Ivan Toney di Persimpangan: Antara Godaan Newcastle dan Bayang-Bayang Sidang 2028
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Nama Ivan Toney kembali menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola. Penyerang asal Inggris yang kini membela Al Ahli di Liga Pro Saudi itu dikabarkan tengah menjadi incaran Newcastle United untuk bursa transfer musim dingin mendatang. Namun, di balik spekulasi kepindahannya, ada sejumlah rintangan besar yang harus dihadapi, mulai dari tuntutan finansial hingga masalah hukum yang menjeratnya.
Kabar ketertarikan Newcastle terhadap Ivan Toney mencuat setelah pelatih tim tersebut berbicara tentang keterbatasan finansial yang akan memengaruhi pergerakan klub di bursa transfer Januari 2027. Sang pelatih menegaskan bahwa perekrutan pemain tidak bisa hanya didasarkan pada keinginan tim kepelatihan, melainkan harus melalui koordinasi dengan tim perekrutan dan mempertimbangkan anggaran klub serta kewajiban finansial yang berlaku. Pernyataan ini disampaikan menjelang pertandingan melawan Everton, yang menyoroti sulitnya menuntaskan kesepakatan besar tanpa memperhitungkan kondisi keuangan klub.
Hingga saat ini, Newcastle dilaporkan belum membuka berkas perekrutan untuk Ivan Toney, meskipun namanya santer dikaitkan dengan klub berjuluk The Magpies tersebut. Artinya, pembicaraan mengenai kepindahannya masih sebatas spekulasi tanpa konfirmasi resmi mengenai dimulainya negosiasi. Salah satu hambatan paling menonjol adalah tuntutan gaji. Laporan menyebutkan bahwa gaji Ivan Toney di Al Ahli mendekati 500 ribu pound sterling per pekan, sementara batas gaji yang berlaku di Newcastle sekitar 150 ribu pound sterling per pekan. Selisih yang sangat besar ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Newcastle untuk merealisasikan transfer tersebut.
Di sisi lain, masa depan Ivan Toney di Al Ahli juga masih abu-abu. Belum ada indikasi resmi yang memastikan ia akan segera meninggalkan klub Arab Saudi itu, begitu pula sebaliknya. Semua masih bergantung pada pergerakan nyata yang mungkin terjadi pada periode mendatang. Hingga muncul informasi tepercaya mengenai negosiasi, kabar kepergiannya tetap sekadar kemungkinan yang belum berubah menjadi kesepakatan pasti.
Namun, bukan hanya urusan transfer yang menjadi sorotan. Ivan Toney juga tengah menghadapi masalah hukum serius. Penyerang berusia 30 tahun itu akan menjalani sidang pada 12 Juni 2028 di Southwark Crown Court, London, terkait dugaan penyerangan di sebuah klub malam di kawasan Soho. Sidang tersebut dijadwalkan hanya tiga hari setelah Euro 2028 dimulai, yang pembukaannya dijadwalkan berlangsung di Cardiff pada 9 Juni 2028. Sidang diperkirakan berlangsung sekitar tiga hingga empat hari.
Dalam sidang singkat selama lima menit pada Kamis (29/10/2026) waktu setempat, Toney secara resmi mengajukan pembelaan tidak bersalah atas tuduhan penyerangan yang menyebabkan cedera fisik aktual. Hakim Christopher Hehir menetapkan tanggal sidang sementara dan menyampaikan permohonan maaf kepada terdakwa atas penundaan tersebut. “Ini jauh ke depan dan saya minta maaf untuk itu. Seperti yang Anda ketahui, pengadilan crown sedang beroperasi di bawah tekanan besar. Kami memiliki tumpukan besar pekerjaan karena berbagai alasan,” ujar Hakim Hehir. Toney tiba di pengadilan sekitar pukul 09.10 pagi dengan mengenakan kacamata hitam, celana abu-abu, dan jaket berkancing di atas kemeja dan dasi. Setelah sidang, ia dibebaskan dengan jaminan tanpa syarat.
Tuduhan ini bermula dari insiden yang terjadi pada 6 Desember 2025 di klub malam 100 Wardour Street, Soho, London. Jaksa menuduh Toney menyerang Saber Da Silva dengan menanduk dan memukulnya selama konfrontasi. Kasus pidana ini muncul setelah penyelidikan oleh Kepolisian Metropolitan, dan dakwaan diumumkan pada Juli. Toney sendiri sempat memperkuat timnas Inggris di Piala Dunia musim panas lalu.
Dengan jadwal sidang yang bertepatan dengan Euro 2028, masa depan Ivan Toney di timnas Inggris juga menjadi tanda tanya. Meski telah mencatat 10 penampilan dan satu gol untuk Tim Tiga Singa, proses hukum yang belum tuntas bisa menjadi mimpi buruk bagi para selektor dalam mempertimbangkan pemanggilannya. Toney tentu berharap dapat menyelesaikan masalah ini agar kariernya tetap berjalan mulus.
Secara keseluruhan, Ivan Toney berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia masih menjadi target potensial bagi Newcastle United yang ingin memperkuat lini depan. Di sisi lain, tuntutan gaji yang tinggi dan masalah hukum yang menjeratnya menjadi penghalang besar. Kepindahannya ke Newcastle belum pasti, dan masa depannya di Al Ahli pun masih menunggu kejelasan. Sementara itu, sidang pada 2028 akan menjadi momen krusial yang bisa memengaruhi kariernya di lapangan hijau. Hanya waktu yang akan menjawab semua tanda tanya ini.
