Julang Budaya Menyeluruh, Bupati Afni Ingin Setiap Kecamatan di Siak Punya Panggung Budaya
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Kabupaten Siak kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya Melayu paling menonjol di Riau. Melalui gelaran Julang Budaya yang digelar di Kecamatan Kandis, Siak Pamerkan Kekayaan Tradisi Bupati Afni Ingin Julang Budaya Hadir di Seluruh Kecamatan menjadi pesan utama yang disampaikan sang bupati kepada masyarakat. Acara yang berlangsung di halaman Kantor UPTD Dukcapil Kecamatan Kandis pada Sabtu (17/10/2026) itu menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperluas panggung kebudayaan hingga ke tingkat kampung.
Bupati Siak, Afni, menegaskan bahwa tradisi masyarakat Siak tidak hanya hidup di pusat kerajaan masa lalu atau dalam perayaan besar di ibu kota kabupaten. Warisan leluhur itu tumbuh dan dirawat bersama masyarakat di berbagai pelosok, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, ia mendorong agar Julang Budaya tidak berhenti di satu kecamatan saja, melainkan digelar secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Siak.
“Julang Budaya ini rencananya akan kita gelar di seluruh kecamatan. Inilah mutiara-mutiara kebudayaan yang ingin kita tunjukkan kepada Indonesia, betapa kayanya Siak,” ujar Afni saat membuka kegiatan tersebut.
Mengusung tema “Merajut Pesona Keberagaman dalam Bingkai Kandis Harmoni Melayu Lestari”, gelaran di Kandis menghadirkan beragam ekspresi budaya masyarakat setempat. Mulai dari pawai budaya, penampilan pakaian adat, pertunjukan seni, hingga sajian kuliner khas dari berbagai kelompok masyarakat. Rangkaian acara itu memperlihatkan kehidupan masyarakat yang berakar pada tradisi berbeda, tetapi bertemu dalam satu ruang kebersamaan.
Keberagaman sebagai Kekuatan Daerah
Bagi Afni, kegiatan budaya tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial. Setiap kecamatan perlu memperoleh kesempatan untuk menunjukkan jati diri, merawat peninggalan leluhur, sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal kepada generasi muda. Melalui semangat Siak Pamerkan Kekayaan Tradisi Bupati Afni Ingin Julang Budaya Hadir di Seluruh Kecamatan, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam upaya pelestarian budaya.
Masyarakat Siak tumbuh dengan latar belakang suku, adat istiadat, bahasa, dan tradisi yang beragam. Afni menilai perbedaan tersebut justru menjadi modal untuk memperkuat persaudaraan dan membangun daerah. Nilai-nilai Melayu seperti kesantunan, keramahan, musyawarah, serta penghormatan terhadap pemangku adat perlu terus dijaga sebagai perekat kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang menetap dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Siak harus memperoleh ruang yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi, tanpa kehilangan penghormatan terhadap budaya leluhurnya.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Apa pun budaya nenek moyangnya, ketika sudah sampai di negeri Siak, semuanya menjadi anak-anak Siak,” tuturnya.
Pesan tersebut menempatkan keberagaman bukan sebagai sekat, melainkan sebagai kekuatan bersama. Keharmonisan sosial perlu dibangun melalui sikap saling menghargai dan kesediaan menjaga tradisi masing-masing.
Jalur Menuju Festival Siak Bermadah
Julang Budaya Kandis juga diarahkan menjadi ruang bagi pelaku seni dan masyarakat untuk menunjukkan kemampuan mereka. Afni berharap peserta yang meraih prestasi terbaik di tingkat kecamatan dapat mewakili wilayahnya dalam Festival Siak Bermadah tingkat kabupaten yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
Dengan adanya kesempatan tersebut, kegiatan budaya diharapkan tidak berhenti ketika acara kecamatan selesai. Peserta memiliki peluang untuk mengembangkan kemampuan, sementara masyarakat dapat mengenal lebih jauh ragam kesenian dan tradisi yang hidup di berbagai wilayah Siak.
Afni menekankan, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tokoh adat, pelaku seni, masyarakat, dan generasi muda harus mengambil peran agar tradisi tidak sekadar menjadi cerita tentang masa lalu. Warisan budaya perlu dipelajari, ditampilkan, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari supaya tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Dampak Ekonomi bagi Pelaku UMKM
Di balik pertunjukan seni dan parade adat, Afni juga melihat peluang ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan yang menghadirkan banyak pengunjung dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memasarkan produk mereka. Kuliner khas, jajanan tradisional, serta kerajinan tangan menjadi bagian dari kekayaan lokal yang dapat diperkenalkan melalui kegiatan tersebut.
“Event budaya seperti ini, selain menjaga identitas daerah, juga memiliki dampak bagi pelaku UMKM kita. Mereka bisa menjajakan kuliner, produk kerajinan tangan dan jajanan khas lokal lainnya. Sehingga ada perputaran uang di sini,” ucap Afni.
Harapannya, manfaat Julang Budaya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang tampil di panggung. Pedagang kecil, pembuat kerajinan, dan pelaku usaha rumahan juga berpeluang memperoleh tambahan pendapatan ketika kegiatan berlangsung. Pendekatan ini sekaligus menghubungkan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Afni menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Siak, pemerintah kecamatan, tokoh adat, tokoh agama, pelaku seni, serta masyarakat yang mendukung pelaksanaan Julang Budaya Kandis. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. Karakter masyarakat, persaudaraan, dan keharmonisan sosial juga perlu diperkuat agar kemajuan daerah memiliki landasan yang kokoh.
“Insyaallah, saya bersama Wakil Bupati Siak akan tetap setia bersama rakyat, dalam susah maupun senangnya rakyat. Kita akan membangun Kabupaten Siak bersama,” kata Afni.
Melalui gelaran yang menjadi bagian dari upaya Siak Pamerkan Kekayaan Tradisi Bupati Afni Ingin Julang Budaya Hadir di Seluruh Kecamatan, Pemkab Siak berharap warisan leluhur tetap terpelihara, generasi muda semakin mengenal identitas daerahnya, dan potensi ekonomi masyarakat ikut berkembang. Inisiatif ini menegaskan bahwa budaya bukan sekadar hiasan, melainkan fondasi pembangunan yang menyatukan tradisi, karakter masyarakat, dan kesejahteraan ekonomi dalam satu tarikan napas.
