Inter Menang Dramatis di Kandang Venezia, Chivu Akui: 'Kami Sedikit Beruntung'
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Pertandingan venezia vs inter pada pekan kesembilan Serie A 2026/2027 di Stadion Pier Luigi Penzo, Venesia, Rabu (28/10/2026) malam, berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Inter Milan. Namun, kemenangan tersebut tidak datang dengan cara yang mulus. Dua gol kemenangan Nerazzurri baru tercipta pada sepuluh menit terakhir pertandingan melalui dua gol bunuh diri pemain Venezia, Moreno dan Halhal, setelah sebelumnya tuan rumah tampil gagah berani dan bahkan dua kali mencetak gol yang dianulir karena offside.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, dengan jujur mengakui bahwa timnya beruntung bisa membawa pulang tiga poin dari laga venezia vs inter ini. “Kami sedikit beruntung hari ini bisa membawa pulang kemenangan. Saya tidak tahu apakah yang lebih penting adalah itu atau fakta bahwa kami percaya dengan segala yang kami miliki,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia usai pertandingan. Ia bahkan menyebut bahwa jika bisa, ia ingin mengganti seluruh pemainnya di babak pertama karena performa yang kurang memuaskan.
Pertandingan venezia vs inter berjalan dengan tempo yang tidak terlalu tinggi. Inter memang mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menembus rapatnya pertahanan Venezia yang tampil disiplin di bawah asuhan Davide Nicola. Sebaliknya, tim tuan rumah justru beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat. Penyerang Venezia, Akor Adams, beberapa kali merepotkan lini belakang Inter, sementara Lauberbach juga sempat mencetak gol yang kemudian dianulir karena offside tipis.
Kiper Inter, Provedel, menjadi pahlawan dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk sebuah penyelamatan spektakuler atas tembakan Lauberbach yang membentur mistar gawang. Tanpa aksi Provedel, hasil venezia vs inter bisa saja berbeda. “Provedel menyelamatkan kami di beberapa momen krusial. Dia menjaga kami tetap di dalam pertandingan,” tambah Chivu.
Memasuki babak kedua, Chivu melakukan tiga pergantian sekaligus dengan memasukkan Barella, Calhanoglu, dan Akanji untuk menggantikan Stankovic, Sucic, dan Bisseck yang dianggap tampil kurang greget. Perubahan ini membawa dampak positif. Inter mulai lebih agresif dan menciptakan peluang melalui Thuram dan Carlos Augusto. Namun, hingga menit ke-75, skor kacamata masih bertahan.
Gol pembuka Inter akhirnya hadir pada menit ke-80 melalui kemalangan Venezia. Umpan silang Thuram disambut oleh Pio Esposito, namun bola mengenai Moreno dan berbelok masuk ke gawang Stankovic. Hanya tiga menit berselang, Inter menggandakan keunggulan lewat sepak pojok Calhanoglu yang disundul Carlos Augusto dan mengenai paha Halhal sebelum masuk ke gawang. Dua gol bunuh diri dalam waktu singkat itu memupus harapan Venezia yang sebenarnya tampil luar biasa sepanjang laga.
Dengan hasil ini, Inter mengoleksi 25 poin dari sembilan pertandingan, menyamai perolehan Lazio di puncak klasemen Serie A. Kemenangan ini juga menjadi modal berharga menjelang derby Milan akhir pekan nanti. Chivu menyebut bahwa timnya masih memiliki ruang untuk berkembang. “Kami bisa dan harus terus berkembang. Awal yang luar biasa ini bukan alasan untuk berpuas diri. Kami harus tetap membumi,” tegasnya.
Di kubu Venezia, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. Pasalnya, mereka telah tampil mati-matian dan beberapa kali menciptakan peluang emas. Adams dan Busio memiliki kans untuk membawa Venezia unggul, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang tersebut sirna. Meski demikian, performa Venezia dalam laga venezia vs inter ini patut mendapat apresiasi. Mereka membuktikan mampu memberikan perlawanan sengit terhadap tim papan atas.
Laga venezia vs inter juga menghadirkan cerita menarik dari Chivu yang teringat pada pertandingan Catania vs Inter 3-1 pada musim 2009/2010 silam. Saat itu, Inter yang sedang dalam perjalanan menuju treble sempat kalah mengejutkan, namun bangkit dan mengalahkan Chelsea tiga hari kemudian. “Pertandingan seperti ini memang terjadi dalam satu musim. Ada dua atau tiga pertandingan di mana energi Anda rendah dan Anda berpikir bisa menang dengan usaha minimal,” kenang Chivu.
Secara keseluruhan, kemenangan Inter atas Venezia memang diwarnai keberuntungan. Dua gol bunuh diri di menit akhir menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat ini. Venezia pantas berbangga meski harus menelan kekalahan, sementara Inter tetap menjaga asa untuk bersaing di papan atas. Kini, perhatian beralih ke derby Milan yang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi tim asuhan Chivu.
