Gempa di Riyadh: Al Ahli Dihancurkan Al Shabab 6-1, Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Liga Roshn Saudi diguncang oleh salah satu hasil paling mengejutkan musim ini ketika al ahli menelan kekalahan memalukan 1-6 dari rival tradisionalnya, Al Shabab, dalam laga El Clasico kecil yang berlangsung di Stadion SHG Arena, Riyadh, Jumat malam. Kekalahan ini tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah partisipasi al ahli di kompetisi kasta tertinggi Arab Saudi, sekaligus mencoreng reputasi tim tamu yang datang dengan ambisi besar.
Pertandingan baru berjalan 66 detik ketika bencana pertama datang. Bek al ahli, Rayan Hamed, melakukan kesalahan fatal saat gagal menguasai bola, dan penyerang Brasil Ricardo Matias dengan sigap merebut bola sebelum melepaskan tembakan yang membuka keunggulan Al Shabab. Kesalahan individu itu seolah menjadi pertanda buruk bagi seluruh jalannya pertandingan.
Kartu Merah Al Sanbi Ubah Segalanya
Penderitaan al ahli semakin dalam pada menit ke-22. Kiper Abdulrahman Al Sanbi menerima kartu merah langsung setelah menghalau bola dengan tangannya di luar area penalti untuk menghentikan peluang Ricardo Matias. Keputusan wasit itu memaksa pelatih asal Belanda, Marino Pusic, melakukan perubahan darurat yang kontroversial.
Masalahnya, Pusic tidak menempatkan kiper senior asal Senegal, Edouard Mendy, di bangku cadangan. Akibatnya, ia terpaksa menurunkan kiper muda Abdullah Abdu dengan mengorbankan bek Rayan Hamed. Keputusan itu langsung berbuah petaka. Pada bola pertama yang harus ia hadapi, Abdu sudah kebobolan melalui tendangan bebas winger Belgia Yannick Carrasco pada menit ke-26, gol yang lahir tepat dari pelanggaran yang menyebabkan Al Sanbi diusir.
Ricardo Matias terus menjadi mimpi buruk bagi lini belakang al ahli. Pada menit ke-37, ia memenangkan sebuah penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh penyerang Kolombia Roger Martinez, membawa Al Shabab unggul tiga gol tanpa balas sebelum turun minum.
Suporter Al Ahli Tinggalkan Stadion Lebih Awal
Babak kedua tidak membawa perbaikan apa pun bagi al ahli. Ricardo Matias mencetak gol keempat Al Shabab pada menit ke-48, dan Carrasco menambah gol kelima melalui titik penalti pada menit ke-66. Momen itu menjadi puncak kemarahan para suporter tamu, yang mulai meninggalkan Stadion SHG Arena secara massal.
Sebagian pendukung sebenarnya sudah angkat kaki sejak gol ketiga Martinez pada menit ke-37, dan gelombang kepulangan semakin besar setelah gol keempat dan kelima bersarang di gawang tim kesayangan mereka. Saat jeda babak, suporter al ahli meluapkan kemarahan dengan menuntut pemecatan pelatih Marino Pusic serta melontarkan cemoohan kepada kiper Abdulrahman Al Sanbi yang menjadi biang keladi kekalahan.
Al Shabab melengkapi pesta gol mereka di penghujung laga, menutup skor menjadi 6-1 dan menegaskan dominasi atas rival sekota tersebut. Bagi al ahli, hasil ini menjadi pukulan telak yang menuntut evaluasi menyeluruh, mulai dari strategi pelatih, komposisi bangku cadangan, hingga mentalitas para pemain.
Kontras dengan Gemilangnya Ronaldo
Kekalahan al ahli terjadi di tengah sorotan terhadap rival sekota mereka, Al Nassr, yang justru berpesta. Cristiano Ronaldo mencetak hattrick sempurna melalui kaki kiri, sundulan kepala, dan kaki kanan dalam kemenangan 5-3 atas Al Kholood. Megabintang Portugal berusia 41 tahun itu mencetak tiga gol dalam rentang 15 menit, memanfaatkan umpan Joao Felix dan Sadio Mane.
Kontras ini semakin menegaskan betapa jauhnya jarak performa antara al ahli dan pesaing-pesaing terdekatnya di papan atas Liga Roshn Saudi. Sementara Al Nassr menikmati momentum kemenangan, al ahli harus berbenah cepat sebelum jadwal padat berikutnya memperburuk situasi.
Jadwal Berikutnya dan Tekanan bagi Pusic
Tekanan kini sepenuhnya beralih kepada Marino Pusic. Keputusan tidak menurunkan Edouard Mendy di bangku cadangan menjadi sorotan utama, terutama karena kekosongan opsi penjaga gawang pengganti terbukti berakibat fatal. Para pengamat menilai insiden ini sebagai kegagalan manajemen teknis yang seharusnya tidak terjadi di level klub sekelas al ahli.
Evaluasi menyeluruh menjadi keniscayaan. Dengan kekalahan terbesar sepanjang sejarah klub di Liga Roshn Saudi, manajemen al ahli dituntut mengambil langkah tegas agar performa tim kembali ke jalur yang benar dan kepercayaan suporter yang kecewa berat dapat dipulihkan.
Pada akhirnya, laga di Stadion SHG Arena menjadi pelajaran pahit bagi al ahli tentang pentingnya disiplin, kesiapan skuad, dan ketenangan dalam mengambil keputusan. Tanpa perbaikan mendasar, kekalahan bersejarah ini berpotensi menjadi awal dari krisis yang lebih panjang bagi salah satu klub paling bergengsi di Arab Saudi tersebut.
