Islam Makhachev Batal Lawan Carlos Prates di UFC 336, Sabuk Juara Kini di Ujung Tanduk
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Kabar mengejutkan datang dari dunia tarung混合 martial arts (MMA). Juara kelas welter UFC, Islam Makhachev, dikabarkan mundur dari rencana duel perebutan sabuk juara melawan penantang nomor satu asal Brasil, Carlos Prates, pada ajang UFC 336 yang sedianya digelar 30 Januari di Scotiabank Arena, Toronto, Kanada. Kepastian ini sekaligus menggugurkan ekspektasi publik yang selama berminggu-minggu menantikan pertarungan akbar tersebut.
Kabar mundurnya Islam Makhachev pertama kali mencuat melalui laporan media Brasil, Ag Fight, pada Jumat lalu. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik keputusan tersebut. Tidak diketahui apakah petarung asal Dagestan, Rusia, itu mengalami cedera atau memang meminta waktu tambahan sebelum kembali bertarung di oktagon.
Yang menarik, CEO UFC Dana White enggan mengonfirmasi maupun membantah laporan tersebut. Dalam sebuah sesi live di platform Kick bersama Nina Stream, ia hanya menyebut informasi itu sebagai sesuatu yang “menarik” sambil tersenyum simpul. Pernyataan singkat itu justru memunculkan lebih banyak tanda tanya di kalangan penggemar dan pengamat.
Senada dengan itu, jurnalis senior MMA Ariel Helwani menyatakan bahwa duel Islam Makhachev kontra Prates bukan lagi menjadi target utama untuk laga utama UFC 336. Menurut sumber yang ia himpun, tanggal 30 Januari memang tidak lagi cocok bagi sang juara. “Duel itu awalnya menjadi harapan dan rencana, tetapi kini UFC tengah mencari opsi lain. Tanggal tersebut tidak lagi cocok untuk Makhachev. Belum jelas alasannya,” ujarnya.
Sejak awal, skenario pertemuan kedua petarung memang sempat memanas. Nama Alvaro Colmenero sempat mencuat dan menambah panas situasi dengan menyebut bahwa Islam Makhachev tengah diarahkan menghadapi Prates. Sementara itu, Michael Morales, yang menjadi petarung pengganti pada laga terakhir Makhachev, tampaknya sudah tersisih dari perhitungan. Prates sendiri begitu percaya diri, terlebih setelah ia menandatangani kontrak delapan pertarungan dengan UFC dan mengklaim dirinya sebagai penantang berikutnya.
Petarung Brasil itu bahkan sempat mengunggah video tantangan, memposisikan diri sebagai “mimpi buruk terburuk bagi pegulat” dan menyebut dirinya siap mengirim sang raja pound-for-pound ke alam kegelapan begitu pintu oktagon ditutup. Prates juga mulai menjalani latihan khusus untuk duel tersebut, sembari terus memperbaiki pertahanan takedown dan kemampuan grappling-nya.
Di sisi lain, situasi ini memunculkan dilema bagi Prates. Sebagai petarung peringkat satu di kelas welter, ia berada di posisi yang seharusnya sudah berhak menantang juara. Namun dengan absennya Islam Makhachev, muncul pertanyaan besar: haruskah ia menunggu atau menerima tawaran laga lain demi menjaga ritme bertanding?
Sebagai catatan, Islam Makhachev terakhir kali mempertahankan sabuk juaranya pada Agustus lalu di UFC 330 dengan mengalahkan Ian Machado Garry melalui keputusan bulat. Itu menjadi pertahanan gelar ketiganya di kelas welter, sekaligus menegaskan rekor profesionalnya menjadi 29-1. Ia sempat menyatakan keinginan untuk kembali bertarung pada Januari, atau setidaknya sebelum akhir 2026, dan sempat berharap bisa tampil sebelum Ramadan 2027. Kini, kembalinya ia ke oktagon kemungkinan besar baru terjadi setelah kuartal pertama 2027.
Kabar ini juga bersinggungan dengan dinamika di dunia gulat. Arman Tsarukyan, penantang kelas ringan UFC, mengkritik legenda gulat Amerika Jordan Burroughs yang disebut ingin menantang Islam Makhachev di ajang Real American Freestyle (RAF). Menurut Tsarukyan, Burroughs seharusnya menantang pegulat freestyle elit seperti Razambek Zhamalov dan Zaurbek Sidakov, bukan mencari lawan yang dianggap lebih mudah.
Dengan kurang dari empat bulan tersisa menuju UFC 336, UFC belum mengumumkan laga utama pengganti. Situasi ini menempatkan posisi sabuk juara kelas welter dalam ketidakpastian, sekaligus memaksa Prates dan timnya mengambil keputusan strategis.
Pada akhirnya, mundurnya Islam Makhachev dari UFC 336 menjadi pukulan bagi para penggemar yang sudah menantikan duel bergengsi tersebut. UFC dituntut segera menemukan solusi agar persaingan di kelas welter tetap berjalan dinamis, sementara Prates berada di persimpangan antara menunggu peluang emas atau terus menjaga momentum kariernya. Apa pun keputusan yang diambil, nama Islam Makhachev akan tetap menjadi pusat perhatian dalam peta kekuatan kelas welter UFC ke depan.
