Kimi Antonelli Menang Dramatis di Austin, Rekor Juara Termuda Dunia Formula 1 Menanti di Meksiko
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Austin, menjadi panggung gemilang bagi Kimi Antonelli dalam ajang formula 1 musim 2026. Pembalap muda Mercedes itu tampil dominan sejak sesi kualifikasi hingga bendera finis, memimpin balapan dari pole position dan tak terbendung sepanjang 56 lap. Kemenangan ini membawanya semakin dekat ke gelar juara dunia pembalap, sebuah pencapaian yang bisa diraihnya pada seri berikutnya di Meksiko.
Antonelli, yang baru berusia 20 tahun, memulai balapan dengan sempurna. Pada lap pertama ia langsung mengambil jarak dua detik dari Max Verstappen yang menempati posisi kedua. Red Bull milik Verstappen memang tidak menunjukkan performa terbaiknya sejak start, dan hal itu dimanfaatkan betul oleh pembalap Italia tersebut. Sepanjang balapan, Antonelli nyaris tanpa cela, meski tekanan dari para pesaing sempat menghangat di akhir lomba.
Duel Sengit di Belakang, Ferrari Bangkit
Sorotan utama justru terjadi pada perebutan posisi kedua. Charles Leclerc, yang membalap untuk Ferrari, menunjukkan kecepatan luar biasa pada 10 lap terakhir. Ia berhasil menyalip Verstappen dan sempat bertanya melalui radio apakah masih ada peluang mengejar Antonelli yang ketika itu unggul lebih dari 18 detik. Sayangnya, harapan Leclerc pupus setelah safety car virtual (VSC) dikeluarkan pada enam lap tersisa, yang bertahan lebih lama dari perkiraan. Kondisi ini membekukan kompetisi dan memupus segala kemungkinan comeback dramatis.
Di belakang Leclerc, Lewis Hamilton finis keempat setelah melewati Lando Norris yang tampak frustrasi dengan performa McLaren. Sementara itu, rekan setim Antonelli, George Russell, hanya mampu finis kedelapan. Hasil ini membuat jarak Antonelli dengan Russell di klasemen pembalap melebar menjadi 123 poin. Dengan lima balapan tersisa, maksimal 100 poin masih bisa diraih, sehingga secara matematis Antonelli hanya butuh tambahan dua poin di Meksiko untuk mengunci gelar juara dunia formula 1 termuda sepanjang sejarah.
Colapinto Kembali Gagal Finis
Kisah pilu datang dari pembalap Argentina, Franco Colapinto. Ia harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah terlibat kontak dengan Arvid Lindblad dari Racing Bulls pada lap 27. Insiden tersebut merusak sisi kanan mobil Alpine-nya, membuatnya kehilangan banyak posisi dan akhirnya mundur pada lap 37. Ini menjadi kegagalan finis ketiga bagi Colapinto dalam empat balapan terakhir, setelah sebelumnya juga gagal di Azerbaijan dan Singapura. Satu-satunya hasil positifnya adalah finis ke-13 di Bahrain.
“Saya memilih ban keras untuk melakukan sesuatu yang berbeda, tapi tidak berhasil. Saya terjebak di belakang Williams dan udara kotor membuat segalanya sulit. Ada tiga kegagalan finis dalam empat balapan, kami harus menghentikan tren ini,” ujar Colapinto usai balapan. Ia pun mengakui bahwa penalti dan insiden di Austin menjadi akhir pekan yang sangat berat baginya.
Kritik Pedas Alonso
Di sisi lain, Fernando Alonso melontarkan kritik tajam terhadap kualitas pembalap di barisan belakang. Insiden kontak dengan Alex Albon di tikungan pertama pada lap pembuka membuat mobil Aston Martin-nya mengalami kerusakan signifikan. Alonso, yang start dari posisi ke-12, harus puas finis ke-16, tepat di depan Albon. “Albon lupa bahwa tikungan 11 ada di sana dan dia harus berbelok ke kiri. Saya pikir kualitas pembalap di sepertiga grid bawah sangat rendah, seperti yang kita lihat hari ini,” tegas juara dunia dua kali itu.
Alonso menambahkan bahwa posisi Aston Martin di lini tengah membuatnya rentan terlibat insiden dengan pembalap yang dianggapnya tidak tampil sesuai standar. Ia menegaskan timnya perlu meningkatkan performa mobil agar bisa start lebih tinggi dan menghindari pertarungan di barisan belakang.
Menuju Meksiko: Momen Bersejarah
Dengan kemenangan di Austin, Antonelli kini mengoleksi 15 podium dari 18 balapan musim ini. Ia telah memenangi lima balapan beruntun setelah finis kedua di Melbourne. Kini, perhatian seluruh paddock formula 1 beralih ke Autódromo Hermanos Rodríguez, Meksiko, akhir pekan depan. Jika Antonelli mampu meraih minimal dua poin, ia akan resmi menjadi juara dunia termuda dalam sejarah formula 1, memecahkan rekor yang selama ini dipegang Sebastian Vettel.
Musim 2026 memang menjadi milik Antonelli. Mobil Mercedes W17 yang ia kemudikan terbukti sangat kompetitif, dan konsistensinya sepanjang musim membuatnya nyaris tak tersentuh. Kini, tinggal satu langkah kecil baginya untuk mengukir namanya di buku sejarah. Seluruh mata akan tertuju ke Meksiko, di mana legenda baru formula 1 mungkin akan lahir.
Balapan di Austin juga menjadi pengingat bahwa persaingan di lintasan tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga strategi, ketenangan, dan sedikit keberuntungan. Sementara Antonelli bersiap menuju puncak, pembalap lain seperti Colapinto dan Alonso harus menelan pil pahit dan segera bangkit untuk menyelamatkan sisa musim mereka.
