Gempa Terkini M5,4 Guncang Meulaboh Tengah Malam, Warga Panik tapi Tsunami Tidak Terjadi
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Gempa terkini kembali mengguncang Indonesia. Wilayah Meulaboh, Aceh Barat, dikejutkan oleh gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,4 pada Selasa malam, 20 Oktober 2026, tepat pukul 23.29.35 WIB. Guncangan yang terjadi menjelang tengah malam ini membuat warga yang sedang bersiap istirahat panik dan berhamburan keluar rumah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung merilis informasi resmi untuk menenangkan masyarakat.
Menurut data BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 59 kilometer barat daya Meulaboh, pada koordinat 3,79 Lintang Utara dan 95,72 Bujur Timur. Kedalaman gempa tercatat 74 kilometer. Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Yoga Al Ma’ruf, menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. “Lokasi gempa berada di 3,79 LU, 95,72 BT atau sekitar 59 km barat daya Meulaboh, Aceh Barat di kedalaman 74 km,” ujarnya kepada media.
Meski demikian, getaran gempa terasa cukup kuat di sejumlah kabupaten. Warga di Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Bener Meriah, dan Kota Banda Aceh melaporkan merasakan guncangan. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab.
BMKG kemudian melakukan pemutakhiran data. Magnitudo gempa yang awalnya tercatat 5,4 diperbarui menjadi 5,1. Episenter bergeser sedikit ke koordinat 3,79 Lintang Utara dan 95,78 Bujur Timur, sekitar 55 kilometer barat daya Meulaboh, dengan kedalaman 56 kilometer. Gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Meskipun dangkal, hasil pemodelan gelombang memastikan tidak ada ancaman tsunami.
Gempa terkini di Meulaboh ini menjadi perhatian karena terjadi pada malam hari ketika sebagian besar warga sedang beristirahat. Kepanikan sempat melanda, namun berkat informasi cepat dari BMKG, warga kembali tenang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa.
Selain gempa Meulaboh, aktivitas seismik juga tercatat di sejumlah wilayah lain pada hari yang sama. Gempa magnitudo 6,3 mengguncang Vanuatu Islands pada pukul 11.20.40 WIB. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berdampak di Indonesia dan tidak berpotensi tsunami. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa itu berpusat di laut, 517 kilometer barat laut Port Vila, Vanuatu, pada kedalaman 20 kilometer. Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat deformasi batuan dengan mekanisme normal fault.
Di dalam negeri, gempa magnitudo 4,0 juga terjadi di Maluku Barat Daya pada Selasa dini hari pukul 00.20.57 WIB. Episenter berada di 88 kilometer timur laut Maluku Barat Daya pada kedalaman 95 kilometer, dan tidak berpotensi tsunami. Gempa kecil magnitudo 1,5 juga tercatat di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 00.28.27 WIB.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berada dalam zona rawan gempa. Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG. Gempa terkini di Meulaboh setidaknya menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus terus ditingkatkan, terutama di daerah pesisir yang berpotensi terdampak gempa laut.
Sebagai kesimpulan, gempa magnitudo 5,4 yang mengguncang Meulaboh tengah malam telah menimbulkan kepanikan sesaat, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami. BMKG terus memantau situasi dan mengimbau warga tetap tenang. Informasi gempa terkini dari sumber resmi menjadi kunci utama untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu.
