League Cup 2026-2027 Dimulai 3 November: 38 Klub Lintas Kasta, Bukan Format A-League
Inforiau – 08 November 2026 | JAKARTA — League Cup 2026-2027 resmi menjadi turnamen baru yang mempertemukan klub Super League dan Championship. Meski istilah a-league kerap muncul dalam diskusi soal kompetisi sepak bola, ajang ini bukan format A-League Australia, melainkan turnamen domestik lintas kasta yang digelar PSSI. Kompetisi diikuti 38 klub, terdiri dari 18 tim Super League dan 20 tim Championship, dan mulai dimainkan pada 3 November 2026.
Berbeda dari a-league yang berjalan sebagai liga reguler, League Cup 2026-2027 memakai format grup hingga final. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan kompetisi ini diharapkan memberi ruang lebih besar bagi pemain lokal yang belum banyak tampil bersama klubnya. “Di kompetisi ini kami berharap akan muncul anak-anak daerah kita yang nantinya bisa masuk skuad Timnas Indonesia,” kata Yunus, Rabu (7/10/2026).
Harapan itu sejalan dengan keinginan Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers dan Pelatih Kepala Timnas Indonesia John Herdman agar pemain muda lokal dengan menit bermain minim mendapat kesempatan bertanding lebih banyak. Dalam konteks ini, League Cup menjadi panggung tambahan bagi talenta daerah, sekaligus jawaban atas kebutuhan kompetisi yang lebih inklusif.
Secara garis besar, League Cup terdiri dari lima tahapan: penyisihan grup, babak gugur, perempat final, semifinal, dan final. Fase penyisihan melibatkan 38 klub dalam 12 grup yang dibagi ke empat zona, yakni Zona Barat 1, Zona Barat 2, Zona Timur 1, dan Zona Timur 2. Setiap tim memainkan dua pertandingan, masing-masing satu kandang dan satu tandang.
Dengan skema itu, League Cup 2026-2027 berpotensi menambah jam terbang pemain lokal tanpa mengganggu kompetisi liga di masing-masing kasta. Bagi publik yang terbiasa mendengar a-league, turnamen ini tetap perlu dipahami sebagai ajang domestik dengan identitas sendiri. Jika berjalan sesuai rencana, League Cup bisa menjadi jembatan antara Super League dan Championship, sekaligus memperkaya ekosistem sepak bola Indonesia.
Editor: Abuzar Samad
