Jude Bellingham: Dari Gelar 'Pemain Paling Seksi' hingga Sinyal Kepindahan ke Premier League
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Nama Jude Bellingham kembali menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola. Gelandang andalan Real Madrid dan timnas Inggris ini baru saja dinobatkan sebagai pesepak bola paling seksi di dunia oleh majalah People, mengalahkan Ferran Torres. Namun, di balik gelar glamor tersebut, Jude Bellingham juga tengah menjadi sorotan karena keputusan besarnya terkait masa depan karier.
Pesona Jude Bellingham memang tak terbantahkan. Selain penampilannya yang memukau di lapangan, pesepak bola berusia 23 tahun ini juga dikenal dengan gaya rambut khasnya yang dijuluki ‘bellicut’. Penampilan menawan dan karismanya telah menarik perhatian merek-merek fashion ternama seperti Louis Vuitton dan Skims. Tak heran jika majalah People, yang setiap tahunnya memilih pria paling seksi, tahun ini juga memberikan gelar serupa untuk pesepak bola, dan Jude Bellingham keluar sebagai pemenang.
Meski begitu, prestasi di lapangan tetap menjadi prioritas utama Jude Bellingham. Menurut laporan Marca, ia telah mencapai kesepakatan penuh dengan Real Madrid untuk memperpanjang kontraknya hingga 2031. Namun, ada twist menarik: Jude Bellingham dikabarkan memiliki ambisi untuk mencoba peruntungan di Premier League pada tahap selanjutnya dalam kariernya. Keinginan untuk berkompetisi di liga utama Inggris masih menjadi bagian penting dari rencananya.
Kabar ini tentu membuat klub-klub besar Premier League, terutama Big Six, mulai bersiap. Arsenal, Chelsea, dan Liverpool disebut sebagai kandidat terkuat untuk mendapatkan tanda tangan Jude Bellingham di masa depan. Sementara itu, Manchester United dan Tottenham Hotspur harus berjuang lebih keras untuk kembali ke performa terbaik agar bisa menarik minat sang bintang. Manchester City juga masih diliputi ketidakpastian, sehingga masa depan mereka di Etihad belum jelas.
Di sisi lain, Jude Bellingham tetap fokus sepenuhnya pada Real Madrid. Manajemen klub mengagumi profesionalisme dan komitmen hariannya, serta kemampuannya beradaptasi dengan tuntutan taktik tim. Pelatih Jose Mourinho bahkan memberinya peran sebagai mediapunta, posisi yang dianggap Bellingham sebagai yang terbaik. “Dengan Mourinho saya memiliki lebih banyak kebebasan untuk memutuskan kapan harus turun menjemput bola atau kapan harus bertahan di atas dan menyerang kotak penalti. Mungkin ini posisi terbaik saya. Saya sangat bersyukur,” ujarnya.
Namun, persaingan di lini depan Real Madrid tidaklah mudah. Kehadiran Kylian Mbappe dan Vinicius Junior membuat ruang gerak Jude Bellingham sedikit terbatas. Meski begitu, ia tetap menunjukkan performa impresif dengan mencetak tiga gol dalam 12 pertandingan. Hubungan baiknya dengan rekan setim di timnas Inggris, seperti Anthony Gordon dan Adeyemi, juga menjadi sorotan. Gordon, yang kini bermain untuk Barcelona, mengaku sangat nyaman bermain bersama Jude Bellingham karena memiliki pemahaman yang sama. “Dia mampu sukses di usia sangat muda; saya butuh waktu untuk berkembang, tapi dia tidak. Dia sudah menjadi bintang sejak hari pertama,” kata Gordon.
El Clasico yang mempertemukan Barcelona dan Real Madrid pada 26 Oktober 2026 akan menjadi momen spesial bagi Jude Bellingham dan Gordon. Keduanya akan berhadapan sebagai lawan setelah sebelumnya bahu-membahu membawa Inggris menang 7-0 atas Kroasia di UEFA Nations League. Laga ini juga akan menjadi El Clasico pertama bagi Gordon sejak bergabung dengan Barcelona pada musim panas 2026. Sementara itu, Jude Bellingham telah tampil dalam 10 El Clasico sejak bergabung dengan Los Blancos pada 2023.
Di Inggris, posisi Jude Bellingham sebagai gelandang serang nomor 10 timnas Inggris juga mendapat tantangan dari Cole Palmer. Meski Palmer baru saja menerima kartu merah kontroversial saat Chelsea melawan Tottenham, ia didukung untuk bisa bersaing dengan Jude Bellingham dalam enam bulan ke depan. Mantan pemain Chelsea, Pat Nevin, menilai Palmer memiliki peluang untuk kembali ke performa terbaiknya dan menjadi pesaing langsung bagi Jude Bellingham.
Dengan segala dinamika yang ada, Jude Bellingham terus menunjukkan bahwa ia adalah sosok istimewa. Baik di dalam maupun di luar lapangan, ia berhasil memikat perhatian dunia. Gelar ‘pemain paling seksi’ hanyalah bonus dari bakat dan kerja kerasnya. Yang pasti, Jude Bellingham akan terus menjadi pusat perhatian, baik saat membela Real Madrid maupun nanti ketika ia memutuskan untuk menantang Premier League. Masa depan cerah menantinya, dan sepak bola dunia akan terus menyoroti setiap langkahnya.
