TNI Perketat Penanganan Organisasi Papua Merdeka di Sejumlah Wilayah Papua
Inforiau – 08 November 2026 | Pemerintah dan TNI terus memperketat penanganan organisasi papua merdeka (OPM) di sejumlah wilayah Papua. Dalam beberapa pekan terakhir, aparat melaporkan pengejaran sisa anggota kelompok bersenjata di Intan Jaya, Papua Tengah, hingga penangkapan sejumlah komandan di Maybrat dan Papua Barat Daya. Langkah itu disebut bagian dari upaya menjaga stabilitas sekaligus melindungi warga dari ancaman kekerasan.
Di Intan Jaya, TNI mengerahkan dua helikopter Caracal untuk mengejar sisa anggota OPM pimpinan Aibon Kogoya. Satgas Yonif 9 Marinir juga menangkap komandan TPNPB organisasi papua merdeka, Matinus Aisasior, di Maybrat, tanpa perlawanan. Dua anggota OPM, Yesias dan Anton Fatem, yang sempat diklaim tewas, ternyata masih hidup dan menyerahkan diri setelah kontak tembak dengan TNI.
Operasi lain berujung pada penangkapan Zakarias Fatem, wakil panglima OPM, di Papua Barat Daya. Ia menyatakan kembali ke NKRI dan mengajak simpatisan menyerah. Sementara Komandan OPM Manfret Fatem tewas bersama dua anak buahnya dalam kontak senjata di Maybrat. Di Yahukimo, Koops Habema menyita tujuh senjata api milik organisasi papua merdeka usai baku tembak, terdiri dari dua senjata laras pendek dan lima laras panjang beserta amunisi.
Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan dinamika keamanan yang masih kompleks. Sebelumnya, OPM terekam drone TNI saat menggelar upacara di dekat gereja di Kabupaten Intan Jaya. Di Wamena, sopir travel Aris Sanda tewas ditembak setelah disandera dan dipaksa mendukung Papua Merdeka. Satgas Operasi Damai Cartenz menilai kelompok kriminal separatisme lebih berbahaya dari kelompok kriminal bersenjata karena menyebarkan propaganda ideologis melalui jaringan mahasiswa.
Pemerintah menegaskan penanganan organisasi papua merdeka tidak hanya melalui operasi keamanan. Satgas Habema menyatakan kehadiran TNI di Tanah Papua mengacu pada Inpres Nomor 9 Tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan. Selain pengamanan, TNI mendukung pelayanan dasar dan komunikasi sosial inklusif agar pembangunan berjalan stabil. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh penyebaran paham separatis.
Dengan berbagai operasi dan pendekatan pembangunan, penanganan organisasi papua merdeka tetap menuntut kewaspadaan serta kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan warga. Stabilitas keamanan menjadi prasyarat penting untuk mempercepat kesejahteraan di Papua.
Editor: Apriyanto
