumah terus menggempur pertahanan Fiorentina.
Memasuki babak kedua, kejutan terjadi. Pada menit ke-65, Alex Jimenez—mantan pemain AC Milan—melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dijangkau Provedel, membawa Fiorentina unggul 1-0. Gol tersebut sempat mengubah jalannya pertandingan, memaksa Inter bermain lebih agresif. Namun, keunggulan tim tamu hanya bertahan hingga menit ke-90. Marcus Thuram akhirnya memecah kebuntuan dengan gol penyama kedudukan yang lahir dari skema serangan balik cepat.
Puncak drama terjadi di menit ke-96. Wasit Mariani menunjuk titik putih setelah Thuram dilanggar di kotak penalti oleh Valdepenas. Meski sempat terjadi kontroversi dan protes dari pemain Fiorentina, keputusan tetap berdiri setelah konsultasi VAR. Piotr Zielinski yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan, menaklukkan De Gea dan memastikan kemenangan 2-1 untuk Inter. Kemenangan ini membawa Inter menyamai perolehan poin Lazio di puncak klasemen dengan 22 poin, sekaligus mencatatkan rekor 10 poin yang diraih dari situasi tertinggal musim ini.
Bagi Fiorentina, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. Mereka hanya butuh beberapa detik lagi untuk meraih hasil imbang, namun konsentrasi yang buyar di menit akhir membuat poin berharga sirna. Kini tim berjuluk La Viola itu tertahan di posisi ke-18 dengan koleksi empat poin dari tujuh pertandingan, terancam semakin dalam ke zona degradasi. Pelatih Paolo Vanoli dihadapkan pada tugas berat untuk membangkitkan mental anak asuhnya sebelum laga krusial berikutnya.
Dari kubu Inter, Cristian Chivu patut berbangga dengan mentalitas timnya. Meski sempat tertinggal, pasukannya menunjukkan karakter juara dengan tidak pernah menyerah hingga peluit akhir. Kemenangan ini menjadi bukti kematangan skuad Nerazzurri dalam mengarungi kompetisi yang panjang. Sementara itu, Fiorentina harus segera berbenah jika ingin keluar dari keterpurukan dan menghindari nasib buruk di akhir musim.
Dengan hasil ini, persaingan di papan atas Serie A semakin memanas, sementara drama di dasar klasemen kian menarik untuk disimak. Akankah Fiorentina mampu bangkit, atau justru semakin terbenam? Waktu yang akan menjawab.
