Kutukan 36 Tahun Runtuh! Tottenham Permalukan Chelsea 2-0 di Stamford Bridge
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Stamford Bridge akhirnya tak lagi menjadi benteng angker bagi Tottenham Hotspur. Dalam laga derby London yang diguyur hujan deras, Chelsea harus menelan kekalahan memalukan 0-2 dari tamunya, Tottenham, pada Sabtu malam. Hasil ini menjadi kemenangan liga kedua Tottenham di markas Chelsea sepanjang sejarah, sekaligus yang pertama sejak 1990—mematahkan kutukan yang bertahan lebih dari tiga dekade.
Kekalahan ini juga menorehkan catatan pahit bagi pelatih Chelsea, Xabi Alonso, yang mengalami kekalahan kandang pertamanya sejak menukangi tim. The Blues tampil tanpa top skor Joao Pedro yang cedera, sementara kiper utama Emiliano Martinez juga absen sehingga Mike Penders dipercaya menjalani debut sebagai starter. Keputusan itu berbuah malapetaka di kemudian hari.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit pertama, Tottenham asuhan Roberto De Zerbi tampil lebih agresif dan menguasai penguasaan bola. Namun peluang berbahaya pertama justru datang dari tuan rumah pada menit ke-14. Tembakan melengkung Cole Palmer yang mengarah ke sudut atas gawang berhasil ditepis gemilang oleh kiper Tottenham, Antonin Kinsky. Di sisi lain, Mohammed Kudus nyaris membuka skor, tetapi tembakannya melebar tipis.
Tim tamu terus menekan. Pada menit ke-29, kerja sama apik Andy Robertson dan Mathys Tel berujung pada umpan ke belakang untuk Omar Marmoush, namun tembakannya dari jarak sekitar sembilan meter masih bisa digagalkan Penders. Tak lama berselang, kiper asal Belgia itu kembali menggagalkan upaya Tel, meski peluang tersebut dianulir karena offside.
Menjelang turun minum, Chelsea bangkit dan menciptakan peluang emas melalui Jordan Henderson. Tembakan gelandang veteran itu ditepis Kinsky, yang kemudian dengan sigap menghentikan bola muntah hasil upaya Pedro Neto menggunakan kakinya. Kiper Tottenham itu kembali beraksi menggagalkan tembakan Morgan Rogers, tetapi gol dari peluang tersebut tidak disahkan karena offside.
Babak Kedua dan Drama Kartu
Seusai jeda, Tottenham kehilangan James Maddison akibat cedera. Sang pengatur serangan digantikan mantan gelandang Chelsea, Conor Gallagher, yang kelak menjadi tokoh penting dalam drama pertandingan. Pedro Neto sempat melepaskan tembakan keras setelah Tottenham kehilangan bola akibat kesalahan sendiri, tetapi lagi-lagi Kinsky tampil sebagai penyelamat.
Pertandingan memanas pada menit ke-70 ketika Palmer bertabrakan keras dengan Mateus Fernandes yang sedang tergeletak. Keributan pun pecah dan melibatkan bek Tottenham, Micky van de Ven. Ketiganya diganjar kartu kuning oleh wasit.
Tujuh menit berselang, bencana datang bagi tuan rumah. Berawal dari sepak pojok sisi kiri, Penders yang hampir tanpa tekanan justru meninju bola ke arah belakang dan masuk ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri itu membawa Tottenham unggul 1-0 dan membungkam seluruh stadion.
Masalah Chelsea bertambah tiga menit kemudian. Palmer menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terlambat terhadap Gallagher, memaksa bintang muda itu meninggalkan lapangan lebih awal. Bermain dengan sepuluh pemain, tuan rumah semakin kesulitan menahan gempuran.
Aksi Individu Tel Tutup Kemenangan
Pada menit ke-87, Mathys Tel memastikan kemenangan Tottenham lewat aksi individu brilian. Ia merebut bola di wilayah pertahanannya sendiri, melakukan solo run impresif melewati Maxence Lacroix, lalu melepaskan tembakan mendatar dari jarak 18 meter yang tak mampu dijangkau Penders. Skor 0-2 bertahan hingga peluit panjang.
Kemenangan ini membawa Tottenham naik ke posisi ke-12 klasemen dan menjadi kemenangan tandang pertama mereka musim ini. Sementara itu, kekalahan ini mengakhiri rentetan enam laga tanpa kalah Chelsea di hadapan pendukung sendiri.
Statistik Singkat
| Aspek | Chelsea | Tottenham |
|---|---|---|
| Gol | 0 | 2 |
| Kartu Merah | 1 (Palmer) | 0 |
| Gol Bunuh Diri | 1 (Penders) | 0 |
| Status Kiper | Debut Penders | Clean Sheet Kinsky |
Bagi Tottenham, hasil ini adalah pembuktian bahwa tim asuhan De Zerbi mampu bersaing di level atas. Duet bek tengah asal Belanda, Jan Paul van Hecke dan Micky van de Ven, tampil solid sepanjang laga dan layak mendapat pujian. Kinsky juga menjadi pahlawan dengan sejumlah penyelamatan krusial.
Sementara itu, Xabi Alonso dituntut segera membenahi lini belakang dan mental tim. Jadwal berat menanti Chelsea dengan pertemuan melawan Liverpool dan Manchester United di depan mata. Jika tidak segera berbenah, laju The Blues di musim ini berpotensi tergelincir lebih jauh. Kekalahan dari rival sekota ini jelas menjadi tamparan keras yang harus dijadikan momentum kebangkitan.
